34. terima kasih

3.3K 404 5
                                        


     2 minggu berlalu sejak kedatangan pahlawan diacademy

" yak, siapa bilang dia kakakmu? dia itu kakak kami! "-Adrian

" tidak, dia kakakku! titik tidak pake koma "-Raynard

" memangnya siapa kau huh?! meskipun wajah dan namanya mirip kakakmu tapi dia itu berbeda! "-Zion

" benar, mana mungkin kak Reilz itu orang dari duniamu dulu. Kau sendiri bilang jika usia kakakmu itu 21 tahun, tapi kak Reilz 13 tahun! "-Adrian

" tetap saja dia kakakku! "-Raynard

" tidak, dia kakak kami! "-Adrian,Zion

" aku "

" kami "

" aku "

" kami kami kami!!!!! "

" Diam! "-Reilz

hening~

dan selama itu juga Reilz mengalami stress tingkat rendah, mungkin jika kelama-lamaan dia akan mengalami darah tinggi bisa-bisa.

menghela nafas " biarkan aku istirahat sebentar, kalian adalah adik-adik ku jadi jangan bertengkar ok? "

"" baik kak~ "" angguk mereka patuh walaupun mata mereka berkilat penuh permusuhan dan itu membuat Reilz ingin sekali melempar mereka kejurang sekalian.

2 minggu yang lalu, Raynard meminta untuk jadi adik angkatnya didepan semua orang. awalnya Reilz melotot tak percaya dan segera menolaknya walaupun sebenarnya ingin, tapi dia itu pahlawan sekarang bukan adik kandungnya.

Tapi Raynard yang keras kepala tetap ngotot mau jadi adik angkatnya, pada akhirnya mau tak mau Reilz pun mengizinkannya.

Hal itu mengejutkan semua orang yang mendengarnya. Entah keberuntungan atau kesialan yang menimpa Reilz nantinya.

bahkan pahlawan pun dia jadikan adik angkat??!

kira-kira begitulah isi pikiran semua orang. Izumi selaku teman dekat Raynard juga terkejut, padahal temannya itu dingin sekali tapi jika bertemu Reilz jadi hangat entah kemana sifat dinginnya itu.

Dia bersyukur temannya itu bisa tersenyum kembali setelah kematian kakaknya itu.

Sementara Adrian dan Zion, mereka menatap nyalang Raynard seakan menatap seekor lalat pengganggu. Karena itulah mereka saling bertengkar setiap bertemu demi memperebutkan posisi adik terbaik Reilz.

Reilz, sang korban. hanya bisa pasrah menerimanya, dia tidak tahu apa-apa lagi seperti sekarang.

marah? pada siapa? menangis? untuk apa? ingin rasanya ia melampiaskan emosinya pada apapun! menggunakan sihir malah membuatnya melemah, ingin bertarung tapi raganya lelah secara fisik dan mental hiks

sedangkan teman-temannya hanya bisa berdoa pada tuhan untuk Reilz.

" sudah-sudah bertengkarnya, kalian tidak lihat kakak kalian yang kelelahan itu? " ucap Glenn sensei diambang pintu menunjuk Reilz dengan dagunya.

ketiga kurcaci itu merasa bersalah dan menyesal telah membuat kakak angkat mereka kelelahan seperti itu.

"" maaf kak Reilz~ ""

" hm, jangan diulangi lagi " balasnya lesu

"" hahahahaha ""

" haha aduh, baru kali ini aku melihat tontonan seru begini hahaha " ujar Max tertawa terbahak-bahak

" hahaha kau benar max aduh duh duh perutku~" bahkan Keil ikut-ikutan

" ffft " Reilz menatap tajam pada orang disampingnya, Artizy yang sempat menahan tawanya

REILZ : The Another WorldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang