Extra part

35.3K 3K 1.1K
                                        

Kaget gak tiba-tiba ada update tengah malem? Wkwkwk maafin ya updatenya tiba-tiba.

Selamat membaca semuaanya  💕💕💕

*********

Akhirnya hari yang ditunggu datang. Hari kelulusan.

Radinka dan Kanaya sudah bersiap dari pagi. Di hari kelulusan ini, Radinka memilih memakai kebaya maroonnya sementara Kanaya dengan warna navy.

"Udah selesai Din?" Tanya Albi yang hari ini bertugas mengantar dua perempuan yang sejak tadi pagi tidak selesai-selesai berdandannya.

"Papa nanti langsung ke sana?" Tanya Radinka masih sambil berkaca di depan cerminnya.

"Iya dari kantor langsung ke sana. Kalau udah selesai, ayo berangkat."

Radinka mengangguk lalu mengambil ponselnya. Radinka memang tidak membawa tas, berbeda dengan Kanaya yang membawa pouch dengan warna senada dengan kebayanya.

"Bentar Din. Gue tanya Papa gue dulu udah dimana."

"Lagian lo bukannya berangkat bareng ortu lo malah ke sini."

Kalau Radinka, tidak berangkat bersama Aksa karena Aksa memiliki suatu hal yang harus dikerjakan di kantor. Berbeda dengan Kanaya yang berangkat terpisah dengan orangtuanya karena mau numpang dandan di rumah Radinka. Padahal semua alat make up dibawa dari rumah Kanaya.

"Ayo. Ayo. Ayo kak berangkat." Kanaya memilih mengabaikan Radinka.

"Ih. Tungguin." Seru Radinka saat Albi dan Kanaya berjalan meninggalkannya.

*********

"Eh Bara tuh Bara. Duh pengen liat Bara deh." Kanaya dan Radinka sudah berada di dalam mobil tidak sengaja melihat gerbang rumah Bara terbuka.

"Kak Albi. Nanti pas di depan berhenti sebentar dong pengen liat Bara." Pinta Kanaya membuat Radinka mendengus.

"Heh Dinka lo tau gak? Cewek-cewek di kelas gue udah punya rencana mau foto sama Bara semua. Gila emang pasti Bara rame jobnya." Albi hanya terkekeh mendengarnya.

Tidak aneh memang kalau Bara diperlakukan seperti itu. Wajahnya itu sulit dilewatkan.

"Lo mau foto juga Nay?" Tanya Radinka.

Wajah Kanaya langsung berseri "Ya iyalah. Nanti gue pamerin ke orang-orang. Lo gak?"

"Dih gila kali. Ogah dah. Ntar dia jadi gede kepala." Cibir Radinka.

"Kak udahlah jalan jalan. Males banget liat muka si Bara." Kanaya tertawa.

Radinka dan Bara masih seperti itu. Sepertinya dendam lama Radinka masih melekat sehingga Radinka tidak berniat damai dengan Bara.

"Tuh lewat Baranya. Yah!!! Ketutupan!!" Pekik Kanaya saat melihat mobil Bara melintas.

"Berangkat nih?" Tanya Albi.

"Iya lah kak. Gak usah dengerin Kanaya." Jawab Radinka.

Akhirnya mereka berangkat. Radinka mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan pesan kepada seseorang.

Alicia. Hari ini gradu. Di sekolah baru lo kapan gradu? Nanti gue kasih foto-foto kita biar lo iri terus lo bales chat gue hehehe

Radinka tersenyum lalu mengirimnya. Selama setahun ini Radinka beberapa kali mencoba menghubungi Alicia. Walau tidak ada jawaban, tetap Radinka lakukan lagi.

"Dinka. Liat si Jay." Kanaya menyodorkan ponselnya yang menampilkan foto Jay sedang berpose.

"Jay!! Astaga! Lo pake apasih!" Pekik Radinka melihat setelah jas yang dipakai Jay mirip untuk acara resepsi nikah.

INEFFABLE [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang