Pada satu sisi, Sejun diminta untuk segera menikah. Padahal dirinya saja belum lulus kuliah. Sedangkan di sisi lain, Subin tiba-tiba juga harus terlibat perjodohan yang direncanakan diam-diam oleh orang tuanya.
Wajar, kan, kalau mereka marah?
Lim Se...
Yang dipanggil tak kunjung membuka matanya. Justru melambaikan tangan ke luar selimut—mengusir sang kakak dari kamarnya. Hal tersebut sukses buat Seungwoo mendesah kesal. Ia sudah di sini selama lima menit lebih hanya untuk membangunkan Subin, tetapi adik satu-satunya itu acuh dan terus tidur dengan nyenyak.
Baiklah, sekali lagi. Kalau masih tidak bangun, Seungwoo bersumpah akan menyiramkan segayung air ke wajah manis itu. Biar saja Subin mengamuk, yang penting adiknya bangun agar mulai terbiasa bangun pagi.
Ia menyeringai kecil begitu sebuah ide muncul di otak cerdasnya. Pemuda itu menunduk mendekati telinga Subin, lalu berbisik, "Subin, bangun cepet. Ada Sejun di bawah tuh mau ngajak jalan."
Sepersekian detik kemudian Subin langsung bangkit, tanpa aba-aba masuk ke kamar mandi seraya berteriak, "Keluar, Bang! Bilangin Kak Sejun tunggu bentar!"
Pemuda jangkung itu tersenyum tipis melihat tingkah laku adiknya, "Bangsat."
✨🎠
"Kak?"
Subin perlahan menuruni tangga, matanya mulai menelusuri sekitar ruangan untuk mencari keberadaan Sejun di ruang tamu. Namun, tidak ada siapa-siapa.
Ah, masa ia ditinggal karena terlalu lama bersiap-siap?
Subin mencebik, padahal ia sudah rapi dengan kaus putih yang dipadukan dengan kemeja putih bergaris hitam, dan—seperti biasa—celana denimnya.
Pemuda itu melangkah ke dapur, mencari mamanya.
"Ma?"
Alih-alih menemukan wanita cantik itu, Subin malah bersitatap dengan kakaknya yang sedang minum kopi.
"Mau kemana lo?" tanya Seungwoo.
Subin duduk di kursi yang berhadapan dengan Seungwoo sebelum menjawab, "Lo bilang tadi ada Kak Sejun." Bibirnya mengerucut kesal, "Gue ditinggal ya?"
Tawa Seungwoo saat itu juga meledak, membuat si adik semakin cemberut, "Yang bener anjir, Bang!"
Seungwoo tak kunjung menjawab. Masih larut dalam tawa gelinya. Sukses buat Subin semakin merengut kesal.
Si bungsu bangkit, hendak memukul si kakak yang masih terbahak. Tetapi niatnya itu ia urungkan karena suara bel rumahnya berbunyi. Subin mendengkus kesal sebelum akhirnya berjalan ke ruang depan untuk membukakan pintu.
Diam-diam Seungwoo mengikuti Subin dengan kekehan kecilnya.
"Loh, Kak Sejun?"
"Hai." Sejun tersenyum lebar, memamerkan dua lesung pipi yang membuatnya semakin tampan.
"Eung, hai juga, hehe. Kok balik, Kak?"
Sejun mengernyit, "Hah? Balik kemana?"
"Ke ... sini?"
"Apa sih, Sayang? Kakak aja baru dari rumah langsung kesini. Ngelantur deh kamu," kekeh Sejun seraya mengusak rambut Subin.
"By the way, kamu udah rapi, ya? Padahal kakak belum bilang mau ngajak keluar. Feeling kamu bagus deh, ayo pergi."
"Feeling, feeling, Bang sialan Seungwoo nih, anjing," batin Subin kesal, sebab hari masih pagi tetapi ia sudah dikerjai oleh kakaknya sendiri.
Sejun tersenyum, "Ya udah, kalau gitu gue sama Subin berangkat ya, Bang," pamit Sejun kepada Seungwoo. Yang paling tua di sana mengangguk singkat lalu kembali masuk ke dalam. Sejun langsung menarik tangan Subin untuk ke mobilnya.
"Tadinya kakak mau minta temenin ganti warna rambut, tapi kayaknya kamu belum sarapan?"
Subin nyengir, "Iya, baru bangun aku tadi."
"Ya udah kita makan dulu aja, habis itu temenin Kakak ke salon, ya?"
Si manis mengangguk, "Aku juga mau cat rambut."
"Ngapain?"
"Pengin aja, udah lama nggak ganti," jawab Subin sekenanya.
Yang lebih tua mengangguk mengerti, "Mau warna apa, hm?"
Subin tampak berpikir sejenak. Sebenarnya ia baru saja terpikir untuk mengganti warna rambut, sehingga belum benar-benar memastikan warna rambut barunya. Ia menoleh pada Sejun, "Enaknya apa?" tanya Subin balik.
Sejun terkekeh, "Loh gimana sih? Ya terserah kamu."
Pemuda manis itu memerhatikan Sejun dari atas sampai bawah, lantas berbinar ketika melihat warna rambut Sejun. Benar, itu adalah warna yang sangat menarik!
"Mau kayak punya Kakak sekarang!" serunya tanpa sadar.
Sejun tersenyum, "Alright, kalau gitu kita makan dulu ya."
✨🎠
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
hswoo bisa bisanya tukeran rambut 🙃 ↪ subsubey_ terserah gue dong siapa lo ngatur ↪ ppyungchan bacot bgt subin
nujes_lim lucu banget, sayang 💘 ↪ hswoo sayang sayang matamu ↪ subsubey_ apasih, kak 🤧 ↪ hanseya sok malu malu anjing lo bin
hanseya eh sejun ini calon lo?!1!1! ↪ subsubey_ iya tolooool masa gue ngedate sama cowo orang ↪ ppyungchan ehem ehem ngedate @nujes_lim ↪ subsubey_ bangsat lo kutu badak ↪ ppyungchansut pacar lo @nujes_lim ↪ subsubey_ bang bini lo kandangin @hswoo