#TigaPuluhSatu

1.3K 248 37
                                        

Bismillah...

Satu tahun berlalu dengan begitu cepat. Banyak sekali hal menyenangkan yang terjadi pada satu tahun belakangan membuat Gisella yakin jika tahun ini adalah tahun terbaik dalam hidupnya.

Meski sedih karena harus berpisah dengan Abyan yang selama ini menjadi teman sebangkunya, tapi Gisella juga merasa bahagia karena dapat menyelesaikan masa kelas dua SMA nya dengan baik. Terlebih sekarang Gisella dan Nino sudah berbaikan membuat beban di hati gadis itu mulai berkurang.

Setelah mengobrol dengan Tiara hari itu, Gisella langsung menghubungi Nino dan mengajaknya bertemu. Awalnya keduanya memang merasa canggung, namun tak lama suasana berubah cair ketika Nino mulai membahas kejadian lucu di masa lalu mereka membuat Gisella mulai rileks dan terbawa suasana. Dan semenjak pertemuan itulah hubungan keduanya mulai membaik.

Sayangnya berbeda dengan Nino, hubungan Gisella dan Abyan setelah kejadian di kafe hari itu seolah jalan di tempat. Meski Tiara pernah mengatakan jika Abyan sudah pasti ada perasaan padanya, Gisella memutuskan untuk tidak memikirkan hal itu karena tak ingin masa lalunya terulang kembali. Ia tidak mau hubungannya dengan Abyan berakhir seperti hubunganya dengan Nino.

🐻🐻🐻

Sekolah pagi itu masih sepi karena pembagian rapor dimulai pukul delapan sementara Gisella datang lebih pagi karena ada yang harus diurusnya di ruang english club.

"Kan udah gue bilang, gue ke sekolahnya sendiri gak perlu bareng sama lo, tapi lo yang ngeyel maksa ikut, sekarang sekolah sepi lo malah nyalahin gue, maunya apa sih?"

Baru saja hendak masuk ke ruang club, Gisella mendengar orang berdebat dari dalam membuat langkahnya jadi terhenti di depan pintu. Matanya mengerjap saat melihat Kelvin duduk di dalam ruang english club dengan ekspresi kesal, sedangkan Celsi berdiri di depannya sambil mengomel walau langsung berhenti saat menyadari ada yang  berdiri di depan pintu.

"Eh kak Gisella, pagi kak," sapa Celsi yang seketika bisa mengubah ekspresi marahnya menjadi ramah. Gisella tersenyum tipis.

"Pagi Celsi, Pagi Kelvin," kata Gisella sambil sedikit menundukkan kepala, merasa situasi jadi hening setelah ia datang gadis itu buru-buru menambahkan, "gak apa-apa lanjut aja Cel, Kak Gisella cuma mau ngambil buku di lemari kok," sambungnya kikuk membuat Celsi jadi tertawa.

"Aku tadi ngomelnya karena Bang Kelvin ngeluh Kak, tapi karena Kak Gisella udah datang dia kayaknya gak bakalan ngeluh lagi deh," ujar gadis itu cengar-cengir sambil menyikut abangnya. Kelvin hanya menghembuskan napas pelan, malas menanggapi ledekan itu.

Gisella membulatkan mulut, "Oh baguslah kalau begitu," ucap Gisella sambil melangkah masuk ke dalam ruang club.

"Eh by the way nanti pulang dari penerimaan rapor kakak ada rencana gak?" tanya Celsi tiba-tiba. Pertanyaan itu membuat Kelvin jadi melirik Celsi, menyadari  kenapa adiknya menanyakan hal itu kepada Gisella. Namun tanpa diduga ternyata Gisella mengangguk membuat dua bersaudara itu jadi menghela napas kecewa.

"Ada sih, rencananya abis ini anak-anak kelas pada mau main ke rumah Alif," kata Gisella membuat Kelvin mengerjap.

"Anak-anak kelas?" ulang pemuda itu bingung. Gisella mengangguk.

"Iya, lo gak tau?" tanya Gisella balik. Kelvin menggeleng.

"Enggak."

"Lo gak diajak kali Bang," ledek Celsi. Kelvin mendecak.

"Berisik lo," katanya kesal. Gisella terkekeh.

"Diajak kok semuanya, kan Yara ngajaknya lewat group kelas, mungkin lo yang belum baca," ucap Gisella.

Me Vs Inscurities [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang