Bismillah...
Keesokan harinya seperti yang sudah Gisella duga, kelasnya heboh karena live streaming youtube Abyan. Bahkan saat baru melangkah masuk Gisella langsung melihat kursinya dan Abyan sudah penuh dikerubungi oleh teman-teman sekelasnya. Gadis itu menghela napas berat, itulah hebatnya anak IPA 4. Padahal biasanya mereka selalu ngaret datang ke sekolah tapi kalau sudah berkaitan dengan gosip mendadak semuanya bisa datang tepat waktu.
Gisella ingin melangkah mendekat ke sana namun ia urungkan saat mendengar namanya juga turut disebut dalam kerumunan itu. Gadis itu menghembuskan napas sekali lagi lalu memutuskan untuk memutar arah menuju kursi Yara dan duduk di sana sampai kerumunan itu bubar.
"Yara mana Vin?" tanya Gisella saat melihat kursi Yara yang hanya diisi oleh tas pinknya.
Kelvin yang sedang membaca buku melirik ke kursi Yara sejenak, "Lagi ke kelas pacarnya," jawabnya datar.
Gisella terkekeh. "Biasa aja dong mukanya, cemburu Mas?" ledek Gisella. Kelvin menggeleng cuek.
"Gue bukan siapa-siapanya Yara, jadi gak ada hak buat cemburu," jawab pemuda itu lalu diam sejenak, "tapi jujur gue memang sedikit iri sih," sambungnya polos membuat Gisella langsung tertawa puas.
"Lo gak ke sana?" tanya Kelvin saat melihat Gisella malah mengisi kursi kosong Yara.
Gisella menggeleng malas lalu manaruh kepalanya ke atas meja Yara untuk menyembunyikan wajahnya dari teman-teman sekelas.
"Gak dulu, bakalan aneh kalau gue datang ke sana padahal mereka lagi ngomongin gue," jawab gadis itu pelan.
Kelvin mengangkat alis lalu menaruh bukunya yang masih terbuka di atas kepala Gisella membuat gadis itu tersentak.
"Lo ngapain?" tanya gadis itu kaget.
"Nyembunyiin lo, lo gak mau mereka tau kalau lo udah di sini kan?" tanya Kelvin balik.
Gisella berdehem lalu mengangguk. "Iya," katanya.
Untuk selanjutnya kedua siswa SMA kelas sebelas itu hanyut dalam keheningan. Kelvin memilih bermain hape untuk membunuh waktu sedangkan Gisella diam-diam menguping pembicaraan teman-temannya.
"Ayo dong ya Yan kasih tau, inisial G itu siapa sih? Gisella? Geni? Ghea? Atau siapa?" tanya Tiara yang terdengar sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya lebih lama lagi.
Abyan mendecak keras, "Kenapa lo ngotot banget sih pengen tau, kan udah gue bilang privacy," jawabnya kesal. Ia sudah hampir sepuluh kali menjawab dengan jawaban yang sama namun teman-temannya masih juga belum menyerah untuk menanyakan itu membuat Abyan mulai hilang kesabaran.
"Cuma sama kita-kita aja lho Yan, janji deh gak bakalan dikasih tau ke yang lain," bujuk Misel.
Abyan menggeleng tegas membuat teman-temannya kompak melenguh kecewa.
"Ayo dong Yan, siapa sih? Jangan-jangan emang Gisella ya?" ucap Tiara mulai menebak-nebak.
Abyan diam saja.
"Atau Geni? Anak kelas 10 yang nyatain perasaan sama lo waktu diklat?" gantian Misel yang menebak.
Abyan tetap diam.
"Atau Givanya? Anak IPS yang hits itu?" tebak Indri yang duduk di sebelah Abyan mengisi kursi Gisella.
Abyan masih tetap diam membuat teman-temannya bukannya menyerah malah makin penasaran dengan gebetan cowok itu.
"Oh, atau gini, lo sebenarnya naksir cewek dengan inisial G dari kelas lain tapi lo gak mau bilang ke kita-kita karena lo gak mau bikin Gisella sedih," ucap Tiara tiba-tiba dengan analisisnya. Gisella yang masih menguping sampai tersentak mendengar analisis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Me Vs Inscurities [SELESAI]
Fiksi Remaja"Sebenarnya siapa sih yang bikin defenisi cantik itu putih? Kayaknya kalau gue ketemu orangnya bakalan gue hajar." ...... Sejak kecil, Gisella sudah terbiasa diejek oleh teman-temannya. Wajahnya yang tidak secantik saudaranya membuat Gisella merasa...
![Me Vs Inscurities [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/233195282-64-k931990.jpg)