#TigaPuluhEmpat

1.2K 241 27
                                        

Bismillah...

Gisella berdiri di depan mading,membaca daftar nama teman-teman yang akan sekelas dengannya di semester ini dengan ekspresi serius.  Matanya langsung berbinar saat menemukan nama Abyan di kelas XII IPA 1 membuat gadis itu lebih fokus membaca walau akhirnya ia mendesah pelan karena nama Gisella Athanasia tidak berada di kelas yang sama dengannya.

Gadis itu lalu beralih ke kelas XII IPA 2, setidaknya meski tak sekelas dengan Abyan, Gisella masih ada harapan untuk sekelas dengan Yara. Namun lagi-lagi harapan itu kandas. Nama Yara berada di kelas XII IPA 4 sedangkan Gisella berada di kelas XII IPA 2.

Melihat ekspresi putus asa gadis itu, Kelvin yang sejak tadi berdiri di sebelahnya jadi tak tahan untuk berceletuk, "Seenggaknya lo bisa pura-pura senang karena sekelas sama gue," ucapnya datar membuat Gisella mengalihkan tatapannya dari mading ke wajah Kelvin.

Mata gadis itu mengerjap-ngerjap, "Emang kita sekelas?" tanyanya polos membuat Kelvin mendengus pelan.

"Iya, absen kita bahkan cuma terpaut tiga nomor," kata pemuda itu sambil menunjuk namanya dan nama Gisella yang berada di deretan yang sama.

Ekspresi Gisella langsung berubah semringah saat mengetahui hal itu, "Alhamdulillah, untung kita sekelas, gue tadi hampir mau nangis tau Vin karena gak ada yang gue kenal," kata Gisella haru. Kelvin terkekeh.

"Dasar, gak usah sampai nangis juga," kata cowok itu gemas lalu tanpa sadar mengetuk kepala Gisella  membuat gadis itu merengut.

Gisella dan Kelvin lalu melanjutkan obrolan sambil berjalan ke kelas mereka, tanpa tau dari kejauhan ada sepasang mata yang memperhatikan keduanya dengan senyum tipis.

🐻🐻🐻

Bel istirahat pertama berbunyi nyaring membuat Gisella langsung merebahkan kepala di atas meja. Ia benar-benar merasa lelah saat ini karena tadi tiba-tiba ditunjuk menjadi bendahara kelas hanya karena mengenakan jam tangan bermerk ke sekolah.

Gadis itu mendengus pelan mengingat hal itu. Bayangkan, masa cuma karena jam tangan ia ditunjuk jadi bendahara? Apa korelasinya jabatan dan jam tangan?

Gisella mengerucutkan bibir lalu mengubah posisi kepalanya jadi miring ke kanan, menatap teman sebangkunya yang baru ia kenal hari ini. Namanya Naila, gadis itulah yang tadi mengusulkan nama Gisella menjadi perangkat kelas karena jam tangan yang dikenakannya.

"Nai, serius deh, sebenarnya kenapa sih lo milih gue jadi bendahara?" tanya Gisella pada Naila membuat gadis itu melirik ke arahnya.

Naila bergumam, "Hem, ya karena lo orang kaya, bendahara kan jabatan orang kaya Gis, jadi kalau misalnya uang kas ilang lo bisa gantiin," ucap gadis itu tanpa beban membuat Gisella ternganga.

"Kayaknya kalau uang kas ilang gue bakal curiga sama lo deh," lirihnya. Naila tertawa.

"Sembarangan," ucap Naila lalu tiba-tiba memasang ekspresi serius, "eh tapi kalau gue lagi kepepet kayaknya ide lo boleh juga Gis," ujarnya sambil mengedipkan sebelah mata membuat Gisella mendengus.

"Btw lo gak ke kantin?" tanya Naila balik. Gisella mengangguk lalu menegakkan tubuhnya.

"Iya, tapi nungguin Kelvin dulu," jawab Gisella sambil mengedikkan dagu ke arah Kelvin yang masih berbicara dengan wali kelas.

Fyi, cowok itu juga dipilih menjadi perangkat kelas dengan alasan tak kalah absurdnya dengan Gisella. Kelvin menjadi ketua kelas hanya karena salah seorang cewek di kelas mereka berceletuk, "Ketua kelas kita yang cakep dong, image kelas kan diwakili oleh ketua kelas guys, jadi gue vote Kelvin, ehehe," yang anehnya celetukan asal itu malah disetujui oleh seisi kelas termasuk Gisella sendiri.

Me Vs Inscurities [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang