#TigaBelas

1.6K 241 36
                                        

Bismillah...

"Abis pulang lo ada acara gak? Makan bakso yuk!"

Abyan tidak tau setan mana yang berhasil menghasutnya untuk memberanikan diri mengajak Gisella makan berdua saja siang ini. Yang ia tau hatinya terasa panas semenjak melihat Kelvin dan Gisella berjalan berdua saja waktu istirahat tadi.

Kedua alis Gisella terangkat saat mendengar ajakan Abyan, ia menatap cowok dengan nama belakang Nandana itu dengan heran. "Kenapa nih? Tumben lo ngajakin makan, biasanya ngajakin berantem," jawabnya asal.

Abyan tidak langsung menjawab, ia bergumam dulu sambil memikirkan alasan yang tepat, "Gak kenapa-napa sih, gue cuma penasaran aja sama rasa baksonya, tapi kalau makan sendiri kelihatan ngenes jadi gue ngajakin lo deh," jawab Abyan lalu meringis lebar.

Gisella diam sejenak, menatap Abyan lama, teman sebangkunya itu terlihat menunggu jawabannya dengan serius membuat Gisella jadi ingin menjahili pemuda itu sedikit, "Ah enggak deh," putus Gisella kemudian. Abyan mendelik.

"Lho? Kenapa?" tanyanya kaget. Tidak menyangka akan mendapatkan penolakan dari Gisella.

Apa Gisella dan Kelvin sudah sejauh itu sampai ajakan makan dari gue Gisella tolak? pikirnya khawatir.

Melihat Abyan yang sudah menatapnya dengan tatapan nanar, Gisella tidak bisa untuk tidak tertawa membuat Abyan yang sadar sedang dikerjai langsung mendecak gemas.

"Gue serius nih," kata Abyan lalu merengut.

Gisella mengangguk kecil, "Gue juga serius bilang gak mau," katanya.

"Ya makanya kenapa?" kata Abyan mulai jengkel.

Gisella mengedikkan bahu cuek, "Abis lo aneh, masa tiba-tiba ngajakin gue makan, kayak bukan lo aja," ujar gadis itu tanpa pikir panjang.

Abyan yang mendengar jawaban itu hanya bisa tercengang untuk beberapa saat. "Lo lebih aneh lagi, trus lo mau gue jahat terus gitu?" tanya cowok itu shock.

Gisella terkekeh geli, "Ya gak juga, tapi sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan tiba-tiba hilang kan agak aneh By, udahlah, lo jadi diri sendiri aja," ucap Gisella santai sambil mengibaskan tangan.

Abyan menghela napas, meski tau Gisella menjawab seperti itu karena menganggap ajakannya cuma bercanda tapi entah kenapa hatinya benar-benar sakit karena ditolak seperti ini.

Pemuda itu menyandar ke kursi dengan lelah, pandangannya terlihat menyendu, lalu tanpa sadar bertanya, "Kalau yang ngajakin makan cowok lain, pasti jawaban lo gak bakalan begini kan? Tapi karena yang ngajakin itu gue, lo jawabnya gak serius," ucapnya lirih.

Gisella tersentak lalu menoleh ke Abyan namun sebelum ia sempat menanggapi, pemuda itu sudah beranjak dari duduknya dan memutuskan untuk keluar kelas.

Gadis itu menghela napas lalu menggaruk bagian belakang kepalanya bingung. "Abyan kenapa sih?" katanya.

🐻🐻🐻

Pelajaran matematika hari itu terasa lebih lama dari biasanya. Entah karena materinya terlalu sulit atau karena Gisella yang tak bisa fokus dengan pelajaran yang Pak Ridwan jelaskan. Padahal biasanya Gisella selalu aktif di kelas, tapi khusus hari ini ia tak punya semangat sama sekali.

Gadis itu lalu melirik Abyan, memperhatikan raut serius teman sebangkunya itu yang sesekali mencatat hal-hal penting yang Pak Ridwan sampaikan. Ia terlihat luar biasa fokus seolah tidak memikirkan sama sekali percakapannya dengan Gisella tadi siang. Gadis itu jadi mendesah pelan. Apa hanya dia yang memikirkan percakapan mereka sampai tidak mood seperti ini? Toh Abyan sepertinya sudah tidak peduli.

Me Vs Inscurities [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang