11//tak enak hati

2.2K 107 0
                                        

jangan lupa:
1).komen
2).vote
3).follow

Typo pasti ada:)

Happy reading semuanya..

______

Reynal memakan makanan yang dibuat oleh Safira tadi, dirinya memakan dengan lahap.

"Ternyata disini dingin banget ya sa, Padahal gak musim salju."

"Iya."

"Dingin tapi kamu masing pakai celana pendek seperti itu?"

"Saya gak ngerasa dingin banget."

"Kamar kamu ada balkonnya?"

"Ada."

"Bentar."

Setelah selesai makan reynal menuju dapur untuk mencuci piring yang dia kenakan tadi dan kembali ke ruang tv.

"Nih."

"Apa?" Tanya Safira

"Teh hangat."

"Makasih."

"Sama-sama, ke balkon yuk sa."

"Boleh."

"Sudah lama gak lihat bintang dimalam hari." Ucap Safira. Tangannya memegang besi yang melingkar.

"Memangnya bintang kalau siang ada?"

"Iya juga ya." Ucap Safira diakhiri kekehan.

"Kamu suka malam?"

"Suka banget."

"Kenapa?"

"Karena malam itu tenang, damai. Seperti obat selalu membuat candu penikmatnya merasakan kebahagiaan. Kek beban yang kita ingat semua dunia seperti bebas. sementara, Tapi sayang kita hanya bisa merasakan itu hanya sesaat dan berikutnya kita terhempas oleh mimpi-mimpi."

"Bisa dibikin quotes sa." Ucap reynal dengan kekehan ringan.

"Iya."

"Tapi saya disini bisa untuk kamu selamanya sa, bukan hanya sesaat bahkan kamu bisa melihat aku setiap hari setiap waktu setiap detik bahkan." Ucap reynal dengan memainkan alisnya.

"Mbell."

"Saya serius sa."

"Hmm."

"Kalau nanti ada bintang jatuh aku akan berharap saya sama kamu akan dipersatukan dan tidak bisa ada yang memisahkan kecuali maut dan kita bahagia selamanya." Ucap reynal.

"Amiin." Ucap Safira dalam hati.

"Bintang jatuh sa." Kaget reynal dan langsung memejamkan matanya dan tersenyum menatap langit. Safira hanya memandangi wajah pria itu dari samping tampak lah kebahagiaan disana.

"Semoga menjadi kenyataan, Kalau kamu gak mau berjuang. Aku berjuang sendirian demi kamu Dan menjadi kita suatu saat nanti aku akan lakukan sa. Lebih bagus lagi kalau kita berjuang bersama-sama." Ucap reynal. Safira membalas senyuman manisnya dan mengangguk pelan.

"Pemandangan nya bagus banget pak."

"Iya bagus, Bahkan saya lebih dibuat takjub dengan seseorang yang ada disamping saya."

"Siapa?"

"Gak usah sok polos gitu." Ucap Reynal dengan mengacak-ngacak rambut gadis itu. Membuat sang Empu mengerucut bibirnya dan mendengus kesal.

"Bibirnya dikondisikan mau saya cium?" Ucap Reynal dan langsung saja Safira menutupi mulutnya dengan kedua tangannya. membuat reynal terkekeh kecil melihat tingkah gadis yang ada disampingnya itu.

My Husband CEO [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang