#EnamBelas

1.4K 241 10
                                        

Bismillah..

Semenjak hari itu hubungan Gisella dan Kelvin semakin dekat. Tak jarang jika kursi Abyan kosong --karena urusan PMR atau rapat pemilihan ketua OSIS-- Kelvinlah yang mengisi kursi Abyan. Terlebih sekarang Yara juga sibuk dengan tim sukses Alif, membuat Gisella makin sering menghabiskan waktu bersama pemuda itu.

Awalnya Gisella pikir berteman dengan Kelvin akan membuat suasana menjadi canggung, ekspresi datar cowok itu bahkan sempat membuat Gisella sering salah tingkah. Namun dugaan itu tidak benar. Meski pendiam, Kelvin ternyata teman curhat yang menyenangkan. Ia selalu mendengarkan cerita Gisella dengan konsentrasi penuh dan memberikan tanggapan yang positif.

Seperti sekarang, keduanya tampak duduk berdua sambil mengerjakan tugas bahasa Indonesia, kegiatan pengganti karena guru mereka berhalangan hadir. Abyan dan Yara tidak di kelas karena dipanggil ke UKS.

"Kadang gue ngerasa gak cocok sama Kocip," ucap Gisella memulai pembicaraan hari ini. Kelvin yang sedang menulis jadi melirik sedikit ke arahnya.

"Kenapa?" tanya pemuda itu.

Gisella diam sejenak untuk membalikkan halaman buku cetak lalu menghela napas pelan, "Soalnya dia cakep," jawab gadis itu singkat.

Kelvin diam, tak langsung menjawab. Berfikir sejenak apa korelasi Abyan yang cakep --menurut Gisella-- dengan ketidakcocokan di antara mereka berdua. Namun ia tidak menemukan jawaban untuk itu.

"Memangnya kenapa kalau dia cakep?" tanya Kelvin tak mengerti.

Gisella mencuatkan bibir, "Ya gak cocok dong Vin, gue kan kentang," katanya malas.

Kelvin yang awalnya melirik jadi menoleh seutuhnya pada Gisella. Memandangi wajah gadis itu lama membuat Gisella yang tengah menulis jadi menatap Kelvin balik.

"Apa?" tanya gadis itu bingung.

Kelvin mengerjap lalu menggeleng, "Gak kentang kok, menurut gue lo juga cakep," katanya pelan. Mata Gisella membulat.

"Semua cewek itu cakep," tambah Kelvin dengan ekspresi polos membuat Gisella yang sempat gr jadi sedih.

Gisella mendesah pelan lalu kembali menulis, "Kalau menurut lo semua cewek itu cakep, kenapa lo malah suka sama Matcha?" tanya gadis itu tanpa sadar. Kelvin yang awalnya merasa pembicaraan tentang itu sudah berakhir jadi menoleh kembali padanya.

Kelvin mengernyit, "Maksudnya?" tanyanya bingung.

Gisella tidak langsung menjelaskan, agak merasa bersalah juga karena sudah mengatakan hal itu. Lagipula kalau ia pikir, suka-suka Kelvin dong kalau mau suka sama siapa. Kenapa malah dia yang atur.

"Gimana Gis?" tanya Kelvin sekali lagi.

Gisella menggigit bagian bawah bibir dengan kepala menunduk, "Matcha kan cantik, lo juga lebih suka yang cantik kan?" tanya Gisella akhirnya.

Untungnya Kelvin tidak marah karena pertanyaan itu. Ia malah mengangguk-angguk mengerti.

"Tapi gue suka sama Matcha bukan karena dia cantik," ucapnya pelan.

Gisella menoleh ke arah pemuda itu, "Trus kenapa?"

Kelvin tersenyum sedikit karena membayangkan kejadian hari itu, "Karena dia orang yang pertama ngajakin gue ngobrol di sekolah," katanya pelan membuat Gisella mengerutkan kening.

Pemuda itu berdehem lalu membenarkan duduknya, "Seperti yang lo tau, gue orang yang pendiam dan gak punya banyak teman, karena itulah di hari pertama sekolah gue jadi kebingungan karena gak tau mau nanya informasi ke siapa," jelas Kelvin.

Me Vs Inscurities [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang