"Oy, Jun!"
Sejun menoleh, "Yee si goblok manja bet lo nge-chat laki gue segala," ejeknya.
"Salah siapa nggak angkat telepon," balas Chan. Kedua sahabat itu kemudian berpelukan sebentar, "Selamat bro, jangan lupa dateng minggu depan giliran gue."
"Yoi, thanks ya."
Giliran Seungsik sekarang, "Selamat memasuki dunia kerja, Jun. Jangan lupa ada cowok manis yang harus lo nafkahin."
"Iya dong, Bang, kalem aja. Mana bisa lupa gue," kekeh Sejun.
Subin di belakangnya tertawa kecil. "Selamat ya kakak kakak," ucapnya pelan.
"Makasih, Bin. Mau suprise, ya?" tanya Zuho.
Si manis mengangguk, "Nitip sebentar kak," pintanya sembari memberikan paper bag yang ia bawa ke Zuho.
Setelah membiarkan Sejun serta teman-temannya yang lain diberi selamat dan memberi selamat, ia berlari kecil dan tanpa ragu memeluk Sejun dari belakang. Sukses buat si dominan lantas terkejut sebab tiba-tiba ada sepasang tangan yang melingkari perutnya tanpa permisi.
"Eh?!"
"Hai, Kak, hehe." Subin nyengir, menyembulkan kepala di antara lengan Sejun, "Selamat, Kak!"
Sejun sempat melangah, tetapi sedetik kemudian langsung sadar dan bergerak untuk membawa Subin ke pelukannya, "Pinter banget bohongnya."
Subin tertawa kecil, "Biar kaget."
"Oh ya, aku nggak bawa bunga, bawanya hadiah," ucap Subin. Ia mengambil hadiahnya dari Zuho dan memberikan ke Sejun, "Nih."
Yang lebih tua tersenyum, lantas mengusak rambut Subin lembut, "Makasih, Sayang. Kamu dateng aja udah jadi hadiah buat kakak."
"Udah ya tolong, hargain yang jomblo," celetuk Rowoon. Tak ingin semakin lama melihat Sejun dan Subin yang seperti love birds.
"Lo aja kali, gue mah kaga," timpal Jinhyuk, "Bin, lo belum kenalan ya sama gue?"
Si manis tersenyum, "Tau kok tapi, Kak Jinhyuk kan?"
Jinhyuk mengangguk, "Yap, ini pacar gue, Wooseok."
"Hai, Kak," sapanya.
"Hai Subin! Salam kenal, ya. Nanti kalau Sejun macem-macem jangan sungkan bilang ke aku."
Sejun yang namanya dibawa-bawa dalam percakapan itu langsung memelototi Wooseok, "Gue mana mungkin macem-macem, njir."
"Bisa aja," timpal Chan, "Awas lo ye."
"Diem lo jomblo."
"Udah udah, makan lah kuy," ajak Rowoon.
Zuho mengangguk, "Iya nih yang mau nikah sama yang abis nikah boleh lah traktir."
"Siapa mau nikah?" tanya Subin.
"Jinhyuk sama Wooseok."
Sejun membelalak, "Anjir?! Nggak bilang-bilang lo, nyuk!"
Wooseok mendengkus, "Emangnya lo nikah bilang kami? Pilih kasih dasar."
"Ya kan, tertutup, Seok. Lo mah diungkit mulu," sungut Sejun.
"Dah lah, yang penting kan sekarang lo udah tau. Ke restonya mami Wooseok aja ayo."
"ASIK MAKAN GRATIS!"
"Ayo, Bin," ajak Sejun.
Subin tertawa lalu menggandeng lengan Sejun, "Yuk."
🎠✨
Sekarang sudah jam tujuh, Subin dan Sejun baru saja selesai bersih-bersih sepulang dari restoran bersama teman-teman Sejun. Keduanya kini duduk di kasur dengan Subin yang tersenyum lebar dan Sejun yang tengah memegang hadiah dari Subin.
"Buka, Kak," suruh si manis.
Yang disuruh hanya mengangguk lantas segera membuka kotak putih itu. Senyumnya langsung merekah lebar begitu melihat isinya, "Kamu yang beliin?"
Subin cemberut, "Masa aku bohong sih?!"
"Nggak gitu maksudnya," kekeh Sejun. Tangannya mengelus pipi Subin lembut, "Makasih, ya."
Si manis tersenyum lucu, "Iya! Ayo pergi, pakai bajunya. Ih pasti keren banget kalau kakak pakai langsung," ajaknya.
"Emang nggak capek? Tadi udah di resto lama banget loh."
Subin menggeleng ribut, "Nggak, lagian tadi rame-rame."
Sejun langsung tersenyum menggoda, "Oh, Subin maunya berduaan aja nih?"
"Ngomong terus! Udah sana ganti, aku habis dikasih tau Byungchan cafe bagus nih," ucapnya menggebu-gebu.
Yang lebih tua tertawa kecil, "Iya iya, tapi gimana kalau abis itu ke rumah? Bunda masak banyak, nyuruh kita ke rumah. Sekalian ngerayain kecil-kecilan atas kelulusan kakak."
"Ya ampun, Kak, kenapa sih baru bilang? Aku kan belum siapin baju, terus masa kesana nggak bawa apa-apa? Kakak nih mesti deh bilangnya telat mulu!" omel Subin.
"Lah nggak usah bawa apa-apa lah, kamu kira mau ngapain? Lagian kan rumah kakak juga."
Subin mendesah kesal, "Yaelah si goblok," gumamnya.
"Heh! Kakak denger ya!"
"Maaf maaf, sengaja. Udah ah sana ganti, aku juga mau cari baju!" suruh si manis. Ia mendorong badan Sejun agar segera masuk ke kamar mandi. Sementara dirinya langsung menjelajah isi lemari, mencari pakaian yang bagus.
Sejun tertawa, "Ada-ada aja laki gue."
🎠✨
mampus besok udah sekolah (ノ`Д')ノ彡┻━┻
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙊𝙝, 𝙎𝙪𝙗𝙞𝙣!
FanfictionPada satu sisi, Sejun diminta untuk segera menikah. Padahal dirinya saja belum lulus kuliah. Sedangkan di sisi lain, Subin tiba-tiba juga harus terlibat perjodohan yang direncanakan diam-diam oleh orang tuanya. Wajar, kan, kalau mereka marah? Lim Se...
