Something that can't express well

504 102 28
                                        

Restoran keluarga yang terinspirasi era Reinasance dan dipadupadankan dengan nuansa vintage kental, hari itu berlangsung riuh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Restoran keluarga yang terinspirasi era Reinasance dan dipadupadankan dengan nuansa vintage kental, hari itu berlangsung riuh. Siapa yang menyangka, selain Sohyun, bertepatan di hari itu juga ada pengunjung lain yang turut merayakan ulang tahun. Bedanya, teman bertanggal kelahiran sama dengannya itu murni orang asing. Mereka tidak saling mengenal diikuti perbedaan umur yang juga kentara. Bila Sohyun merayakan pertambahan umur yang menginjak usia dua puluh sembilan, maka pria yang berada di meja lain itu berusia dua kali lipat—lima puluh delapan tahun.

"Selamat ulang tahun, Bu."

Namun, selain persamaan tanggal, kesamaan lain antara Sohyun dengan pria baya itu, keduanya sama-sama merayakan hari sukacita itu bersama orang-orang terdekat. Pria itu dengan keluarga besarnya. Sementara Sohyun, di sisinya ada Ye Won dan Yoojung. Pengecualian dua pria—Minhyun dan Jimin—yang dianggapnya undangan belaka.

Sohyun tersenyum ketika gadis kecilnya yang bilang ingin ke toilet, nyatanya tiba dengan sebuah kejutan. Ye Won berjalan lamban mendekati Sohyun sembari membawa kue lengkap dengan lilin warna-warni yang menyala.

"Tunggu dulu!" Ye Won dengan tangkas melarang sesaat Sohyun hendak meniup lilin. "Ibu harus membuat permintaan dulu," lanjut Ye Won.

Sohyun manggut. "Baiklah."

Seperti permintaan putrinya, wanita berponi itu menutup mata selama beberapa detik.

"Sekarang apa boleh Ibu meniupnya?" Sesaat membuka mata.

Satu anggukan Ye Won lekas ditanggapi Sohyun. Ia pun meniup tanpa ragu, dibantu Ye Won yang turut senang saat lilin-lilin tersebut padam.

"Ini hadiah dariku!" Yoojung jadi orang pertama yang menyerahkan kado berbentuk kotak. Tidak terlalu besar. Di bagian tengah kotak yang telah dibungkus kertas kado berjenis fancy paper classic tertempel pita bewarna emas.

"Kau tidak perlu repot-repot, Yoo."

"Tenanglah, ini tidak seberapa. Sebagai gantinya, aku akan menagih kado yang lebih mahal saat ulang tahunku. Catat itu!"

Sohyun tergelak. Tipikal Yoojung sekali. Ini jadi salah satu sebab kenapa Sohyun tidak ingin Yoojung repot menyediakan kado. Tuntutan timbal balik yang mengerikan dan percayalah ini bukan basa-basi belaka.

"Terima kasih, Yoo." Sohyun merangkul Yoojung yang duduk di sebelah kirinya. Ia senang menerima syal cadillac pink berbahan satin lembut. Sangat elegan.

Selanjutnya Ye Won jadi orang kedua yang mendekat. "Dan ini dariku, Bu." Tanpa kotak seperti bibi Yoo, gadis kecil itu langsung menyerahkan gelang manik warna-warni. "Aku membuatnya di sekolah dibantu guru. Lihat! Aku juga punya bentuk yang sama!" Sambil mengangkat pergelangan tangan kirinya yang telah terpasang jenis gelang yang sama.

"Terima kasih, Sayang. Ibu senang sekali." Sohyun mengecup kedua pipi putrinya. Dibantu Ye Won yang langsung memasangkan, Sohyun dan putrinya tampil kompak mengenakan gelang di pergelangan tangan yang sama.

QUERENCIATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang