11 : Pernyataan Lisa

1.3K 177 12
                                        

Lisa sudah mengabarkan orang tuanya mengatakan jika ia baik-baik saja. Ia tidak mau membuat orang tuanya pusing karena khawatir memikirkannya. Perasaan orang tua memanglah yang paling peka, mereka bisa tahu ketika anak mereka sedang tidak baik-baik saja. Lisa juga sudah mengatakan kepada orang tuanya jika Hanbin telah kembali mengingat dan ia akan segera menyelesaikan masalahnya di sini. Lalu setelahnya ia mungkin akan kembali. Ia masih berpikir tentang hal itu.

"Hanbin!" teriak suara dari sebrang kamarnya. Bunyi ketukan terus menerus juga terdengar.

Pria itu masih tidak terima, ia kembali melakukan aksi mogok di kamarnya selama 3 harinya.

Bunda Hanbin masih setia mengetuk pintu untuk membawakan makanan.
Ayah Hanbin tidak tau harus melalukan apa terhadap anaknya. Ia ingin sekali menghukum anak itu, tapi ia menyerahkan semuanya kepada sang istri. Karena istrinya juga yang memulai hal itu. Ia akan bertindak jika istrinya menyerah.

Ketika menemukan anaknya meniduri anak perempuan, ayah Hanbin jelas sangat marah. Pria itu menampar Hanbin di depan keluarga Lisa juga. Pria paruh baya itu merasa telah gagal mendidik putranya, ia sangat kecewa sebagai seorang ayah. Mendengar tamparan yang sangat keras itu membuat Jennie, Bunda Hanbin sampai menangis saat itu.

"Abang buka! Yang harusnya marah itu Lisa bukan abang!!" teriak Jennie dari luar kamar Hanbin.

Lisa mendengar hal itu dari kamarnya, ia hanya berbaring di tempat tidur dengan air mata yang kembali mengalir. Penyesalan itu kembali datang. Seharusnya Lisa tidak membantu Hanbin malam itu.

Malam itu Lisa baru saja pulang dari rumah temannya. Ia yang melihat Hanbin di pinggir jalan sedang duduk di bahu jalan ragu-ragu mendekati pria itu, tapi pada akhirnya ia yang sedang berjalan di trotoar mendekat ke arah Hanbin.

Pria itu mengoceh tidak karuan. Melihatnya saja Lisa bisa menebak jika pria itu sedang dalam keadaan mabuk. Lisa berusaha menelepon Jennie untuk mengabari, tapi tidak diangkat, oramg tua mereka juga sama. Lalu Lisa berusaha menghubungi teman-teman Hanbin, sama juga tidak ada yang menjawab. Jay mengangkat teleponnya, tapi pria itu mengatakan ia sedang mengantar June yang keadaannya sama seperti Hanbin.

Tidak tau harus melalukan apa, akhirnya Lisa memesan taksi. Ia menaiki Hanbin ke dalam taksi, setelah menyebutkan alamat Lisa bimbang, haruskah ia ikut mengantar Hanbin atau tidak.

Lalu sopir di dalam berkata "Bapak gak sanggup gendong ke dalem rumah neng kalau masnya mabuk." Hal itu membuat Lisa akhirnya duduk di samping Hanbin.

Sampai di sana Lisa membawa Hanbin masuk. Rumah dalam keadaan kosong. Jennie sudah membalas pesannya tadi, mengatakan jika mereka sekeluarga sedang dalam perjalan kembali dari Jogja dan mereka sudah memberi tahu Lisa di mana kunci rumah tersimpan.

Tepat ketika Lisa menaruh tubuh berat Hanbin di sofa ruang tamu pria itu menumpahkan isi perutnya mengotori bajunya dan juga mengenai baju Lisa.

"Bau!" kata Hanbin tak karuan. "Ambilin baju gue!" katanya saat Lisa mau meninggalkan pria itu. Pria itu menahan tangan Lisa. Wajahnya benar-benar berantakan, tidak ada pria jutek di sana.

Lisa kembali bimbang ingin keluar dari rumah ini, tapi hatimya mengatakan jika ia harus mengambil baju ganti Hanbin atau paling tidak selimut untuk menutupi tubuh pria itu yang bau akan muntahan.

Lisa berjalan ke kamar Hanbin akhirnya, ia mengambil kaus baju dengan asal milik pria itu, juga selimut untuk di bawa keluar. Itu pertama kalinya ia masuk ke kamar Hanbin. Ia memang pernah ke rumah ini untuk bertemu Jennie dan Jennie memberi tahu letak kamar Hanbin yang bersebrangan.

Hanlice - MemoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang