#Sembilan

1.6K 290 13
                                        

Bismillah...

Abyan baru saja masuk ke kelas saat teman-temannya sudah sibuk menyusun meja dan kursi untuk pelajaran selanjutnya. Kedua alis pemuda itu terangkat saat melihat Gisella yang terlihat kepayahan menarik meja dan kursi ke arah depan.

Abyan lalu mendekati gadis itu dan berdiri di belakangnya. "Butuh bantuan?" ucapnya membuat Gisella seketika menoleh lalu tersenyum sedikit.

"Gak apa-apa, gue bisa sendiri kok," jawabnya pelan. Abyan berdehem kikuk.

"Okey," katanya.

Abyan lalu memutuskan untuk ikut menyusun kursi dan meja membentuk letter U. Gisella sendiri duduk di depan kelas bersama Cika, Kelvin dan Yara karena hari ini adalah giliran kelompok mereka yang tampil.

Setelah selesai merapikan meja Abyan duduk berderetan dengan kelompoknya, di sebelah kirinya Andini sedangkan di sebelah kanannya ada Ashila yang sibuk mengobrol dengan kelompok lain.

"Din, minggu depan kelompok siapa?" tanya Abyan.

Andini bergumam, "Seingat gue masih kelompoknya Roni, abis itu baru kita," jawab gadis berhijab itu. Abyan membulatkan mulut.

"Ooh gitu."

Andini mengangguk lalu tersenyum manis saat teringat sesuatu.

"Ah iya, by the way lo nanti pulang sekolah ikut besuk Bu Bella gak Yan?" tanyanya. Abyan menggeleng.

"Enggak Din, ada kerjaan," jawabnya. Andini mendesah pelan.

"Yaah, gue gak ada tebengan dong."

"Ashila gak ikut?" tanya Abyan balik.

"Ikut sih, tapi ..."

Gadis itu tanpa sadar melirik ke arah Roni membuat Abyan jadi mengikuti arah pandangannya dan mengangkat alis.

"Lo maunya pergi sama Roni?" tebak Abyan begitu saja membuat Andini mendelik kaget.

"Eh? Gak gitu, gue-"

Abyan tertawa lebar.

"Pura-pura nanyain gue padahal sebenarnya pengen pergi sama Roni, gak gue sangka, Roni absurd begitu ternyata ada yang naksir," ledeknya. Andini melongo.

"Apaan sih, siapa yang naksir?"

"Roni!"

Andini hampir saja mengumpat saat Abyan langsung meneriaki nama itu. Buru-buru ia segera mengalihkan pandangan karena malu modusnya sudah terbaca oleh Abyan. Abyan terkekeh sambil melirik sejenak ke arah Andini sebelum menatap Roni yang sudah menoleh ke arahnya.

"Apa Yan?" jawab Roni yang duduk tak jauh darinya.

"Lo nanti ke rumah Bu Bella sama siapa? Belakang lo masih kosong gak?" tanya Abyan santai. Sedangkan di sebelahnya Andini sudah gemas ingin menabok kepalanya dengan buku cetak.

Roni mengerjap bingung, "Kosong sih, kenapa? Mau nebeng?" tanyanya balik. Abyan menggeleng.

"Bukan gue, tapi yang lain," ucap Abyan. Roni mengangkat alis tinggi.

"Siapa?"

Abyan lalu melirik ke arah Andini membuat mata Roni membulat kaget.

"Serius?" tanya Roni tak percaya. Abyan mengangguk.

"Gimana? Mau nggak?" tanya Abyan.

Roni berdehem sambil mengusap tengkuknya salah tingkah, "Hem, boleh sih," jawabnya.

"Tuh Din, boleh katanya," ucap Abyan usil. Andini diam saja, ia terlihat pura-pura sibuk membaca buku cetak meski wajahnya terlihat jelas sudah memerah malu.

Me Vs Inscurities [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang