fiveteen - 15

638 132 45
                                    

subin mengerang pelan saat cahaya matahari masuk ke kamarnya melalui celah gorden. matanya melirik ke arah jam dinding, lantas seketika membelalak ketika tahu sekarang sudah jam 7 pagi.

ia buru-buru bangkit, "anjinglah gue telat!"

alih-alih pergi ke kamar mandi, subin justru berlari ke meja belajarnya semalam. namun subin hanya menemukan notes kecil bersama bolpoin hitam yang tergeletak di meja.

ia membaca isi kertas kecil berwarna biru itu,

libur aja, kakak udah izinin kamu sakit. kamu semalem ketiduran, jadi kakak kerjain tugas kamu. kakak kasihin ke byungchan ya biar dikumpul sama dia. kamu makan, di meja makan ada bubur, kakak berangkat dulu soalnya ada urusan.

ps : kalo masih ngumpat, hukumannya makin nambah

orang ganteng, sejun

subin mendesah pelan, namun tetap bersyukur karena ia bebas tugas. hari ini diizinkan sejun libur, juga tidak ada kegiatan apa-apa.

diam-diam pemuda manis itu tersenyum memikirkan sejun.

sejun memang se-perhatian itu dengannya.

dan subin tidak pernah menyesal menikahi pemuda lim itu walaupun di umur yang masih muda.

✨🎠

"ohh ini toh yang sakit, lagi belanja obat di sevel ya?"

"tugas lo rapi amat, ga percaya gue lo yang ngerjain."

subin memutar bola matanya malas ketika mendengar dua sahabatnya itu menyindirnya. ia memang sedang berada di minimarket sekarang, karena bosan dan kebetulan jajan di apart mereka habis, ia memutuskan untuk belanja.

tapi di tengah kegiatannya itu byungchan justru meneleponnya lewat video call. alhasil si manis harus menenteng keranjang belanjaan sambil memegang ponselnya di depan.

"gue tuh belanja, jangan negative thinking gitu deh sama gue." subin mengambil beberapa minuman dari dalam kulkas.

"ya ya terserah, jadi kenapa nggak masuk?"

"jangan bilang sakit karna kita gak bakal percaya."

subin mengerang kesal, "apaan sih tumben amat kepo banget gue bolos kenapa?"

"curiga aja lo semalem abis dibuat tepar."

subin kali ini langsung mendelik, "anjing mulut lo chan, lagi diluar nih gue!"

"noh kan, bener se dia abis ngapa-ngapain pasti sampe gabisa kuliah."

"ck, enggak anjeng. gue semalem nugas terus ketiduran, nah tadi pagi kak sejun gak bangunin ya mana tau dia ngasi tugasnya ke lo."

"bohong banget."

"dih yauda gapercaya."

"kita kesana ya bin."

"mau ngapain jir?!"

jujur saja, memang selain subin hanya ada penjaga kasir disini. jadi subin tak terlalu malu untuk video call di tengah minimarket seperti ini.

"mau ngecek lo."

"bangsat ni piyik satu ga percaya amat sih? lagian gue udah nikah ya sah-sah aja dong."

astaga, subin berani bersumpah itu tadi ia refleks karena kesal.

sialnya, tiba-tiba ia bertukar pandang dengan seorang pemuda yang kini meliriknya agak sinis.











heo chan.

entah mengapa, tatapannya itu berhasil membuat nyali subin menciut.

"udahlah, bye." ia segera mematikan panggilan teleponnya dengan byungchan dan hanse. lantas tersenyum canggung, "hai kak," sapanya dengan ragu.

chan hanya mengangguk singkat kemudian berlalu dari sana.

tapi ada yang aneh,

kenapa subin merasa tatapannya melembut dan tersungging senyum tipis ketika mereka bersisian?

✨🎠

wHO'S EXCITED FOR DECEMBER 1ST?!

ME ( ⚈̥̥̥̥̥́⌢⚈̥̥̥̥̥̀)

tau victon mau cb 📈📈
tapi sadar aku gapunya uang 📉📉

hiks

ok bye

𝙊𝙝, 𝙎𝙪𝙗𝙞𝙣!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang