#DuaBelas

1.6K 263 21
                                        

Bismillah...

Gisella berjalan tenang menuju kelas sambil memeluk dua novel teenlit, gadis itu baru saja balik dari perpustakaan. Sebenarnya tadi Yara bersamanya, namun gadis itu tiba-tiba dicegat oleh anak PMR untuk membicarakan sesuatu membuat Gisella harus balik ke kelas sendirian.
"Gis!"

Panggilan itu membuat Gisella berhenti melangkah lalu menoleh ke belakang. Kedua alisnya terangkat saat melihat Kelvin sedang berjalan ke arahnya.

Meski sempat akrab karena pernah satu kelompok di pelajaran agama, namun setelah presentasi selesai mereka jadi jarang berkomunikasi.  Bukan karena saling menjauh tapi keduanya sama-sama tidak punya sesuatu hal yang perlu dibicarakan. Terlebih Kelvin agak pendiam membuat Gisella canggung menyapanya duluan. Karena itulah, melihat Kelvin tiba-tiba menyapanya Gisella kembali salah tingkah.

"Ada apa Vin?" tanya Gisella dengan kepala menunduk. Enggan menatap teman sekelasnya itu.

"Ada yang mau gue obrolin tapi sambil jalan aja, lo mau ke kelas kan?" tanya Kelvin dengan nada datar seperti biasa.

"Iya," jawab gadis itu pelan.

Keduanya lalu berjalan bersisian menuju kelas namun Kelvin masih belum membuka pembicaraan membuat Gisella yang selalu tidak nyaman berdua saja dengan cowok mulai gelisah.

Menyadari Gisella yang berjalan di sebelahnya terlihat tak tenang Kelvin melirik gadis itu. "Lo masih gak nyaman ya sama gue?" ucapnya pelan.

"Eh?" Gisella tersentak lalu reflek menoleh ke arah Kelvin, namun saat melihat Kelvin tengah menatapnya juga, gadis itu buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"Eng ... sedikit," jawab Gisella membuat Kelvin tersenyum kecil.

"Ya udah, karena lo gak nyaman, gue langsung aja, lo member english club kan?" tanya Kelvin. Gisella mengangguk kuat.

"Lo kenal Celsi?" tanya Kelvin lagi. Gisella diam sejenak.

"Celsius Putri Darajat?" tanya gadis itu memastikan. Kelvin mengangguk.

"Iya."

"Kenal, dia lumayan dekat sama gue, kenapa gitu?" tanya Gisella, agak bingung kenapa tiba-tiba Kelvin membahas adek kelas yang berada dalam satu ekskul dengannya.

Apa jangan-jangan Celsi gebetannya Kelvin? pikir gadis itu sambil menyipitkan mata curiga ke arah teman sekelasnya itu.

Namun kalimat Kelvin selanjutnya berhasil membuat analisis Gisella hancur seketika. "Celsi itu adek kandung gue," ucapnya.

Gadis itu membulatkan mata, "Hah? Serius?" tanya Gisella kaget.

Kelvin mengangguk tenang. "Iya, kenapa? Gak mirip ya?" tanya Kelvin seolah sudah terbiasa dengan reaksi itu.

Gisella menelan ludah. Berbeda dengan Ghea dan Gisella yang terlihat tidak mirip dalam artian yang tidak menyenangkan, Kelvin dan Celsi terlihat berbeda tapi dalam artian yang sama-sama bagus.

Kelvin terlihat seperti cowok oriental pada umumnya, bermata sipit, berkulit putih dan bertubuh tinggi. Sedangkan Celsi terlihat seperti keturunan barat. Matanya bahkan berwarna coklat terang dengan rambut pirang yang terlihat mencolok di antara orang-orang.

"Papa gue keturunan cina sedangkan Mama ada keturunan belanda makanya gue sama Celsi bisa kelihatan beda banget," jelas Kelvin kemudian. Gisella membulatkan mulut.

"Oh pantesan," ucapnya tanpa sadar. Kelvin mengerjap bingung.

"Pantesan maksudnya?"

"Pantesan dua-duanya cakep," jawab Gisella jujur.

Me Vs Inscurities [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang