34//emosi

1.7K 58 1
                                        

jangan lupa:
1).komen
2).vote
3).follow

Typo pasti ada:)

Happy reading semuanya..

______

Paginya Safira tetap memasak buat reynal. Memakan dengan keheningan Safira sudah mencoba untuk mengawali pembicaraan tetapi reynal tetap dingin dengannya.

Reynal sudah berangkat dari kantor sejak pagi setelah sarapan. Membuat Safira bosan dirumah sendirian dan tidak ada yang bisa dikerjakan. Sampai ada notif chat dari nomor yang tidak dikenal sampai akhirnya dirinya tahu pemilik nomer itu adalah ammar bahkan Ammar memberitahu informasi untuk datang ke kafe untuk acara reuni katanya.

Karena merasa bosan dan Safira mengiyakan.

Masuk ke kafe dengan mengedarkan pandangannya ke seluruh kafe dan berhenti di satu titik yang terdapat teman-temannya waktu SMA.

Safira menyalimi ala-ala anak muda seperti biasanya. bahkan mereka juga sudah ada yang menggendong anak mereka yang umurnya masih dibilang muda mungkin baru Bru lahir.

Safira mendudukkan bokongnya dihadapan ammar. pesanan yang memang sudah mereka pesan buat acara ini.

Jeni tidak mengikuti acara reuni ini dikarenakan dirinya sangat sibuk dengan skripsinya apalagi dengan perutnya yang masih sensitif.

Mereka duduk berlima dengan adanya Safira, Ammar, Anna, Lala dan anio pacar Anna padahal dulunya keduanya sangat jarang akur dan sekarang malah sebaliknya. jodoh gak da yang tahu bukan.

"Udah lama banget gak ketemu Yee kan." Ucap anio

"Pada sibuk semua sih." Ucap Safira

"Mereka gak sibuk cuma sok sibuk aja."

"Hahah."

"Nah Lo berdua dulu aja jarang akur eh sekarang malah jadian."

"Udah berapa lama?" Tanya lala

"Emm baru sih, 4 bulanan lah." jawab anio

"langgeng terus, ntar saling gorok kan gak lucu hahaha."

"Ya kan beda, sekarang saling sayang ya gak yang?"

"Iya juga. lagian nih ye mati juga gak papa kalau bareng dia mah."

"Gak salah denger gue? seorang Annabel bucin iyuihh." Ucap Safira.

"Kayak Lo gak pernah."

"Emang gak."

"Berarti Lo gak sayang beneran sama suami Lo."

"Sayang lah."

"Biar gue ramal aja, Safira sayang apa gak sama suaminya, gue kan bisa ramal."

"Masa? kok baru tahu gue?"

"Udah sini tangan Lo mana fir.""

Safira mengulur kan tangannya dan langsung dipegang Ammar dengan raut wajah seolah-olah memang dirinya seperti penerawang. tanganya meneliti setiap garis tangan Safira.

"Menurut garis tangan yang gue lihat, Safira bakal jadi jodoh gue dan sayang sama gue."

"Heh semprul!! udah punya suami dia." Ucap anio dengan menoyor kepala Ammar.

"Bercanda kali."

"Sekarang gue ramal bakal akan ada yang terjadi setelah ini."

Bug

Bug

Bug

Pukulan melayang begitu saja mendarat ke pipi Ammar.

My Husband CEO [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang