6. HADIAH

8.7K 980 5
                                        

Setelah acara makan bersama aku dan Adrian berkeliling istana sementara kak Lucas dan ayah pergi kemenara sihir.

dan selama itu juga aku merasa bosan " hah~ "

" hm? ada apa kak? kakak sakit? " tanya Adrian bingung.

aku menggeleng cepat " tidak Adrian, aku hanya lelah saja "

" oh~ mau duduk ditaman? " aku mengangguk setuju.

setibanya disana kami langsung duduk diatas rumput hias taman belakang kerajaan walaupun para pelayan dan prajurit yang melihatnya terkejut tapi kami bersikeras ingin duduk disini.

" ne Adrian.... " panggilku seraya menatap langit cerah.

" ya kak? "

" biasanya apa yang akan kau lakukan disaat seperti ini? "

" hm~ " pikirnya sambil melakukan pose berpikir " entahlah, terkadang aku pergi jalan-jalan kekota bersama kapten Franz dan beberapa pengawal "

aku melotot menatapnya " keluar istana? memangnya boleh? "

" tentu saja, yah~ walaupun awalnya aku kena marah sih karena disana itu berbahaya. Untungnya kapten Franz bersamaku "

aku mengangguk-angguk " aku mengerti " seakan mendapatkan sebuah ide aku menjentikkan jariku, kembali menatapnya " bagaimana kalo kita keluar juga hari ini? kebetulan aku baru datang kekota ini kemarin dan tidak sempat berkeliling kota "

" ide bagus! kalau begitu ayo kita minta izin pada kapten Franz! " ujarnya berlari dan langsung menarikku menemui sang kapten.

Kebetulan dia sedang melatih para ksatria tidak jauh dari kami, begitu tiba kami langsung meminta izin keluar istana dengan dia sebagai pengawal kami. Dia sempat terkejut sekaligus kesal tapi setelah beberapa kali membujuknya akhirnya kami bisa berjalan-jalan kekota tentunya dengan menyamar menggunakan jubah dan kereta kuda yang tidak terlalu mencolok.


Wah~ ternyata pemandangan kota dunia ini persis seperti abad pertengahan dieropa!

kami lanjut berjalan kaki setelah turun dari kereta ditemani sang kapten tentunya dia juga ikut menyamar seperti kami memakai jubah.

berkeliling sembari membeli beberapa cemilan khas rakyat kerajaan dan itu sangatlah enak!

aku melihat-lihat kios² dan mataku langsung terpaku pada toko perhiasan melihat beberapa gelang dengan bandul unik seperti kepala naga, phoenix, serigala, burung gagak, dll.

aku rasa kak Lucas akan cocok dengan gelang kepala naga hitam itu. yah, entah mengapa itu mengingatkan aku pada bocah—ah tidak, kakek naga tepatnya...

" ffttt... "

" hm? ada apa kak? apakah ada sesuatu diwajahku? "

" hah?! ah tidak Adrian, aku hanya memikirkan sesuatu.... " hampir saja aku tertawa ".... oh iya, bagaimana jika kita pergi kesana membeli gelang yang cocok untuk hadiah " ujarku menunjuk toko perhiasan itu.

dia menengok dan langsung mengangguk antusias " ayo kak! ayo kita pergi kesana!! " dibalas anggukan olehku dan kapten Franz yang mengikuti kami.

cling..cling!

suara lonceng berbunyi begitu kami masuk.

hm~ persis seperti yang aku pikirkan

" tunggu sebentar~ oh! apa ada yang bisa saya bantu para tuan muda? " tanya seorang pelayan setelah menyambut kami.

tuan muda? haha aku harus terbiasa dengan itu

aku membuka tudung jubahku kecuali Adrian dan Kapten Franz yang hanya memperlihatkan wajah mereka saja sudah membuat pelayan itu terkejut dan segera membungkuk hormat sedalam²nya.

REILZ : The Another WorldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang