#Tujuh

1.9K 299 7
                                        

Bismillah...

Suasana kelas hari itu agak berisik membuat Gisella yang sedang menyalin catatan dari papan tulis jadi mendecak gemas. Sedangkan Abyan yang biasanya duduk di sebelahnya sudah  hilang entah kemana, membuat kursi Abyan yang kosong langsung diisi oleh Yara.

"Gis, menurut lo anak Bu Bella cowok apa cewek?" tanya Yara sambil menulis. Gisella mengerjap lalu menoleh sesaat ke arahnya. Gadis itu bergumam.

"Hem, kata Abyan sih cewek," jawabnya santai membuat Yara yang iseng bertanya jadi mendelik.

"Kok Abyan bisa tau Gis?" tanya Yara kaget, gadis itu menelan ludah, "apa jangan-jangan Abyan itu sua-"

"Hus! Jangan ngaco," potong Gisella yang sudah tau kelanjutan kalimat Yara, ia menghela napas, "masa Abyan juga lo curigai sih Ra?" sambungnya prihatin.

Hari ini Bu Bella tidak masuk karena cuti melahirkan, hal itulah yang menyebabkan kondisi kelas hari ini jadi heboh sekali dari tadi. Sebenarnya selama Bu Bella cuti ada guru lain yang menggantikan, tapi karena jadwal guru pengganti ternyata bentrok dengan jadwal Bu Bella, jadilah hari ini mereka disuruh menyalin catatan.

Persalinan Bu Bella memang agak tiba-tiba membuat beberapa gosip tak enak langsung menyebar ke seluruh penjuru sekolah. Bahkan tak jarang saat Yara dan Gisella ke kantin ia mendengar bisik-bisik guru lain yang mengatakan jika Bu Bella hamil tanpa suami.

Gisella sendiri tidak ambil pusing dengan kabar itu, meski teman-temannya kepo dan sibuk mencari info, ia hanya duduk diam dan tidak tertarik untuk ikut-ikutan membuat Yara yang super kepo jadi penasaran kenapa Gisella bisa secuek itu.

Yara berdehem dua kali, "Tapi gue heran deh Gis sama lo, kenapa sih lo gak pernah tertarik untuk ikut ngegosipin Bu Bella?" tanya Yara dengan mata menyipit ala-ala wartawan infotemen.

Gisella tidak langsung menjawab karena sedang fokus menulis baris terakhir yang ada di papan tulis, setelah menyelesaikan catatannya barulah ia menoleh ke arah Yara.

"Ada dua alasan sih sebenarnya," kata Gisella sambil menopang dagu.

"Pertama, karena Bu Bella termasuk guru favorit gue," ujarnya sambil mengacungkan jari telunjuk.

"Kedua, gue takut dosa," ucap Gisella datar membuat Yara merengut.

"Tapi kan Bu Bella nyebelin Ra, Bu Bella tuh ya suka banget caper sama anak-anak cowok, masa si Albert anak IPA 5 mutusin Tiara karena naksir sama Bu Bella?" katanya berapi-api. Gisella menatapnya datar.

"Trus?"

"Trus kata Misel, dia pernah lihat Bu Bella pulang diantar Roni dong! Centil banget gak sih diantar pulang sama murid sendiri?" ujar Yara sambil mengepalkan tangan emosi.

"Trus?" tanya Gisella. Yara menggigit bagian bawah bibir sejenak.

"Trus ... si Alif tuh," ucap Yara dengan suara agak memelan, "setiap ketemu Bu Bella pasti sok benerin rambut dan senyum sok ganteng, kayak apaan sih semua cowok jadi pada heboh banget gara-gara Bu Bella, bikin suasana gak enak," sambungnya lalu mencuatkan bibir.

Gisella menghela napas sambil menepuk-nepuk bahu Yara. "Trus?" tanyanya sekali lagi membuat Yara yang sudah curhat soal Alif jadi mendecak gemas.

"Trus nabrak! Trus-trus mulu lo dari tadi," katanya dengan mata membulat sebal. Gisella tertawa melihat ekspresinya.

"Ya trus salah Bu Bella apa Ra?" tanya Gisella heran.

"Tiara putus karena Albert naksir sama Bu Bella, lah itu mah salah Albertnya, dia aja yang kecentilan naksir sama guru sendiri," kata Gisella pedas.

Me Vs Inscurities [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang