Pertanyaan itu membuat Hero terkekeh kecil, Rigel yang tengah duduk di pojok bersama Nathan juga menyaksikan itu. "Karena nggak semua orang punya pikiran pecik kaya lo, Tara dan latar belakang keluarganya emang punya ikatan keluarga tapi semua kejadian buruk yang kalian tahu bukan kehendak atau keinginan dia," balas Hero dengan wajah santai.
Tara mendengar ucapan Hero dan ia sangat senang itu. "Tapi kan dia tetap aja anak napi dan bikin rugi buat lo, uang negara yang bokapnya pake!"
"Ya, gue emang nggak membenarkan perkara yang salah tapi gue cuma meluruskan apa yang seharusnya kalian simpulkan, memojokan seseorang atas hal yang bukan tindakannya itu salah, mental seseorang bukan untuk bahan bercandaan atau kesenangan semata kalian," balas Hero.
Gadis itu berdecih kesal. "Dikasih duit berapa lo buat ngebela dia di depan umum?" tanyanya.
"Lo sendiri di kasih duit berapa ngurusin hidup orang? tanggung deh jangan Tara aja, gimana kalau sama gue juga, bisa kan biar hidup lo lebih menarik sedikit," jawabnya membuat orang-orang yang mendengarnya tersenyum.
"Ishhh!" ketusnya sambil memasang wajah kesal.
"Cari hal positif lain agar hidup kalian menarik, stop buat main-main sama mental orang," kata Hero lalu berjalan menuju Tara yang tengah terdiam mencerna semua ucapan yang keluar dari mulut Hero.
Hari itu menjadi hari bersejarh bagi Tara, karena di hari itu juga Tara jadi berani menampakan dirinya dan berani menjawab saat orang-orang memandangnya sebelah mata. Setiap hari Tara pergi ke kantin bersama Hero tanpa rasa takut.
Perdebatan singkat Hero membuat perubahan besar bagi Altara Cassandra Imanuel Luis ini. Oh ya, ada dua orang yang tak suka dengan kedekatan dua manusia itu. Rigel dan Calvin yang masih menyimpan rasa pada Tara.
Malam ini Tara tengah duduk di meja belajarnya sambil memikirkan apa yang belakangan ini terjadi padanya. "Katanya saat seseorang mengetahui kekurangan kita dan masih tetap bertahan itu artinya tulus, Hero orangnya?" tanya Tara lalu tersenyum manis.
Tak lama senyum itu luntur. "Lantas cinta pertama gue?" tanya Tara mengingat Rigel sudah lama menjauhi darinya.
Cinta pertama bagi orang lain mungkin hal biasa tapi tidak bagi Tara, ia masih percaya akan teori yang ia buat sendiri jika cinta pertama dapat merubah hidup seseorang, mungkin itu akan terbukti nantinya. Entah kapan waktunya yang Tara harapkan hanya akhir yang bahagia.
Sehabis minum obat Nasa melamun di meja belarjarnya, rasa bersalah itu kembali datang pada Nasa. Tentang rasa bersalah dan sahabat, ah jika dipikirkan air mata Nasa akan turun deras, ia cukup bahagia akhir-akhir ini Hero berhasil membuat Tara kembali diterima di masyarakat sekolah.
"Nasa...." panggil Ibra yang ketiga kalinya. Lamunan Nasa langsung buyar.
"Masuk aja yah," balasnya. Ibra pun masuk dan duduk di sebelah Nasa.
"Melamun lagi?" tanya Ibra yang mengetahui kebiasaan putrinya, memang setelelah di vonis kangker Nasa jadi banyak melamun dan itu membuat Ibra sangat khawatir.
"Nggak yah," kilahnya dengan senyuman manis.
Seorang ayah tak semudah itu di bohongi. "Ayah rencain kamu sekolah di luar, mau? agar kamu tidak kesepian dan melamun terus," ucapnya. Nasa tersenyum lebar.
"Mau!!!" balasnya antusias lalu memeluk ayah kesayangan itu.
"Nanti ayah cari sekolah yang bagus buat kamu," balas Ibra.
Setelah itu Ibra pergi keluar karena ada telpon tentang urusn bisnisnya.
My Hero🦸❣️:
Besok aku izin weekend sama Tara, boleh?
KAMU SEDANG MEMBACA
Overthinking [END]
Fiksi RemajaOverthingking adalah keadaan dimana manusia berpikir secara berlebihan sehingga bisa menyebabkan takut akan masa depan yang belum terjadi, hanya orang kuat lah yang bisa tidak meragukan hal itu dan aku bukalah manusia kuat tersebut, sialnya lagi ak...
![Overthinking [END]](https://img.wattpad.com/cover/227480874-64-k547630.jpg)