perpustakaan...
gudang...
kelas....
taman belakang ...
........
" hosh hosh kau dimana Hun? hosh hosh "
aku sudah berkeliling academy ini seharian mencari anak itu tapi tak kunjung aku temukan.
tunggu,.. hanya satu tempat yang belum aku periksa––
aku mendongak menatap salah satu kamar asrama laki-laki tepatnya dilantai 3.
–– kamar!
........
Tap Tap Tap!
Disinilah aku, kamar dengan angka 777.
menghela nafas kemudian membuka pintu kamar perlahan, menengok.
" Hamster, kau didalam? "
ternyata benar dugaan ku, jika dia ada didalam kamar asramanya, tempat pribadi dan privasinya berada, termasuk aku.
" pergilah! " ucapnya terdengar parau walaupun tegas tanpa berbalik dan bangkit dari tempat tidurnya.
ya, dia berbaring menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tanpa menoleh kearahku.
mendesah, segera aku mendekati dan duduk di sisi ranjang besarnya ini.
" maaf " ucapku mengelus surai peraknya tanpa takut karena aku tidak akan membeku oleh kekuatan nya itu.
Dia tersentak sebentar kemudian kembali normal. Diam tak bergeming.
karena tidak ada jawaban aku melanjutkan ucapan ku seraya mengelusnya.
" kau tahu, kau memang monster "
" ya, aku memang monster. karena itu per–– "
" lalu menurut mu aku apa? aku bahkan lebih dari sekedar monster "
dia terdiam tapi aku tahu dia masih mendengarkan ku
" dulu aku hidup bahagia bersama keluarga ku, tapi apa kau tahu apa yang terjadi selanjutnya? "
diam
" mereka mati–– hanya karena keegoisan ku sendiri "
" ...... "
" ya, mereka mati bukan membeku sepertimu Hun. mereka mati dan tak bisa kembali seperti keluargamu, mereka masih punya kesempatan tuk kembali karena mereka hanya membeku alias tidur "
" ...... "
yah, aku mengetahui hal itu dari buku perpustakaan istana sih
" yang hanya kau perlukan adalah keberanian Hun, hadapilah kekuatan itu dan janganlah takut, karena kekuatan itu bukan digunakan tuk menyakiti tapi melindungi "
dia masih diam
" buatlah pertemanan dengan kekuatan mu itu, jangan menganggap nya hanya sebuah objek belaka atau sekedar mana. Kekuatan itu juga memiliki perasaannya sendiri layaknya kita––— "
aku menepuk-nepuk bahunya "— jika kau butuh sandaran maka aku siap jadi sandaran mu, jika kau butuh teman maka aku bersedia jadi teman setia mu, dan jika kau butuh seorang keluarga maka aku siap jadi keluarga mu. Tapi ingatlah satu hal Hun—
— kau tidak bisa terus bersembunyi dalam bayangan mu. Karena kita tidak bisa selamanya kau bisa bersembunyi, kau juga butuh orang lain yang bisa kau jadikan keluarga Hun... "
aku bangkit berjalan perlahan keluar kamar, namun aku segera menengok diambang pintu
" pikirkanlah sebelum terlambat Hun, dan ingatlah aku akan selalu ada di manapun dan kapan pun kau butuh bantuanku. Aku akan membawa makan malam untukmu dan kembali lagi, kita makan bersama disini ya? "
Krieet,.. Cklek!
Author POV
tanpa Reilz sadari Artizy sedari tadi menitikkan air matanya karena terharu dan untuk pertama kalinya ia bisa kembali merasakan kasih sayang dari seseorang setelah keluarganya.
Dia berbaring terlentang di kasur nya setelah kepergian Reilz, tersenyum simpul " terima kasih kau sudah mau jadi keluarga ku—— Reilz "
.....................................................................
mana vote dan comentnya?
KAMU SEDANG MEMBACA
REILZ : The Another World
Fantasy( COMPLETED ; ON REVISION ) Reilz Kagezane, seorang pemuda kantoran yatim piatu yang hidup sebatangkara. Di pisahkan dengan adik satu-satunya karna dituduh sebagai pembunuh kedua orang tuanya yang mati karena kecelakaan. Dia kesepian dan selalu dibu...
