26🌧

107 15 6
                                        

Happy reading!

🌧🌧🌧

"Hehh kamprettt!!!"

Barra berbalik ketika mendengar suara yang tidak asing oleh pendengarannya. Benar saja, Fian dan Alex mendekati dirinya yang sedang berdiri di balkon depan kelasnya. Sepertinya Fian dan Alex baru saja berangkat ke sekolahan.

Alex merangkul ke bahu Barra. Pandangan mereka bertiga mengarah ke kelas Asya yang memang terlihat dari posisi mereka sekarang. Tidak ada tanda-tanda keberadaan gadis itu. Biasanya akan terlihat melalui jendela sedang mengerjakan sesuatu. Namun hari ini? Bangkunya kosong atau pindah bangku? Mereka tidak tahu.

Jelas Barra merasa bersalah atas apa yang dilakukannya kemarin. Saat itu memang Barra sedang tidak merasa baik-baik saja ditambah usikkan Asya yang mengganggu membuat dirinya membentak secara tidak sadar. Namun ia tahu sadar atau tidak kata-katanya sudah sampai di telinga Asya.

Barra tidak bisa memastikan gadis itu akan baik-baik saja. Sepagi ini yang biasanya ia melihat gadis itu saja sekarang ia belum melihatnya. Apa ia tidak berangkat ke sekolahan hanya karena diperlakukan seperti kemarin oleh dirinya? Selembut itukah perempuan?

Barra harap Asya akan berangkat seperti biasanya, lalu jika bertemu akan ia katakan apa? Bagaimana kalimat yang pas untuk meminta maaf? Barra malas bertanya kepada kedua sendok nyam-nyam di sebelahnya. Mereka pasti akan meledek dirinya.

"Barr, gue yakin dia nggak berangkat." ujar Alex yakin.

"Lo sadar nggak sih? Dia baik sama lo, peduli segala tentang lo, mau lo secuek apapun ke dia, dia nerima dan nggak akan berubah. Itu artinya dia tulus."

"Lo bentak apaan sih sampai dia nangis, padahal kita semua nggak pernah liat dia nangis. Berarti kata-kata lo nusuk banget di hatinya."

Ucap Alex panjang, ia mengucapkannya selembut mungkin karena Alex tahu yang namanya Barra keras kepala susah di omongin.

Barra hanya menghela nafasnya berat. Akan ia jawab apa semua ucapan Alex barusan. Alex dan Fian sudah tau semuanya karena Barra sudah bercerita semalam saat nongkrong di kedai kopi milik Alex seperti biasanya. Karena saat kejadian berlangsung mereka melewatkannya dengan pergi ke kantin.

"Tanggung jawab Barr, anak orang! Lagian ngapa sih lo bentak dia? perasaan mereka para cewek itu udah kayak kaca malah lo pukul pakai batu ya pecah lah dodol!" ujar Fian sok-sokan pakai istilah segala.

"Sudah gue bilang, mood gue lagi buruk kemarin!" ucap Barra ngegas membuat Fian kicep. Barra serem kalau lagi ngamuk.

Barra melepas rangkulan Alex lalu pergi meninggalkan kedua sahabat laknatnya itu. Mereka hanya bisa menambah perasaannya jadi kacau tak karuan. Barra terus berjalan dan berjalan tanpa tau arah tujuan. Ia bingung akan kemana hanya terus berjalan.

Di tengah koridor lantai satu entah kebetulan atau apapun itu Barra melihat Asya yang baru berangkat terlihat arahnya dari gerbang. Asya merundukan kepalanya sambil menekuk wajahnya. Mungkin Asya tidak tahu ada Barra yang lewat di sebelahnya.

Barra semakin merasa bersalah setelah melihat kondisi Asya barusan. Matanya sembab dengan hidung yang memerah, begitu juga rambutnya yang di ikat asal-asalan. Barra dapat melihatnya karena ia berpapasan tepat di sebelahnya. Bukan hanya itu, melihat seragam yang ia pakai begitu lusuh dengan dasi yang melenceng.

Apakah Asya menangisi kejadian itu semalam? Separah itukah dampak dari ucapannya?

Barra semakin enggan untuk menghentikan langkahnya, ia khawatir jika nanti Asya akan semakin sedih ketika melihat dirinya muncul di hadapannya lagi.

Mungkin akan ia tunda meminta maafnya untuk sementara waktu sampai keadaannya sudah tidak seperti ini lagi, ketika Asya sudah terlihat biasa saja seperti biasanya.

Lagi-lagi ia teringat oleh mendiang ibunya. Apalagi nama Asya dan ibunya hampir mirip. Asya selalu mengingatkan dirinya kepada Ibunya yang selalu peduli segala tentangnya. Ketika melihat Asya pasti akan teringat dengan ibunya yang sudah tiada. Tentu hal itu akan membuatnya semakin sedih.

Setelah kejadian kemarin, Barra berjanji tidak akan mengulangnya lagi terutama kepada Asya.

🌧🌧🌧
Jangan lupa voment!
Terimakasih!

aiunda(20/10/20)

CRYING UNDER RAIN [Selesai]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang