18🌧

110 14 8
                                        

Happy reading!

🌧🌧🌧

Pergantian pelajaran ini Asya bosan di dalam kelas. Menunggu kedatangan pak Edi ke kelasnya lama sekali. Sebagian teman kelasnya juga sudah keluar karena rasa kebosanan ini.

Tadi Abdi, ketua kelasnya berpesan kalau pak Edi pasti nanti akan datang tunggu saja. Yaelah PHP. Nyatanya hampir satu jam pelajaran Pak Edi tak kunjung datang. Asya pun memutuskan akan pergi ke kantin.

"Kil, kantin yuk." ajak Asya kepada Kila yang sedang fokus membaca novel yang dipinjamnya waktu itu. Bukannya menjawab ajakan Asya, Kila justru tertawa sendiri sambil baca novel itu.

Asya menghembuskan nafasnya kasar. Ia keluar dari kelasnya sendirian tanpa Kila. Tadi pagi ia tidak sarapan karena terburu-buru. Biasaa.. Soal dasi yang ketinggalan juga alasannya sama. Buru-buru sambil nge-galau.

Ia berjalan lesu di sepanjang koridor menuju ke kantin. Tiba-tiba saja Dea dan gengnya datang menghalangi langkahnya. Terpaksa ia berhenti.

"Lepas dasi Arga dari lo!" bentak Dea menyuruh Asya untuk melepas dasi Arga yang terkalung rapi di lehernya. "Gue bilang lepas dasi Arga! Bukan malah bengong!" tambahnya semakin meninggikan suaranya.

Bukannya Asya bengong, ia hanya masih shock aja tiba-tiba dibentak di depan muka langsung. Beruntung tidak banyak siswa yang melihatnya sekarang.

Tiba-tiba saja Dea menarik dasinya membuat Asya terhuyung ke depan. Dea melepas paksa dasi milik Arga dari Asya. Ia melepasnya dengan kasar sampai leher Asya terasa sakit.

"Pelan-pelan kak! Sakit!" pekik Asya menariki tangan Dea agar lepas dari dasi yang dipakainya.

Dea tidak peduli keluhan Asya yang kesakitan. Ia melepas dasinya dengan kasar hingga dasi itu berhasil terlepas dari Asya. Dan kini seragam Asya pun menjadi berantakan.

Ingin rasanya menangis karena ini. Selain leher yang sakit dan seragamnya yang berantakan, ia pun malu karena ditertawakan oleh anggota geng yang diketuai Dea. Apalagi mereka semua adalah kakak kelas Asya.

Mengapa Asya tidak bisa melawannya? Mereka semua sudah pasti akan mengadu ke pihak sekolah jika ia melawannya. Selain itu Asya sudah dipastikan mendapat skors dari sekolahan hanya karena melawan mereka.

Mereka adalah drama queen yang sebenarnya. Mereka yang menyakiti namun mereka akan membuat seolah mereka yang tersakiti.

"Berani banget ya cewek culun kayak lo deketin Arga! Lo nantangin gue?!" bentaknya lagi membuat Asya terlonjak kaget. Ia merunduk tidak berani menatap balik wajah Dea.

Bodohnya tadi pagi ia menerima dasi dari Arga. Andai saja dirinya tidak menerima itu, mungkin Dea tidak akan memperlakukannya seperti ini dan membentak dirinya dihadapan teman-teman Dea.

Yang bisa Asya lakukan hanya diam dan menahan tangisnya. Jangan sampai ia menangis dihadapan mereka. Jangan biarkan mereka merasa menang karena telah membuat Asya merasa tersiksa.

Dengan kasarnya Dea menarik lengan Asya untuk mendekat kepada Dea. "Sekali lagi gue peringatkan lo! Jaga jarak lo dengan Arga! Atau gue bisa memperlakukan lo lebih parah dari ini!" ucapnya dengan tegas dan tidak main-main.

"Gue bisa pastikan lo keluar dari sekolahan ini hanya karena lo berurusan dengan gue!" tambahnya lalu mendorong tubuh Asya hingga terjatuh ke lantai dengan begitu keras.

Dea dan teman-temanya pergi begitu saja dari hadapan Asya. Meninggalkan Asya yang masih dalam posisi duduk di lantai dengan seragam yang berantakan.

Menyedihkan.


🌧🌧🌧
Jangan lupa voment!
Terimakasih.

aiunda(12/10/20)

CRYING UNDER RAIN [Selesai]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang