Dimana pun kamu berada, aku harap kamu baik-baik saja. Karena aku akan terus mendoakanmu dan mengawasimu dari sini, karena hati ini masih saja tetap berharap.
Sungguh koyol memang, mengharapkan sesuatu yang tidak pasti. Tapi, ya sudahlah. Biarkan semuanya berjalan seiring dengan waktu.Salsa menutup buku diarinya, ia hanya bisa menulis tanpa bisa ia ucapkan. Walaupun ia tahu ini tak mungkin di baca selain dirinya, setidaknya ia telah menyampaikan perasaannya disini.
"Gue cariin dari tadi ternyata ada disini." Seseorang duduk disampingnya. "Buku apaan tuh?" Tanyanya Dewi penasaran.
"Kepo." Salsa menyimpan buku itu kedalam tas.
"Dasar pelit." Cibirnya.
"Wi, kan gue udah bilang tungguin. Malah ditinggal." Ia pun duduk selonjoran diatas rumput disamping seseorang yang datang bersamanya.
"Ada Nita ini, nggak mungkin lo nyasar Bil." Candanya. "Napa muka lu kusut gitu Ta?"
Nita menghembuskan napas kasar. "Tugas gue." Teriaknya frustasi. "Makin numpuk, astaga."
"Siapa suruh ngambil SP, ribet kan lu." Dewi terkekeh pelan.
"Dasar." Komentar Nabila.
"Kan biar cepet lulus."
Salsa hanya menyaksikan perdebatan kecil yang sering terjadi diantara mereka. Seolah mengingatkan dirinya kepada teman-teman lamanya itu.
Ia juga sering sekali berkomunikasi ataupun video call disaat mereka semua sedang ada waktu luang, untuk mengobati rasa rindu karena belum sempat bertemu.
Semuanya tengah mengejar mimpinya masing-masing.
"Ngapain lo senyum-senyum sendiri, kesambet?" Ucap Nabila heran.
Salsa merangkul Dewi yang berada disampingnya. "Kantin yuk, laper nih." Ajaknya.
Nita pun berdiri. "Ayo lah."
"Giliran makan aja semangat." Cibir Nabila.
"Hah apa? Nabila mau teraktir. Boleh banget, yuk let's go guys." Kata Nita.
"Heh! Kapan gue bilang gitu." Elaknya.
Salsa dan Nita berjalan duluan, meninggalkan mereka yang masih saja berdebat.
"Gara-gara lo tuh, mereka pergi duluan." Ucap Nabila.
"Dih, lo lah." Sahut Nita tak terima.
Dewi berucap kepada Salsa. "Untung ada lo Sal, gue nggak kebayang ngadepin mereka berdua sendirian."
Salsa tertawa pelan mendengar penuturan Dewi.
Ruangan itu kembali berwarna
Walaupun tak ada Cahaya dan Sinar
Ia masih memiliki banyak lentera disampinnya.
.End.
Akhirnya bisa selesai juga, huft.
Pertama-tama saya mau mengucapkan terima kasih kepada para pembaca 'Hilang' yang telah membaca dari awal sampai akhir. Mohon maaf jika banyak kesalahan kata yang sulit untuk dimengerti atau banyak typo (namanya juga masih belajar hehe).
Sampai jumpa lagi di cerita selanjutnya.....
Love you♡

KAMU SEDANG MEMBACA
HILANG [Completed]
Teen FictionDia yang pernah aku cintai, namun belum sempat aku katakan. Hingga akhirnya dia pergi bahkan tidak tahu kapan akan kembali. Namun kejelasan itu belum sempat aku dapatkan.