Alicia sedang berdiri di lobby sekolah menunggu abang ojolnya datang.
Alicia termenung sambil menatap ke depan.
Ia masih belum sepenuhnya sadar kalau ia telah kembali ke dunia aslinya karena semua latar tempat terlihat sangat mirip.
"Li!!!" Alicia menegakkan tubuhnya lalu berbalik cepat.
Ketika melihat siapa yang memanggilnya, bahunya terkulai lemas.
"Nih nilai ulangan harian kemarin. Gua baru dikasih." Alicia menatap kertas ulangan yang diberikan ketua kelasnya itu.
Ia kira yang tadi memanggilnya adalah Evan. Rupanya bukan. Suaranya terdengar agak mirip.
"Nih. Malah bengong. Kesambet lo nanti. Serem." Alicia memegang kertas itu dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan.
Plak
Alicia dengan cepat memukul pipinya.
"Hei sadar Li. Ini dunia lo. Tadi mimpi lo" Ucap Alicia pada dirinya sendiri.
Drrttt
Drrtt
Ponsel Alicia bergetar. Rupanya itu dari abang ojolnya. Alicia tidak jawab telfonnya. Ia memilih langsung bergegas menghampiri abang ojol itu.
***
Alicia memandangi jalanan yang ia lewati untuk pulang ke rumah. Jalannya benar-benar terlihat sama. Bedanya, ia kini pulang sendiri. Tidak ada lagi teman pulang bersama seperti Radinka atau teman yang rela menghantarnya pulang seperti Evan.
Saat Alicia masuk blok rumahnya, tatapannya berubah sendu.
Tidak ada rumah Bara atau Radinka di sana.
"Hei Ali. Astaga!! Lo harus sadar. Ini seharusnya tetangga lo. Bisa tetanggan sama temen sekolah cuma ada di novel." Ucapnya setelah turun dari ojol.
"Wah!!! Akhirnya hahaha bisa pulang ke rumah hahahaha." Alicia memasang senyum lebarnya. Ia masuk ke dalam rumah kemudian beranjak menuju kamarnya. Ia merebahkan tubuh lelahnya di sana.
"Hmmm... Cape juga ya. Walaupun gue cuma ngalamin hal-hal aneh di mimpi, tapi capeknya kerasa banget." Gumamnya.
Alicia mengambil ponselnya dari dalam tas lalu melihat isi chatnya.
Ia tersenyum melihat kolom chatnya. Sepi.
Ia hanya berteman dekat dengan Flo. Flo jarang menghubunginya kalau tidak penting. Karena itulah kolom chatnya sesepi ini.
"Gue mimpi tapi kok jelas banget ya." Alicia bermonolog kembali.
Jarinya tanpa sadar menscroll daftar kontaknya mencari beberapa nama yang ia harapkan ada di sana.
"Efek kesepian begini kali yah."
Alicia menghela nafas.
Kini jarinya beralih pada aplikasi ia membaca novel online itu. Di sekolah tadi ia hanya sempat melihat komentar-komentar baru para pembaca tentang keanehan cerita. Ia belum sempat melihat keanehannya.
'Authornya gak waras. Gak konsisten. Gimana bisa cerita berubah dari awal sampai akhir. Udah gitu ditambahin tokoh baru. Gila kali yah'
Mata Alicia membulat membaca komentar itu. Jarinya bergerak cepat menuju part awal cerita.
"Ini... ini... INI!!" Pekiknya.
Ia masih ingat ini. Ini ada dalam mimpinya. Saat ia baru saja tersadar setelah terdampar di lingkungan aneh itu. Semua adegan yang ia alami itu tergambar dengan jelas dalam novel. padahal sebelumnya tidak seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
INEFFABLE [COMPLETED]
Teen FictionMULAI REVISI PELAN-PELAN ************* Alicia menyukai semua bacaan fiksi. Mulai dari novel sampai komik. Menyukai semua genre mulai dari horror sampai romantis. Yang paling ia suka adalah fiksi remaja. Di umurnya ke 18 ini ia memang sedang mendamba...
![INEFFABLE [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/240269220-64-k167601.jpg)