#TigaPuluh

1.3K 242 24
                                        

Bismillah...

Nino lalu menceritakan semuanya. Tentang apa yang terjadi di pesta ulang tahunnya empat tahun lalu, tentang usahanya untuk meminta maaf pada Gisella, tentang Papa Gisella yang memutus persahabatannya dengan Papa Nino agar Nino tak bisa bertemu Gisella, dan tentang kecelakaan Mama Gisella yang baru pemuda itu ketahui penyebabnya karena pertengkaran mereka.

Selama Nino menjelaskan, Gisella sesekali menggerakkan kepala untuk mengangguk sebagai tanda bahwa ia masih mendengarkan kalimat Nino, walau selebihnya gadis itu hanya diam sambil menatap kosong ke arah Nino membuat pemuda itu merasa semua penjelasannya berakhir sia-sia.

Di akhir pertemuan itu, Abyan lalu mengakui jika ia yang merencanakan pertemuan keduanya, membuat Gisella beberapa saat memasang ekspresi kecewa walau buru-buru gadis itu menguasai ekspresi dan menampilkan seolah dirinya baik-baik saja.

Setelah pembicaraan selesai, Gisella langsung bangkit dari duduknya dan pulang tanpa mengatakan apapun, meninggalkan Nino dan Abyan yang hanya bisa menghembuskan napas pasrah.

"Maaf ya gue bikin hubungan lo sama Gisella jadi kacau," kata Nino merasa bersalah. Abyan tersenyum tipis lalu menepuk bahu teman barunya itu pelan.

"Gak apa-apa, gue justru merasa lebih kacau kalau masalah lo sama Gisella gak selesai-selesai," ujar Abyan santai.

Nino menghela napas, "Apa menurut lo misi kita berhasil?" tanya pemuda itu pelan.

Abyan mengangkat bahu, "Entahlah, tapi gue yakin kalau misi ini akan menjadi langkah awal yang baik untuk kalian berdua," katanya.

Nino tersenyum tipis. "Semoga," ucap Nino.

🐻🐻🐻

Meski selama di kafe Gisella terlihat baik-baik saja, nyatanya tangan Gisella terus gemetar sejak tadi, bahkan satu-satunya hal yang membuat gadis itu masih tahan duduk berlama-lama di dekat Nino hanya karena Abyan yang duduk menemaninya.

Tapi pada akhirnya Abyan sama saja. Bahkan pemuda itu pula yang merencanakan pertemuan Nino dan Gisella, membuat Gisella yang awalnya merasa besar hati karena diajak ke kafe oleh Abyan merasa seperti orang bodoh.

Karena khawatir ia akan menabrak lagi jika membawa motor dengan tangan gemetar, Gisella memutuskan untuk menepikan motornya di sebuah taman untuk menangkan diri terlebih dahulu. Nanti setelah tubuhnya tidak tremor lagi barulah gadis itu melanjutkan perjalanan.

Saat sedang menunggu tubuhnya tenang, tiba-tiba Tiara muncul di depannya sambil berlari-lari kecil membuat keduanya bertatapan kaget. Tiara mengenakan celana training panjang dengan baju lengan pendek, rambutnya ia ikat tinggi membuat Gisella yakin gadis itu sedang olahraga sore-sore begini.

"Lho, Gisella? Ngapain lo duduk sendirian di sini?" tanya Tiara sambil melangkah menghampiri Gisella dan duduk di sebelahnya. Gisella berdehem, agak kaget karena gadis itu yang membuka pembicaraan lebih dulu, padahal Gisella pikir Tiara akan melengos saat melihatnya, mengingat prilaku teman sekelasnya itu suka mengomentari Gisella ini itu di sekolah.

"Ehm, gak ada sih, pengen duduk-duduk aja," jawab gadis itu canggung.
Tiara membulatkan mulut, "Ooh gitu, gue kira lo lagi nungguin Abyan," celetuknya santai lalu meminum air mineralnya. Gisella sendiri tidak menanggapi celetukan itu, mendengar nama Abyan malah membuatnya sedih lagi.

"Eh, by the way, lo ada hubungan apa sih sama Abyan?" tanya Tiara tiba-tiba membuat Gisella yang murung karena celetukan gadis itu jadi mendelik kaget.

"Maksud lo?" tanya Gisella tidak mengerti.

Tiara mengibaskan tangan santai, "Gak usah pura-pura gak paham, kelihatan jelas kok," katanya. Gisella mengerutkan kening, merasa benar-benar tidak mengerti.

Me Vs Inscurities [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang