8🌧

153 19 52
                                        

Happy reading!

🌧🌧🌧

'Hoaaaammmm'

Asya baru saja terbangun dari tidurnya. Ia mengucek pelan kedua matanya dengan tangan dan melakukan peregangan dengan menjulurkan kedua tangannya ke atas dan ke samping. Asya tidur sangat lelap tadi malam.

Ia menoleh menghadap jendela yang terlihat terang lalu beralih melihat jam dinding. Matanya membelalak ketika menyadari kalau sekarang sudah pukul 06.10. Itu artinya Asya kesiangan.

Asya segera beranjak dari tempat tidurnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Kasurnya yang berantakan pun tidak dipedulikannya.

Setelah keluar dari kamar mandi, ia langsung membawa tasnya dan segera keluar dari kamarnya. Satu lagi, sepatu.

Dan siap.. Hanya butuh waktu 10 menit saja untuk melakukan itu semua. Tanpa sarapan ia langsung keluar dari rumah. Tidak lupa mengunci pintu depan.

'Tin'

Suara klakson membuatnya berbalik badan. Dan ia melihat Arga yang sedang duduk santai di atas motornya. Membuat Asya mengerjap-kerjapkan matanya beberapa kali.

"Kak Arga ngapain di sini?" tanya Asya menghampiri Arga. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling memastikan tidak ada ibu-ibu yang melihatnya bisa-bisa jadi top trending di kompleksnya nanti.

"Nungguin lo," jawab Arga dengan santainya. "Lo habis begadang ya?"

"Hah? E-enggak."

"Lo baru bangun kan?"

"Dari mana kak Arga tau?" tanya Asya kebingungan sambil memandangi seragamnya. Memastikan tidak ada yang salah dengan dirinya.

Dan Arga hanya terkekeh pelan melihat Asya. Bukannya menjawab pertanyaan Asya, ia malah memberikan helm kepada Asya. "Naik!" titahnya setelah mesin motonya berhasil dinyalakan.

"Hah?"

"Lo mau kejebak di gerbang sekolah?"

Dengan kebingungan Asya menerima helm dari Arga. Ketika Asya memasang helmnya, ia baru sadar kenapa Arga bertanya seperti itu. Rambutnya masih di ikat asal-asalan. Diam-diam Asya membenarkan rambutnya baru lah dia memakai helm.

Asya masih kayak orang bingung. Mungkin efek baru bangun tidur langsung ketemu cowok ganteng nyasar. Arga maksudnya.

Sepanjang perjalanannya menuju ke sekolahan Arga sengaja melambatkan laju motornya. Sengaja dilama-lamain. Biar apa sih?

"Kalau kayak gini kapan kita nyampe?" protes Asya memanyunkan bibirnya. Buat apa dia buru-buru sampai nggak sarapan kalau ternyata di jalan selambat ini.

"Kayak naik odong-odong tau nggak."

"Biar apa sih kayak gini kak!"

Arga melirik ke arah spion dan tersenyum tipis ketika melihat wajah Asya. Apalagi bibir mungilnya yang dimanyunkan. Menggemaskan.

"Nggak usah banyak ngomong," ucap Arga membuat Asya menutup mulutnya rapat-rapat. Asya lupa kalau sekarang sedang bersama Arga. Iya Arga! Yang biasanya nggak mau dibantah. Mulutnya emang susah dikontrol. Mungkin efek baru bangun tidur juga.

Ya begitulah. Entah Arga punya dendam apa dengannya. Untuk apa ia sengaja melambatkan laju motornya? Biar terlambat terus dihukum? Tau gini nggak usah nerima tawaran buat berangkat bareng tadi.

Asya menghela nafasnya berat. Mereka baru saja sampai tepat pukul 06.30 bersamaan dengan bunyi bell masuk. Lambat sedikit saja bisa kena hukum.

"Makasih," Ucap Asya yang kini sudah turun dari motor.

Dengan malas Asya berjalan akan meninggalkan Arga. Namun dicegatnya. "Tunggu!"

Terpaksa Asya berbalik menghadap Arga. "Apa lagi?" tanya Asya ketus. Ia masih kesal dengan Arga, karenanya ia hampir terlambat.

"Lo mau ke kelas pakai helm?"

Asya memegang kepalanya dan baru menyadari kalau helm Arga masih terpasang. Jelas ia merasa sangat malu. Ia melepasnya dengan kasar dan langsung memberikannya kepada Arga.

Ketika mereka berdua akan menuju ke kelas.. Terdengar gunjingan dari siswi-siswi  yang tidak suka Arga berangkat dengan Asya.

"Hah mereka berangkat bareng?"

"Gue tadi liat di jalan, gue kira kak Dea"

"Kalau kak Dea sampai tau, bakal heboh"

"Yang penting kita ngga ikut-ikutan."

"Cakep kali, sok-sokan deketin kak Arga."

Mereka berucap lirih namun Asya tidak tuli, ia masih bisa mendengarnya. Asya tau kok Asya nggak cakep. Asya juga ngga lagi dekatin Arga. Arganya aja yang tiba-tiba datang ke rumah Asya. Bahkan alasannya juga Asya sama sekali nggak tahu.

"Tutup kuping aja! Mereka nggak penting!" ucap Arga di telinga Asya sambil mengalungkan lengannya ke pundak Asya dan mulai berjalan masuk ke area sekolahnya.

"Ih tangannya berat tau!"

Jujur saja, Asya sedang berpikir mengapa Arga tiba-tiba baik dan selalu berusaha dekat dengannya? Secara, ia dan Arga baru kenalan dua hari yang lalu. Ingat itu! Dua hari yang lalu. Apa sebenarnya tujuan Arga? Entahlah. Itu masih terasa mimpi bagi Asya.

🌧🌧🌧


Jangan lupa voment!
Terim akasih.

aiunda(2/10/20)

CRYING UNDER RAIN [Selesai]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang