Subin sudah kembali menjalankan aktivitasnya seperti biasa setelah mengambil cuti hampir tiga minggu untuk mengurusi pernikahannya. Hari ini ia harus menghadiri kelas jam 1 siang. Dan kini pemuda itu tengah melangkah dengan riang di koridor kampusnya.
"Jung Subin!"
Subin yang merasa terpanggil menoleh, "Oh, hai Mark."
"Lo dari mana aja?!"
Mark ini juga termasuk teman dekat Subin di kampus. Namun, tentu tak sedekat Byungchan dan Hanse yang bisa diundang ke acara pernikahannya.
"Sibuk anjir, ada urusan," balas Subin. Keduanya memutuskan untuk berjalan ke kelas bersamaan.
"Gila deh lo baru masuk kuliah udah cuti aja," gumam Mark. Pemuda asal Kanada itu lalu menjentikkan jarinya, "Oh iya, lo ada tugas, banyak."
Subin menghela napas berat, "Iya iya tau, nanti gue selesaiin secepatnya."
"Mark, Mark!"
Lagi, Subin ikut menoleh pada asal suara walaupun yang dipanggil adalah Mark. Matanya menajam ketika melihat siapa yang menghampiri mereka. Subin merasa pernah melihatnya, tapi di mana?
"Gue mau minta tolong kembaliin buku ke temen lo."
"Yang gue tabrak waktu itu?"
Subin tersentak, benar juga.
"Oh, ke siapa?" tanya Mark.
"Seo Changbin. Gue buru-buru nih, du—"
"Eh, tunggu," tahan Subin sebelum teman Mark itu pergi.
Pemuda itu menatapnya, "Siapa?"
Sejenak Subin ragu, tetapi akhirnya ia tetap bertanya, "Lo yang waktu itu nabrak gue, kan?"
"Apaan, sih?" Ia menatap Subin dengan pandangan aneh. Lantas kembali menatap Mark, "Sumpah gue lagi sibuk nih. Duluan, ya," ucapnya kemudian buru-buru pergi dari sana.
"Kenal, Bin?" tanya Mark ketika mereka telah melanjutkan perjalanan menuju kelas.
Pemuda yang ditanya hanya menggeleng kecil, "Pernah tabrakan pas jalan, gue ngerasa familier sama dia tapi nggak tau siapa. Kepo deh, namanya siapa sih?"
"Heo Chan, kakak tingkat tapi. Udah mau lulus."
Subin mengangguk paham, "Oh gitu, thanks Mark."
✨🎠
"Lim Subin, tuh tuh udah ditungguin sama Pangeran," celetuk Byungchan. Subin yang awalnya sedang berbincang dengan Hanse langsung menoleh.
Benar saja, Sejun sudah menunggu di depan gerbang dengan senyum manis, memamerkan lesung yang menghiasi pipinya.
"Kakak kok di sini?" tanya Subin begitu mereka sampai di depan mobil Sejun.
"Jemput kamu, lah. Emang nggak boleh?"
"Y-ya nggak gitu."
Hanse mendecak kecil, "Nggak seru banget udah gabisa nebeng Subin."
Byungchan tertawa lantas mengangguk setuju, "Udah ganti marga, sih."
"Anjing." Subin melotot, hendak menoyor dua temannya sebelum tangan Sejun menahan dengan menggenggam pergelangannya erat.
"Language, Subin."
Byungchan dan Hanse tertawa keras, membuat Subin merengut kesal lantas tanpa pamit masuk ke mobil Sejun.
Ia tidak marah, hanya malu.
✨🎠
aku mau double update yay or nay?! hehe
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙊𝙝, 𝙎𝙪𝙗𝙞𝙣!
FanfictionPada satu sisi, Sejun diminta untuk segera menikah. Padahal dirinya saja belum lulus kuliah. Sedangkan di sisi lain, Subin tiba-tiba juga harus terlibat perjodohan yang direncanakan diam-diam oleh orang tuanya. Wajar, kan, kalau mereka marah? Lim Se...
