malam hari sebelum keberangkatan
Didalam gelapnya malam membiarkan sang bulan menyinari gelapnya malam, serta angin yang berhembus pelan menambah suasana damai malam itu diacademy
disalah satu kamar yang begitu gelap menyisakan cahaya bulan yang masuk lewat jendela, gorden berkibaran tertepa angin.
Daniel yang kala itu baru saja masuk kekamarnya merasakan hawa kehidupan lain selain dirinya dikamarnya ini
segera saja ia berbalik menatap waspada pada pojok kamar dimana kegelapan lebih dominan disana
" siapa kau?! " desisnya
" ah, ternyata aku ketahuan toh " ucap seseorang dipojok itu tapi tak terlihat karena gelap
mengerenyit, entah mengapa ia seperti mengenali suara itu " reilz? "
tersenyum " ternyata kau mengetahuinya senior, bagaimana kabarmu malam ini? " tanya Reilz melangkah mendekati Daniel membiarkan cahaya bulan menyinari wajahnya
" kenapa kau ada disini? "
" hanya mencoba menyadarkan seorang idiot yang terbutakan iri hati? "
" sialan, APA MAKSUDMU HAH??! "
" sudah aku duga kau akan bertanya seperti itu, asal kau tahu saja Daniel. Aku melakukan ini karena kita sama-sama punya saudara, dan aku juga tidak mau melihat salah satu temanku bersedih hanya karena ingin diakui oleh orang menyedihkan seperti dirimu "
" persetan dengan saudara! memangnya kau tahu apa hah??! kau bahkan tidak tahu apa yang aku alami selama ini!!! "
" aku memang tidak tahu! tapi satu hal yang pasti, aku hanya tidak ingin kau menyesali hal ini nanti Daniel!! "
" keluarlah! aku bersumpah aku tidak akan menyesali apa yang aku lakukan selama ini, bahkan aku lebih berharap dia mati saja!!!!! "
" .......baik "
???
Reilz menatap tajam Daniel " setidaknya ingatlah hal ini Daniel, dia hanya ingin diakui bukan dibenci olehmu. Suatu hari nanti kau pasti akan merasakan betapa pentingnya perasaan antar saudara ini "
suuuuut.....
seketika Reilz menghilang meninggalkan Daniel didalam kegelapan dan keheningan kamarnya.
disisi lain
Bruk!
" arrghh... ohok ohok! ah sialan,kenapa juga aku harus batuk darah?! " keluh Reilz didalam kamar mandi
ya, ia langsung berteleportasi kedalam kamar asramanya agar orang lain tidak mengkhawatirkan keadaannya saat ini.
Artizy? dia ada didalam kamar tertidur lelap setelah diberi sihir tidur sebelum Reilz pergi kekamar Daniel tadi.
" berapa kali aku bilang, jangan gunakan sihirmu dasar bodoh!! "
Plak!
" ack! sakit~ " desis Reilz kala mendapatkan jitakan maut dari si gagak satu ini
" kenapa kau sangat keras kepala sekali sih?! sudah aku bilang jangan gunakan sihirmu kecuali keadaan memang mendesak! " omelnya sementara Reilz hanya mangut-mangut mengangguk
" sigh, menyebalkan! "
" hehehe"
" sudahlah, sana tidur. Besok kaukan akan berlibur"
KAMU SEDANG MEMBACA
REILZ : The Another World
Fantasi( COMPLETED ; ON REVISION ) Reilz Kagezane, seorang pemuda kantoran yatim piatu yang hidup sebatangkara. Di pisahkan dengan adik satu-satunya karna dituduh sebagai pembunuh kedua orang tuanya yang mati karena kecelakaan. Dia kesepian dan selalu dibu...
