38 : Bintang Yang Memilih

1.1K 162 33
                                        

Awalnya mungkin Lisa sangat takut jika ia akan kembali jatuh cinta dengan Hanbin. Sekarang sepertinya itu tidak akan terjadi. Lisa sudah memasang tameng yang kuat di hatinya agar semuanya berjalan sesuai apa yang ia rencanakan.

Mereka akan tinggal selama 6 bulan bersama, lalu berpisah dengan baik-baik agar Bintang masih bisa menemui Hanbin dan keluarga Hanbin dengan mudah.

Hanya tersisa dua bulan kurang. Lisa hanya perlu menunggu dua bulan lagi dan semuanya selesai. Lalu ia akan memulai kehidupannya dari awal lagi.

Ia sudah berbaikan dengan Hanbin. Lisa sesekali menuruti permintaan Hanbin yang memintanya untuk tidur di kamar pria itu agar pria itu dapat tertidur. Hanya sesekali, seperti hari ini. Ia terbangun dan merasakan pelukan Hanbin di belakangnya.

Hanbin semakin mengeratkan pelukannya ketika Lisa berusaha melonggarkan posisi agar ia dapat lepas dari Hanbin. Dalam posisi yang sangat dekat, punggung belakang Lisa menempel di dada Hanbin.

"Hanbin, udah pagi."

Hanbin tidak mendengarkan ucapan Lisa. Ia masih larut di alam tidurnya. Kepalanya turun hingga ceruk leher Lisa. Wanita itu dapat merasakan deru napas Hanbin di lehernya. Lisa memejamkan matanya, karena merasa napas Hanbin yang menyentuh kulitnya seperti terdapat sengatan listrik.

"Malam itu--"

Mendengar suara Hanbin Lisa membuka matanya. Dari posisinya ia hanya bisa menebak, apakah Hanbin sudah terbangun dari tidurnya atau hanya sedang mengigau.

Dalam enam puluh detik, Hanbin tak kunjung melanjutkan ucapannya. Lisa yang tadinya penasaran hanya pasrah, mungkin Hanbin mau membahas malam di mana ia mengatakan perasaannya pada Lisa kemarin.

Ia sesungguhnya sangat terkejut karena Hanbin sepertinya juga sangat menderita. Kemarin Lisa memaksa Hanbin agar mereka ke rumah sakit, dan benar saja Hanbin terlalu kelelahan dan setres banyak pikiran. Bahkan obat yang Hanbin minum sama seperti obat yang Lisa minum dulu. Hanya saja dosis Hanbin lebih banyak. Jika Lisa hanya kesulitan tertidur di malam hari, Hanbin bisa sampai tidur dua hari sekali.

Kenapa Hanbin lemah sekali.

Lisa juga berpikir bagaimana bisa pria dingin ini tidak sedingin dulu lagi. Kenapa harus berubah, Lisa akan merasa lebih baik jika Hanbin masih sedingin dulu.

Lisa ingat betul di mana Hanbin yang sangat terkejut melihat foto pernikahan mereka. Pria itu bahkan memberikan tatapan kejamnya. Lisa yakin Hanbin tidak mungkin menyukai dirinya.

"Kita gak pernah nikah! Kita gak pernah ngelakuin hal itu! Gue anggap itu gak pernah terjadi, jadi lo juga harus anggap begitu!"

Ia menggigit bibirnya karena merasakan sakit hati di dadanya ketika kembali mengingat itu. Ia ingin sekali melupakan hari itu, atau paling tidak merasa biasa saja ketika mengingatnya.

Hanbin tidak menyukai dirinya. Pria itu hanya merasa bersalah saat ini. Lisa terus meyakinkan dirinya berulang kali jika Hanbin tidak mungkin menyukai dirinya.

"Gue gak merasa bersalah sama ucapan gue malam kemarin," kata Lisa.

"Hmm..." Hanbin hanya berdeham. Ia semakin terlelap dalam tidurnya, menjadikan Lisa gulingnya. Padahal ini sudah pagi.

****

"Gue bisa aja bikin lo kehilangan pekerjaan."

"Jangan pernah lakuin itu!" Lisa percaya jika Hanbin dapat melakukannya, ia pikir ketika Hanbin pertama kali menyuruhnya berhenti dari pekerjaan, Lisa akan tiba-tiba dipecat dari kantornya. Ternyata Hanbin tidak melakukannya.
Lisa yang masih fokus dengan merapihkan meja makan menatap ke arah Hanbin dengan tajam. "Kalo lo lakuin itu, gue..." Lisa berpikir sebentar.

Hanlice - MemoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang