52. 042

2K 290 9
                                        

2 minggu berlalu begitu cepat, reilz dan yang lainnya tetap bersikap seperti biasa tanpa menimbulkan kecurigaan pada Louise.

" Reilz, bisakah kau memberikan dokumen ini kepada kepala sekolah?! sensei ada urusan sebentar " reilzpun berbalik mendapati tumpukan dokumen yang dipegang Glenn sensei.

" baik sensei! " iapun membawa sebagian dokumen, Max dan Louise yang merasa tak enak ikut membantu membawa tumpukan dokumen.

" terima kasih sudah mau membantu sensei " ucap Glenn sensei

"" sama-sama sensei! ""

" kalau begitu kami pergi duluan~ayo Artizy!! " seru Keil menarik kerah belakang Artizy yang hendak membantu reilz

" yak lepaskan aku!!! aku mau membantu reilz!!!! " berontaknya

" oh ayolah, biarkan mereka saja yang membantunya. Kau tidak usah! " diangguki Kal,dkk

" ck sialan! "

"""" HAHAHAHAHAHA """" pada akhirnya ia diseret kekantin oleh Keil dengan tidak elitnya, biarlah hari ini ia benar-benar malas berdebat. Sementara yang lain tertawa geli melihat tingkahnya yang berbeda jika berkaitan dengan reilz.

" kami pergi dulu!!! "

" ya, hati-hati dijalan!!! " mereka saling melemparkan lambaian tangan sebelum tim Keil menghilang dari pandangan

" ayo kita pergi! " seru max

" ayo! " merasa jika Louise tidak bergerak sedikitpun, merekapun berbalik dan melihat Louise yang menatap Glenn sensei instens, membuat mereka mengerenyit bingung sama halnya dengan yang ditatap.

" ada apa Louise? " tanya Reilz menghampiri

" tidak ada " setelah itu berbalik meninggalkan mereka bertiga dikoridor dengan tanda tanya besar

" ada apa dengannya? " tanya max

" entahlah, kalau begitu kami pamit dulu sensei " balas reilz membungkuk sebelum berlalu pergi meninggalkan Glenn sendirian

" tatapan itu...entah mengapa aku seperti mengenalinya " gumam Glenn sensei sebelum berlalu pergi kearah berlawanan dengan mereka.

.

.

.

" akhirnya, waktunya makan~ " seru reilz bersemangat setelah mengirimkan tumpukan dokumen bersama max dan Louise

" apa kau benar-benar sangat menyukai steak itu? " tanya max basa-basi

" sudah tau malah tanya lagi " ketus reilz

" hey aku cuma basa-basi tau! "

" iya iya bercanda✌️ " kekeh reilz melihat raut kesal salah satu sahabatnya itu, sementara Louise hanya diam saja.

" AWAS LOUISE!!!! " teriak reilz melihat sebuah bola api meluncur dibelakang max

!!!

" Dimensional! "

Szuuuuutttt,.....

untung saja reilz tepat waktu menggunakan sihir dimensi atribut ruang sehingga serangan itu terserap kedalam dimensi miliknya, tetapi ia kembali terbatuk darah.

" uhuk uhuk "

" REILZ!!!!! " akibatnya energi kehidupannya akan terserap karena itu merupakan sihir tingkat menengah.

" apa kau baik-baik saja?! seharusnya kau tidak usah melindungiku bodoh! " panik max begitu juga Louise namun bedanya dia tetap diam tapi dari sorot matanya terlihat sekali ia benar-benar khawatir

REILZ : The Another WorldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang