#Tiga Puluh Dua

1.3K 241 45
                                        

Bismillah...

"Lif, lo beneran gak masalah nih?"

Gisella berdiri di ruang tamu Alif dengan ekspresi shock. Menatap teman-teman sekelasnya yang sukses membuat rumah Alif seperti kapal pecah. Ada yang main kartu uno dan sudah belepotan tepung sebagai hukuman, ada yang heboh rebutan PS di ruang tv, ada yang berenang dan berteriak heboh di kolam belakang dan ada juga yang berekspresimen memasak entah apa di dapur membuat Gisella berfikir keras bagaimana cara Alif membereskan semua kekacauan ini nanti.

Tapi bukannya marah Alif malah tersenyum manis melihat kehebohan yang diciptakan oleh mereka. "Gak apa-apa, gue malah senang karena rumah gue rame," jawab Alif ceria.

Gisella menelan ludah. Apa Alif sebegitu kesepiannya menjadi anak tunggal di rumah besar ini sampai senang melihat keliaran teman-temannya? pikir Gisella kasihan.

Alif lalu menoleh, menatap Gisella yang masih shock, pemuda itu tersenyum lagi, "Lo juga boleh main apa aja kok Gis, nanti sore pembantu gue datang, jadi lo tenang aja," kata Alif ramah lalu berlalu dari sisi Gisella untuk melerai teman-temannya yang mulai bertengkar di ruang tv.

Mendengar jawaban Alif barulah Gisella bisa menghembuskan napas lega, "Gue kira Alif yang bakalan beresin ini sendirian, baguslah kalau enggak," ucap Gisella lega.

Gadis itu lalu mulai berkeliling, mampir ke semua tempat bermain yang sudah dimonopoli anak-anak kelasnya. Untuk awalan Gisella memutuskan untuk menghampiri Yara yang sedang memasak di dapur bersama tiga cewek kelasnya, ada Ashila, Andini dan Indri.

"Masak apa hari ini bunda?" tanya Gisella pada Yara yang sedang melelehkan coklat. Yara terkekeh.

"Brownies kukus," jawabnya, "Alif suka banget sama makanan yang manis-manis, jadi gue mau bikinin itu," sambungnya lalu tertawa malu-malu membuat Gisella jadi ikut tertawa.

"Lo udah pernah bikin brownies Ra sebelumnya?" tanya Gisella yang melihat dapur super berantakan karena tepung dan adonan yang berserakan dimana-mana. Gisella meringis, ia harap Alif punya tiga orang pembantu karena kalau semua ini dibereskan sendirian sama saja dengan penyiksaan.

Yara menggeleng santai, "Belum sih Gis, tapi Indri bilang dia udah sering bikin brownies," kata Yara. Gisella membulatkan mulut.

"Oh gitu, ya udah deh, good luck browniesnya, gue ke yang lain dulu ya," ucap Gisella yang dibalas acungan jempol oleh Yara.

Dari dapur Gisella lalu melangkah menuju kolam yang ada di belakang rumah Alif. Sebagian besar teman-teman kelasnya berkumpul di sana,entah untuk berenang atau duduk-duduk saja sambil bergosip di pinggir kolam.

"Gisella sini deh!" panggil Tiara saat melihat Gisella datang.

"Kenapa Ra?" tanya Gisella sambil mendekat ke arah kerumunan cewek-cewek yang sedang bergosip di pinggir kolam. Tiara berdehem-dehem sambil memperbaiki tempat duduknya. 

"Jadi tadi kami tuh sedang melakukan penelitian tentang cowok paling keren di antara mereka, nah menurut lo siapa?" tanya Tiara setengah berbisik sambil menunjuk ke anak-anak cowok yang sedang heboh bermain lempar bola.

Gisella mengangkat alis, "Kalau menurut lo siapa?" tanyanya balik.

Tiara tersenyum malu-malu, "Kalau menurut gue sih Roni, di kelas dia kelihatanya biasa-biasa aja kan, bobrok banget, tapi ternyata kalau lagi berenang jadi cakep banget gak sih?" kata gadis itu membuat cewek-cewek yang berkumpul di sekitarnya jadi bersorak heboh.

Gisella bergumam, masih belum mau menjawab, "Kalau menurut lo siapa Lid?" tanyanya pada Lidya yang sedang curi-curi pandang ke arah anak cowok.

Lidya mendelik, "Oh, gue? Kalau menurut gue Alif sih," katanya  membuat yang lain kembali heboh.

Me Vs Inscurities [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang