jangan lupa:
1).komen
2).vote
3).follow
Typo pasti ada:)
Happy reading semuanya..
______
Sudah dua minggu berlalu dan Safira masih belum sadarkan diri juga, masih setia dengan memejamkan matanya. Reynal berjalan sambil membawa buket bunga mawar.
"Pagi sa." Sapa reynal dan melangkahkan kakinya kemeja kecil disamping Safira dan meletakkan buket yang dia bawa tadi dan mengganti bunga yang sudah layu dengan yang baru. Setelah itu duduk di kursi sebelah gadis itu.
"Kamu gak bosen sa gini terus, Saya saja bosen. Kasihan kasurnya jadi kaya rempeyek gitu sa." Ucap reynal, Dan dia tahu gadis itu tidak mungkin menjawabnya.
"Masih lama ya mau istirahat, Mau sampai kapan? Jangan lama-lama dong. Kasihan semua orang udah nungguin sa. Saya tunggu kamu buka mata kamu sa."
Reynal merebahkan kepalanya di brankas sebelah tangan gadis itu. Tepat menghadap ke kiri melihat wajah gadis itu. Dipejamkan matanya. menikmati kesunyian yang sudah lama menghampirinya. dia berdoa agar gadis itu cepat membuka matanya. Reynal merasa nyaman dengan posisi nya. sudah dua Minggu ini dia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dan akhirnya dia terlelap begitu saja. tiba-tiba rasa kantuknya datang menghampirinya membuat tertidur pulas disampai gadis itu.
Pintu ruang an tersebut terbuka, Bram, Gani dan Santi masuk kedalam ruangan tersebut. Santi terkejut melihat anaknya terlelap tidur.
"Aduh, malah tidur."ucap Santi sambil mendekati anaknya dan hendak membangun kan.
"Tidak usah dibangunkan Santi, Biarkan saja dia tertidur mungkin dia capek, Terlihat dari wajahnya sudah beberapa hari sepertinya dia tidak bisa tidur nyenyak." Jelas Bram.
"Kalau gitu kita nunggu diluar saja. Mari." lanjut Bram.
Dan mereka berjalan keluar dan mendudukkan tubuhnya di bangku depan ruang ICU itu.
Reynal mengercapkan matanya, seperti nya dia tertidur dengan posisi yang kurang nyaman. Matanya melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 10:30 win dan berarti dia tertidur selama 3 jam dan tidak ada yang membangunkannya
Tut ..
Terdengar bunyi panjang dan nyaringnya dari layar monitor detak jantung. Layar monitor tersebut bergambar garis lurus, berwarna hijau, Dan saat itu detak jantungnya menghilang gadis itu tiada.
Reynal terkejut melihat itu, Ini tidak mungkin, Ini tidak nyata tolong siapapun bantu dia, Dia tidak bisa bernafas.
"SAFIRA BANGUN!" Ucap Reynal dan langsung memencet tombol merah didinding dekat brankar.
Reynal berlalu keluar dengan panik. Dan menggila memanggil dokter untuk segera datang. Bram, Yumna, Gani,Santi, Gibran,Faro, Alfi. yang melihat itupun ikut panik. ada apa?
Dokter dan suster berlari an ke ruang ICU, Setelah itu mereka langsung mengambil tindakan sebelum terlambat.
"Mohon semuanya untuk menunggu diluar." Ucap suster itu dan langsung menutup pintu.
Reynal semakin khawatir, Bahkan dia seperti orang yang lupa caranya bernafas. Reynal meninju dinding dengan keras sampai meninggal noda merah di dinding itu. Rasa sakit titangannya tidak sebanding dengan hatinya. Faro dan lainnya menghampiri reynal.
"Reynal, Kenapa?" Ytanya faro panik. Reynal tidak menjawab dan semakin keras meninju dinding.
"Gue tanya sama Lo. ADIK GUE KENAPA." Bentak Faro dengan kesabaran yang sudah habis.
Reynal menempelkan dahinya di dinding, lidahnya membeku untuk menjawab
Dia masih tidak bisa percaya dia terus merapalkan doa agar gadis itu masih bisa diselamatkan.
"Safira....detak jantungnya...menghilang." Jawab reynal lirih tanpa menoleh.
Mereka yang mendengar itupun syok, Reynal duduk di bangku dengan lemas, Otaknya tidak bisa berfikir
"Ini gak mungkin." Lirih Faro
"Lo bohong sama gue kan?" Ucap Faro. Reynal tak menjawab.
1 dokter dan dua suster masuk kedalam ruang ICU dengan terburu, saat sampai tak lupa menutup pintu agar tidak ada yang menggangu. sang suster mendekat ke arah gadis cantik itu. Walau wajahnya pucat.
Dokter mengencek pasien masih bernafas atau tidak. kemuadian memeriksa denyut nadi di leher. Pasiennya itu tidak bernafas tidak ada denyut nadi, Berarti dia mengalami henti jantung.
Dokter melakukan CPR pada Safira agar gadis itu kembali bernafas. Suasana semakin menegang. Dokter tersebut menggerakkan seluruh kemampuan untuk menolong pasiennya.
"Tolong siapkan defibrillator!" Ucap sang dokter
"Baik dok." Suster dengan tergesa-gesa mengambil defibrillator tersebut yang sudah tersedia dan langsung. Dipasangkan dan diberi ke dokter.
Defibrillator merupakan alat yang berfungsi untuk mengembalikan irama jantung yang tidak normal karena satu faktor. Orang yang tenggelam, shock karena kecelakaan, dan karena serangan jantung biasanya mengalami gangguan irama jantung.
Defibrillator bekerja dengan memberikan stimulus energi listrik dengan kadar tertentu untuk mengejutkan jantung sehingga kembali pada irama yang normal.
Dokter tersebut memeriksa respons dengan menepuk-nepuk bahu Safira sambil berbicara dengan suara keras untuk mengembalikan kesadaran gadis itu, kemudian periksa detak jadinya lagi.
Dokter itu menggesekkan 2 alat difibrillator lalu di tempelkan di dada safira. Hingga badannya terangkat. Lalu melihat monitor detak jantung yang belum merespon dari jantung Safira.
"Tolong naikkan tegangannya sus."
"Baik dok." Suster tersebut menaikkan tegangan nya
Dokter tersebut kembali menggesekkan alat itu,dan di tempelkan alat itu, Dan di tempelkan ke dada Safira. Lalu kembali melihat ke monitor ekg dan hanya bisa mernafas panjang
Faro mondar-mandir didepan ruang ICU, Jantungnya terus berdetak lebih kencang. Pikirannya terbang entah kemana. Alfi, Yumna, Santi tak bisa berhenti menangis, Reynal hanya berjongkok merapalkan doa agar gadis itu tidak apa-apa. tak lama pintu terbuka akhirnya terbuka, menampilkan wajah lelah dari sang dokter.
"Gimana keadaan adik saya dok? selamat kan dok?" Tanya faro.
Dokter itu menghela nafas panjang. sambil membenarkan letak kacamatanya. membuat faro dan lainnya menahan nafas, untuk mendengar jawaban dari dokter tersebut. Sebelum akhirnya berbicara...
"Kalian tenang dulu, pasien selamat." Ujar sang dokter. Faro dan lainnya menghela nafas lega.
"Alhamdulillah." Gumam semuanya
"Tadi pasien sempat kehilangan detak jantung, Tapi saya sudah defibrillator dan sekarang detak jantungnya kembali, Bisa dilihat dilayar monitor. Untung saja tadi masnya cepat memencet tombol farurat dan saya tidak terlambat datang. Akhirnya pasien selamat dan kembali bernafas."
Akhirnya juga, Reynal dan lainnya bisa bernafas dengan lega
"Kamu yang ngalamin tapi saya yang mau mati sa." Batin reynal.
"Untuk kedepannya, pasien pantau dari luar melalui kaca ini. Dan saya pantau dari cctv Takut hal tadi terulang lagi. Kalau begitu saya permisi."
"terimakasih dok."
Dokter dan dua suster itu pun pergi
////\\\\
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband CEO [END]
Novela Juvenil𝐅𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐜𝐚 BELUM REVISI _____ Pertemuan yang mungkin sangat tidak enak untuk di ingat-ingat bahkan mungkin harus dilupakan secara paksa. Pertemuan Safira Aditama Kyle dengan reynal arsen Wijaya sangat tidak mengenakka...
![My Husband CEO [END]](https://img.wattpad.com/cover/251925659-64-k699713.jpg)