Bismillah..
Empat tahun yang lalu.
"Nanti kalau pestanya udah selesai langsung telfon Mama ya Gis, jangan keasyikan main sama Nino."
Gisella tersenyum lebar mendengar nasehat itu lalu memeluk mamanya erat. "Iya Ma, nanti bakalan langsung Gisella telfon," janjinya.
Mama balas tersenyum lalu mengelus kepala gadis itu sejenak. "Ya udah, Mama pergi dulu ya, have fun," ucap Mama lembut lalu kembali masuk ke mobil dan melambaikan tangan ke arah Gisella sebelum melajukan mobilnya.
Gisella balas melambaikan tangan sampai mobil sang Mama hilang di tikungan, lalu bersenandung riang sambil masuk ke dalam gedung tempat pesta ulang tahun Nino diselenggarakan.
"Apa make upnya terlalu tipis ya? Kok Mama gak komentar apa-apa sama make up aku?" lirih Gisella sambil mematut dirinya di dalam lift. Gadis itu mengerucutkan bibir untuk melihat lipstiknya lebih jelas dan tersenyum kecil kemudian.
"Mungkin Mama sadar tapi gak komen apa-apa biar aku gak malu," katanya lalu terkekeh sendiri.
Sesampainya di lantai lima, tempat pesta ulang tahun Nino diadakan, Gisella langsung mencari sahabatnya itu. Ia mengedarkan pandangan lalu tersenyum senang saat melihat para tamu undangan belum terlalu banyak karena gadis itu memang sengaja datang lebih cepat.
Sebenarnya setelah memberikan kado untuk Nino Gisella ingin langsung pulang. Ia tidak mau berlama-lama di pesta itu karena tidak ingin bertemu dengan teman sekolah Nino. Terakhir kali Gisella bertemu dengan sekolah Nino, mereka mencibirnya. Mengatakan jika Gisella tidak cocok dengan Nino dan berbisik-bisik mengejek saat melihat Nino berjalan dengan gadis itu.
Gisella menarik napas lalu menghembuskannya cepat. Setidaknya teman dekat Nino tidak jahat padanya. Mereka bahkan selalu membela Gisella jika Nino tidak ada bersamanya.
Karena tidak menemukan Nino di lantai lima Gisella memutuskan untuk turun kembali ke lantai satu. Saat baru saja hendak mencari Nino ke kolam berenang, tanpa sengaja gadis itu melihat Evan --salah satu teman Nino-- sedang berjalan ke arah lift.
"Evan!" panggil Gisella agak keras.
Pemuda dengan rambut cepak itu langsung menoleh dan tersenyum kecil saat melihat Gisella.
"Oh, hai!" kata cowok itu ramah. "Mau ikut ke atas?" tanyanya sambil mengedikkan dagu ke arah lift.
Gisella menggeleng, "Aku mau ke kolam," jawab gadis itu.
"Ngapain?" tanya Evan bingung.
"Nyari Nino," jawabnya.
"Ngapain dia ke kolam malam-malam begini?" tanya Evan makin bingung. Gisella tertawa kecil.
"Aku gak tau dia dimana, tapi dia belum ke atas, jadi aku coba cari ke kolam, siapa tau di di sana," jelas gadis itu.
Evan membulatkan mulut. "Oh ya udah, aku gak jadi naik deh, ikut kamu aja," putus Evan akhirnya membuat Gisella terkekeh.
Evan dan Gisella lalu berjalan menuju kolam. Mereka agak berputar-putar dulu di sana sebelum berhasil menemukan Nino yang ternyata memang sedang duduk agak jauh dari kolam bersama teman-teman cowoknya yang lain. Evan jadi menatap Gisella takjub.
"Instuisi kamu keren banget Gis, bisa langsung ketemu gini," ucap Evan. Gisella tersenyum bangga.
"Iya dong, kan kami sahabatan dari kecil, jadi aku udah tau dia bakalan kemana kalau lagi bosan," ucapnya.
Evan mencibir, "Ya deh, ke sana yuk?" ajaknya. Gisella mengangguk.
"Ayuk!"
Namun baru saja hendak bergabung dengan semuanya, tiba-tiba salah satu dari mereka berceletuk aneh membuat langkah Gisella dan Evan langsung terhenti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Me Vs Inscurities [SELESAI]
Teen Fiction"Sebenarnya siapa sih yang bikin defenisi cantik itu putih? Kayaknya kalau gue ketemu orangnya bakalan gue hajar." ...... Sejak kecil, Gisella sudah terbiasa diejek oleh teman-temannya. Wajahnya yang tidak secantik saudaranya membuat Gisella merasa...
![Me Vs Inscurities [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/233195282-64-k931990.jpg)