2 minggu berlalu begitu cepat, reilz dan yang lainnya tetap bersikap seperti biasa tanpa menimbulkan kecurigaan pada Louise.
" Reilz, bisakah kau memberikan dokumen ini kepada kepala sekolah?! sensei ada urusan sebentar " reilzpun berbalik mendapati tumpukan dokumen yang dipegang Glenn sensei.
" baik sensei! " iapun membawa sebagian dokumen, Max dan Louise yang merasa tak enak ikut membantu membawa tumpukan dokumen.
" terima kasih sudah mau membantu sensei " ucap Glenn sensei
"" sama-sama sensei! ""
" kalau begitu kami pergi duluan~ayo Artizy!! " seru Keil menarik kerah belakang Artizy yang hendak membantu reilz
" yak lepaskan aku!!! aku mau membantu reilz!!!! " berontaknya
" oh ayolah, biarkan mereka saja yang membantunya. Kau tidak usah! " diangguki Kal,dkk
" ck sialan! "
"""" HAHAHAHAHAHA """" pada akhirnya ia diseret kekantin oleh Keil dengan tidak elitnya, biarlah hari ini ia benar-benar malas berdebat. Sementara yang lain tertawa geli melihat tingkahnya yang berbeda jika berkaitan dengan reilz.
" kami pergi dulu!!! "
" ya, hati-hati dijalan!!! " mereka saling melemparkan lambaian tangan sebelum tim Keil menghilang dari pandangan
" ayo kita pergi! " seru max
" ayo! " merasa jika Louise tidak bergerak sedikitpun, merekapun berbalik dan melihat Louise yang menatap Glenn sensei instens, membuat mereka mengerenyit bingung sama halnya dengan yang ditatap.
" ada apa Louise? " tanya Reilz menghampiri
" tidak ada " setelah itu berbalik meninggalkan mereka bertiga dikoridor dengan tanda tanya besar
" ada apa dengannya? " tanya max
" entahlah, kalau begitu kami pamit dulu sensei " balas reilz membungkuk sebelum berlalu pergi meninggalkan Glenn sendirian
" tatapan itu...entah mengapa aku seperti mengenalinya " gumam Glenn sensei sebelum berlalu pergi kearah berlawanan dengan mereka.
.
.
.
" akhirnya, waktunya makan~ " seru reilz bersemangat setelah mengirimkan tumpukan dokumen bersama max dan Louise
" apa kau benar-benar sangat menyukai steak itu? " tanya max basa-basi
" sudah tau malah tanya lagi " ketus reilz
" hey aku cuma basa-basi tau! "
" iya iya bercanda✌️ " kekeh reilz melihat raut kesal salah satu sahabatnya itu, sementara Louise hanya diam saja.
" AWAS LOUISE!!!! " teriak reilz melihat sebuah bola api meluncur dibelakang max
!!!
" Dimensional! "
Szuuuuutttt,.....
untung saja reilz tepat waktu menggunakan sihir dimensi atribut ruang sehingga serangan itu terserap kedalam dimensi miliknya, tetapi ia kembali terbatuk darah.
" uhuk uhuk "
" REILZ!!!!! " akibatnya energi kehidupannya akan terserap karena itu merupakan sihir tingkat menengah.
" apa kau baik-baik saja?! seharusnya kau tidak usah melindungiku bodoh! " panik max begitu juga Louise namun bedanya dia tetap diam tapi dari sorot matanya terlihat sekali ia benar-benar khawatir
KAMU SEDANG MEMBACA
REILZ : The Another World
Fantasi( COMPLETED ; ON REVISION ) Reilz Kagezane, seorang pemuda kantoran yatim piatu yang hidup sebatangkara. Di pisahkan dengan adik satu-satunya karna dituduh sebagai pembunuh kedua orang tuanya yang mati karena kecelakaan. Dia kesepian dan selalu dibu...
