twenty - 20

583 108 16
                                        

Hal pertama yang Subin lihat setelah membuka kedua matanya adalah dada bidang Sejun. Ia tersenyum kecil, mengeratkan pelukannya pada Sejun, "Kak."

"Hmm."

"Udah pagi."

"Hmm."

"Kak Sejuuun, jam berapa?"

Sejun melenguh pelan, "Nggak tau, Yang."

"Dih, apa tuh yang yang." Subin mendorong Sejun agar menjauh. Tapi ternyata tenaga Sejun yang bahkan baru bangun bisa mengalahkannya.

Yang lebih tua justru menimpa pinggang ramping Subin dengan kakinya—menjadikan si manis guling—sementara tangan kirinya memeluk Subin erat.

"Udah ah, Kak, aku mau masak. Kakak nggak mau makan apa?"

"Lima menit."

Subin mendesah kesal, akhirnya pasrah juga. Si manis itu menyamankan dirinya dalam rengkuhan Sejun daripada harus susah-susah mengeluarkan tenaga untuk mendorong si kekar itu.

"Kak?"

"Diem ah, mau tidur."

"Jahat ish! Aku mau nanya tau!" Subin memukul punggung Sejun keras.

"Kok dipukul?!"

"Nyebelin sih," sungut Subin sambil mendorong paksa Sejun agar menjauh. Pemuda itu duduk, mengguncang tubuh Sejun agar yang lebih tua segera bangun.

"Kakak nggak ke kampus apa? Cepet bangun!"

"Enggaaaaaak."

"Kak bangun! Aku mau ngomongin Hayoung."

Sejun langsung berusaha membuka matanya yang masih setengah terpejam setelah mendengar nama itu, "Nggak mau ah, masa lalu suram itumah."

"Kaaak," rengek Subin.

Akhirnya yang lebih tua mengalah, daripada Subin menangis, kan?

Bercanda.

Sejun ikut duduk, menyandarkan tubuh lalu tanpa aba-aba menarik Subin untuk duduk di pangkuannya dan memeluk si manis dari belakang. Subin menurut saja, toh ia juga suka berada di dekapan Sejun.

Si dominan meletakkan dagunya di bahu Subin, lantas memejamkan mata lagi, "Kenapa, hm?"

Sial sial. Sejun dengan suara serak dan beratnya ketika bangun tidur itu telalu berbahaya bagi Subin. Astaga, ini masih pagi dan jantung si manis sudah harus berolahraga hanya karena Lim Sejun.

Ia menarik napas dalam, "Kenapa nggak bilang kalau dia mantan kakak?"

"Lah—"

"Enggak! Bukan, maksud aku kenapa Kakak nggak bilang kalau punya mantan? Aku inget ya dulu Kakak bilang nggak pernah pacaran," sela Subin.

"Ya gimana mau bilang, orang cuma pacaran dua bulan. Nggak penting, serius deh."

Subin mencubit kecil tangan Sejun di perutnya, "Dua bulan tuh lama, Kak!"

"Aduh! Iya iya maaf dong. Lagian nggak ada ngapain juga, cuma jalan doang sama dia."

Si manis memiringkan tubuhnya, menoleh seraya merengut, "Masa? Nggak pernah cium-cium?"

Sejun akhirnya membuka mata lalu tersenyum gemas, "First kiss kakak tuh kamu, Bin," ucapnya.

"Nggak percaya," dengus Subin sambil menyilangkan dua tangannya di depan dada.

"Heh." Sejun mengecup ujung hidung Subin, "Kalau nggak percaya ya udah, orang kakak jujur," ucapnya. Ia semakin mengeratkan pelukan, membuat Subin merasa kegelian akibat napas Sejun yang menerpa lehernya.

"Sana ah udah, aku bikin sarapan dulu."

"Ngga usah ah, Kakak ke kampus juga siang."

"Besok tuh kakak wisuda, kan?"

Sejun menenggelamkan wajahnya ke ceruk leher Subin, "Hmm."

Subin menggeleng heran, "Serius, santai banget sih? Besok wisuda loh."

"Iya iya besok wisuda. Kan, masih ada waktu sih, Kakak nggak ngapa-ngapain juga."

"Ya sama aja kali. Geli ih, sanaan cepet."

Bukannya menjauh, pemuda yang masih setengah mengantuk itu justru membuat Subin berbalik, mengalungkan kaki si manis ke pinggangnya dan menatap lekat kedua manik cantik di hadapannya.

Beberapa menit kedepan, kedua insan itu saling tenggelam dalam tatapan masing-masing. Merasakan kenyamanan dari eksistensi satu sama lain.

Namun, kegiatan saling pandang itu terhenti ketika Subin seakan teringat sesuatu, hingga si manis itu langsung melotot garang, "Kenapa kemarin cuma bilang aku pacar Kakak?!" sergahnya.

Sejun yang tadinya fokus dengan sosok cantik di depannya langsung terkejut. Alih-alih menjawab, ia justru langsung menarik tengkuk si manis dan mencium bibirnya lembut.

Awalnya Subin turut menikmati, sekelebat bayangan tentang bagaimana pemuda yang ia cintai ini selalu memperlakukan dirinya dengan lembut dan tidak menuntut, tapi—

"KAK SEJUN BELOM GOSOK GIGI IH, ANJING!"

🎠✨

siapin hati sebin diterjang badai

hehe

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

HAPPY BIRTHDAY MAS CHAN ♡♡♡

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

HAPPY BIRTHDAY MAS CHAN ♡♡♡

𝙊𝙝, 𝙎𝙪𝙗𝙞𝙣!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang