29//masalah Gibran

1.5K 56 0
                                        

jangan lupa:
1).komen
2).vote
3).follow

Typo pasti ada:)

Happy reading semuanya..

______

Siang ini Safira sudah berada di lokasi pemotretan nya. Jujur Safira sangat canggung tapi dirinya harus prefesonal dalam kerja.

Dan saat ini keduanya berada di restoran, awalnya Safira menolak tetapi dengan yusfi memasang wajah memelas membuatnya tidak tega, apa salahnya cuma makan bersama? Oh..fikiran Safira benar-benar kacau. nolak gak enak diterima takut yusfi akan berharap lebih kepada nya sampai akhirnya Safira mengiyakan.

"Gimana?" Tanya yusfi.

"Apanya?"

"Jawaban buat yang kemarin."

"Emm..gimana ya..maaf banget, Aku gak bisa yus, Aku udah nikah."

Yusfi kecewa dengan jawaban Safira.sangat-sangat kecewa.

"Gue gak perduli Lo udah nikah apa belum fir." Ucap yusfi didalam hati. "Gue bakal dapetin Lo gimanapun caranya."

"Oh..iya gak papa."

"Gak marah?"

"Ya buat apa marah yakan?"

"Iya."

"Aku minta sesuatu sama kamu."

"Apa?"

"Setelah ini, Setelah semua yang pernah aku katakan sama kamu, Gak usah dipikirkan, Terus jangan canggung kalau ketemu aku, Aku mau kita berteman baik gak papa kan?" Safira mengangguk dan tersenyum, Hatinya terasa lega.

"Makasih ya, kamu bisa ngertiin keadaan, Semoga kamu dapat yang lebih baik dari aku."

"Iya."

////\\\\

Malamnya Safira sudah datang di acara pernikahan Gibran dengan memakai gaun warna pink dan reynal memakai tuxedo hitamnya. Reynal memeluk pinggang Safira dari samping bak pasangan yang romantis.

Berjalan mendekat mencari keberadaan Gibran dan bagaimana wajah istrinya. acara ijab Kabul sudah dilakukan tadi dan Safira tidak datang disaat itu.

Melihat Gibran dengan seorang perempuan yang sedang menyalimi para tamunya. orang yang diundang gak banyak mungkin orang-orang terdekat mereka.

"Selamat ya." Ucap Safira dengan tersenyum.

"Makasih."

"Tapi kenapa Lo sedih?" bisik Safira tepat ditelinga gibran

"Nanti gue cerita." Safira mengangguk.

Karena tamu undangan yang masih banyak dan ada baru datang, Safira dan reynal memilih duduk di bangku yang sudah disediakan dengan meja didepannya dan juga makanan yang begitu banyak.

Sendari tadi tangan Reynal tak pernah terlepas dari tautan tangan istrinya.

"Mas, gandeng mulu." goda safira

"Kenapa gak nyaman?"

"Bukan gitu, Aku juga gak bakal ilang."

"Jaga-jaga kalau kamu ilang aku gak ada penggantinya."

"Aku pengen makan mas."

"Mau apa?"

"Emmm..mie aja deh."

Rey Al melepaskan tangannya dan mengambil mie.

"Benar aku cicipi dulu."

"Gak mungkin juga ada racunnya."

My Husband CEO [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang