yeoseot - 06

794 154 24
                                    

"suka?"

"enggak deh, enggak."

"tapi gue seneng sama perlakuan dia."

"astaga, subin harus fokus kuliah!"

"beneran suka? anjing gue gatau mukanya?"

"halah fuck! bodo amat!"

subin meracau sendiri, memikirkan perasaan yang tiba-tiba timbul pada sejun.

padahal tidak pernah bertemu, hanya sekadar mendengar suara.

tidak pernah menunjukkan foto satu sama lain, namun nyaman diajak berbicara.

subin bingung. haruskah ia mengakui perasaannya terhadap dirinya sendiriㅡterlebih dahulu?

sebenarnya, subin sadar apa gunanya denial kalau setiap hari pemuda manis itu memikirkan sejun.

subin tidak bodoh untuk menyadari apa itu cinta.

seperti yang dirasakannya saat ini.

"subin," panggil seungwoo. pemuda itu langsung masuk ke kamar subin tanpa mengetuk.

pasti sudah tahu, subin tak akan membuka pintunya kalau ia pakai mengetuk.

"apa?" tanya subin kesal.

"nanti ketemu ya,

belum sempat subin membalasㅡ

sama calon suami lo."

subin membelalak. apa kata kakaknya tadi? suami?!

pemuda manis itu mendongak dengan mata yang membulat saking terkejutnya, "maksud lo?!"

"nanti keluarga calon suami lo mau kesini, lo siap-siap."

"gue tau, anjing. maksudnya gue dinikahin sama laki-laki?!"

dengan ragu seungwoo mengangguk.

"excuse me, bang seungwoo? dan lo ngebiarin adik lo sendiri dinikahin sama cowok yang nggak dikenal?"

seungwoo menggaruk tengkuknya canggung, "i thought you didn't interested with girl, like me. right?" cicit seungwoo, tak enak menatap subin yang masih syok.

"and as you know people like us always choose to make their own choices! kalau gue dinikahin sama yang seumuran papa gimana?!"

"astaga bin, papa nggak mungkin gitu."

"semua mungkin, bisa aja papa makin dendam sama gue, terus iya-iya aja waktu temennya mau nikahin gue?!"

"gue tau bin, dia masih kuliah."

"emang pernah ketemu?!"

seungwoo menggeleng pelan. lantas bangkit seraya mengusak surai adiknya, "papa sayang sama lo bin. siap-siap ya, jam empat mereka dateng," ucap seungwoo lembut lalu keluar dari kamar subin.

"please, gue masih nggak nyangka," gumam subin. matanya menatap kosong ke arah depan, memikirkan nasib kedepannya.

haruskah ia menolak mentah-mentah perjodohan ini di depan keluarga calon suami-nya?

subin segera mengambil ponsel, membuka room chat sejun dan mengirimi kakak tingkatnya itu pesan bertubi-tubi. beberapa kali juga ia menelepon sejun, namun tak ada jawaban.

"lo selalu hilang kalau gue butuh, kenapa sih kak?"

✨🎠

rumah subin mendadak ramai. pasti keluarga calonnya sudah datang. namun ia makin merapatkan selimut, enggan keluar walaupun sudah berpakaian rapi; kaos putih yang dipadukan dengan cardigan putih bergaris oranye, serta celana jeans.

 namun ia makin merapatkan selimut, enggan keluar walaupun sudah berpakaian rapi; kaos putih yang dipadukan dengan cardigan putih bergaris oranye, serta celana jeans

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


subin masih ingin fokus kuliah, masih ingin menggapai cita-citanya. ia tahu, ini hanya sebatas pertemuan, tapi mereka pasti sudah memikirkan nasib hubungan ini ke jenjang pernikahan, kan?

memikirkan ia akan berumah tangga dalam waktu dekat ini saja subin tak sanggup.

"subin? ayo keluar."

itu suara seungwoo, seperti biasa.

subin tak menjawab, akhirnya seungwoo langsung membuka pintu kamar sang adik dan menarik selimut yang membungkus tubuh mungil subin.

"semangat, subin. ini cuma ketemu, ngobrol biasa."

yang lebih muda hanya menggumam, "yaa."

"jung subin."

subin duduk, "iya bang seungwoo, duluan."

"lima menit, harus sampe dibawah."

✨🎠

otw ketemu nih hshshsh





otw ketemu nih hshshsh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

punteun tapi aku gemes banget sama mereka ㅠㅠ

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


punteun tapi aku gemes banget sama mereka ㅠㅠ

𝙊𝙝, 𝙎𝙪𝙗𝙞𝙣!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang