13//perhatian kecil

2.2K 100 0
                                        

jangan lupa:
1).komen
2).vote
3).follow

Typo pasti ada:)

Happy reading semuanya..

______

Sore ini Safira sudah mempersiapkan semua kebutuhan yang akan dia bawa untuk pemotretan diyogyakarta. Menaiki mobil dan dikendarai oleh Lala.

"La nanti kalau capek bilang ya, Gue mau tidur, ngantuk."

"Iya, santai."

"Kalau gak berhenti di pom bensin gitu ya."

"Iya fir."

Akhirnya safira menidurkan dirinya. Dengan menyandarkan punggungnya.

Bangun-bangun Safira sudah hampir sampai di hotel buat mereka istirahat.

"Udah, bangun fir."

"Hmm."

"Sudah yuk turun."

"Hah!"

"Udah sampai yuk turun." Safira mengangguk.

Selama berjalan menuju kamar mereka Safira mengomel terus-menerus karena Lala yang terus menyetir. Lala tak menghiraukan ocehan gak penting dari Safira.

"Udah lah fir, gak papa, Gue gak capek cuman berapa jam sih."

"Tapi kan lo jadi capek. Gue jadi gak enak masak lo yang nyetir." Kesal Safira "Kalau tahu gitu naik taksi aja."

"Ya ampun ini anak ya,
Udahlah fir, Kalau Lo gak mau diem gue pulang."

"Hah! Iya deh gue diem."

Dan membawa koper mereka kedalam hotel dan kamar mereka di lantai 7 no 301.

Safira memilih untuk menyegarkan badannya karena sesi pemotretannya dilakukan malam hari ini masih butuh waktu sekitar dua jam. Sebelum berangkat Safira dan Lala makan malam terlebih dahulu. Setelah itu langsung menuju ke lokasi yang jaraknya tak begitu jauh dari hotel mereka. Karena dengan sengaja mereka mencari yang dekat.

Sampailah mereka ditempat lokasi dan Safira segera untuk diberi Mike up dan berganti baju.

Disaat sesi pemotretan berlangsung. Lala hanya melihat dan mendengar kan getar telepon genggam milik Safira yang sudah beberapakali berbunyi. Lala tak berani karena itu privasi Walaupun Lala temannya tetapi juga dia tak berani untuk menyentuh privasi orang.

Tepat pukul 22.00 Safira sudah selesai untuk pemotretan dan langsung menuju hotel untuk istirahat.

Saat didalam kamar Safira membersihkan Mike up-nya.

"Fir tadi hp Lo bunyi terus."

"Siapa yang nelfon?"

"Itu, bunda."

"Oh. Bentar lagi deh."

Setelah wajahnya bersih dari Mike up Safira mengambil ponselnya dan ternyata benar banyak telepon masuk dari bunda reynal dan beberapa chatting. Safira memilih menelepon balik ke bundanya.

Telepon berlangsung..

Hallo, Assalamualaikum bunda

Waalaikumsalam sayang

Iya, Tadi bunda nelpon kenapa ya?

Kamu dimana, Kamu bisa ke rumah sakit, sekarang?

Siapa yang sakit Bun?

Reynal

Apa? k.kok bisa Bun?

My Husband CEO [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang