Esok paginya.
Bara berdiri didepan jendela kamarnya. Mengamati rumah Radinka. Ia terlalu malu kalau harus berpapasan dengan Radinka dan Alicia.
"Bara. Belum berangkat? Tumben?" Bara terlonjak saat Mama tercintanya tiba-tiba ada di kamarnya.
"Ini mau berangkat. Berangkat ya Mah." Ucap Bara sambil menyalami Mamanya itu.
Bara mengambil kunci motornya lalu berjalan keluar rumah.
Ia dengan cepat mengeluarkan motornya.
"Hai Bar!!" Bara membeku mendengar suara Radinka.
Bara melirik lewat spion. Terlihat Alicia tersenyum menahan tawa disamping Radinka. Tanpa pikir panjang, Bara tancap gas.
"Hahahahaha! Dia masih malu Li! Hahahahahaha." Tawa Radinka pecah.
Alicia disampingnya ikut tertawa.
"Pagi-pagi seneng banget." Tawa mereka terhenti karena mendengar suara Albi.
"Seneng dong. Ayo Li." Ajak Radinka sambil menarik tangan kiri Alicia menuju mobil Albi.
Merekapun melaju ke sekolah.
********
Sampai di sekolah.
Alicia jalan sendiri ke kelasnya karena Radinka lupa mengerjakan PR. Jadilah ia harus cepat menyalin PR.
"Haii Li." Sapaan Lezio langsung menyambutnya saat ia masuk ke kelas. Alicia tersenyum.
Kemudian matanya melihat perempuan yang namanya sama dengannya sedang tertawa bersama Bara.
"Eh Kak Alicia." Perempuan yang akrab disapa Cia itu menyapanya. Alicia membalasnya dengan senyuman. Lalu matanya melirik Bara.
Bara langsung salah tingkah. Ia memalingkan pandangannya.
"Eh! Pagi Bar!" Evan tiba-tiba muncul di pintu kelas Bara membuat semua anak menoleh. Evan tersenyum santai lalu menghampiri Bara.
"Tidur nyenyak Bar semalem?" Tanya Evan. Bara tidak menjawabnya. Evan terkekeh lalu menghampiri Alicia.
"Nyenyak dong pasti. Eh Li. Nih." Evan menyerahkan sekaleng susu padanya. Sepertinya Evan jadi rutin sekali membelikan Alicia susu kaleng begini.
"Lama-lama gue mabok susu." Gerutu Alicia.
"Biar cepet sembuh." Setelah mengatakan itu Evan pergi. Tidak lupa kembali menjahili Bara sebelum keluar dari kelas.
"Tadi pacar Kak Alicia ya?" Tanya Cia dengan polosnya membuat beberapa orang menoleh.
"Eh? Bukan kok. Evan temen." Jawab Alicia langsung.
"Baik banget Kak Evan." Puji Cia tanpa menyadari orang di sebelahnya melirik tidak nyaman.
"Udah sih lo sama Evan aja." Celetuk Mira. Alicia langsung memukulnya.
"Lambenya..." Mereka semua tidak tahu saja cinta Evan hanya untuk Radinka no debat. Walaupun Radinka dengan Bara, Evan tetap memberikan hatinya untuk Radinka.
"Btw itu Cia ngapain sih tiap hari kesini? Gak ada temen apa gimana?" Bisik Mira.
"Julid banget astaga Mira." Komentar Alicia. Mira hanya terkekeh.
"Tapi bener kata Cia sih. Evan beda banget ke lo. Kalau gak suka ngapain dia ngasih lo susu tiap hari? Waktu lo di rumah sakit dia suka nginep kan? Itu tandanya suka kan?" Tanya Mira dengan tatapan curiga.
"Hemm... gak sih menurut gue." Jawab Alicia santai.
"Lo mah! Cape ah ngomong sama lo." Mira mengerucutkan bibirnya kesal. Alicia langsung tertawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
INEFFABLE [COMPLETED]
Teen FictionMULAI REVISI PELAN-PELAN ************* Alicia menyukai semua bacaan fiksi. Mulai dari novel sampai komik. Menyukai semua genre mulai dari horror sampai romantis. Yang paling ia suka adalah fiksi remaja. Di umurnya ke 18 ini ia memang sedang mendamba...
![INEFFABLE [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/240269220-64-k167601.jpg)