sepuluh | serius marah?

2.1K 106 2
                                        

Larissa Pelangi

Hueeee, gue bayangin Lala tu kayak eunha banget

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hueeee, gue bayangin Lala tu kayak eunha banget. kemaren sih gak nian buat ngasih visual Lala, eh ketemu foto Eunha dong^ω^

_____

Sampai di lapangan, Seren bisa mendengar sorakan dari para siswa siswi yang semakin kencang, perkelahian pun belum juga di hentikan, memang murid Eighstar sangat suka keributan.

Seren berjalan membelah kerumunan. Sampai di tengah ia bisa melihat dua orang laki-laki yang tengah bergulat di lantai.

Dia bisa melihat bagaimana Arche dan Erik yang berusaha memisahkan mereka namun Devan seakan kerasukan setan macam apa, sampai tidak terkendali.

Melipat tangannya di depan dada, Seren menunggu hingga devan sadar keberadaannya dan sedetik kemudian tatapan Seren menajam kala melihat Devan yang tidak sengaja melihat ke arah dirinya, langsung saja cowok itu berdiri dan tersenyum tanpa dosa ke arah Seren.

"Hai, mantan" sapanya sembari menepuk-nepuk kedua telapak tangannya untuk membersihkan kotoran yang menempel.

Seren mendengus menoleh pada Larissa "La, tolong obatin Pandu ya, gue mau urus tu setan dulu" tanpa menunggu jawaban dari Larissa, Seren menghampiri Devan, menarik kerah seragam Devan menjauh dari sana.

Tak lama setelahnya terdengar suara pak tegar yang menggelegar "Mana yang berantem!?"

"Telat pak, orang udah selesai!" Teriak Arche sembari meninggalkan kerumunan bersama Erik, langit dan diikuti oleh murid lainnya.

"Maaf, tadi bapak ada panggilan alam"

"Yaelah pak..." Seru seluruh murid yang berangsur pergi.

Pak Tegar Terkekeh lalu menghampiri Larissa yang sedang membantu Pandu berdiri "Pandu? Kamu berantem sama siapa?" Tanyanya heran karena pak Tegar sangat tahu Pandu bukan orang yang suka membuat ulah.

"Sama Devan pak" jawab Larissa

Pak Tegar mengangguk "pulang sekolah kamu sama Devan harus menghadap bapak ke ruang BK, mengerti!"

"Mau diapain pak?" Tanya Larissa kepo.

"Urusan laki-laki" jawab pak tegar lalu berlalu pergi, Larissa mencebikan bibirnya yang mana membuat Pandu terkekeh, walau dibarengi ringisan karena sudut bibirnya yang pecah.

***

Di UKS, Devan kini tengah terduduk kaku dengan Seren yang masih betah memberikan tatapan menusuk padanya. Devan tidak tahu harus apa sekarang, Seren juga tidak berbicara apapun sejak mereka sampai di UKS, hanya menatapnya dengan tatapan ingin membunuh.

"Sye-"

"Diem, siapa yang suruh ngomong!"

Devan bungkam, kembali menunduk. Sesekali meringis saat merasakan nyeri di wajahnya, padahal bekas semalam saja belum sembuh sudah bertambah yang baru.

My EX [COMPLETED✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang