2 Tahun Kemudian
2 tahun sudah berlalu, kini aku sudah berumur 12 tahun ( 27 ). Kebiasaan rutinku membantu dan berbaur dengan para pelayan, koki dan penjaga di mansion ini. Mereka juga mulai menerimaku sebagai tuan mereka, terkadang Adrian akan datang kemari sekedar bermain bersamaku katanya bosan di istana terus. ada-ada aja anak ini, kan itu rumahnya sendiri.
Setiap akhir tahun, lebih tepatnya musim dingin kak Lucas sering datang untuk merayakan hari ulang tahunnya di istana atas permintaan adik kecilnya, Adrian.
walaupun begitu ia hanya menatap datar pada setiap bangsawan apalagi wanita yang berusaha mendekatinya kecuali adiknya dan ketiga temannya entah siapa namanya.
hari ini musim gugur sehingga suhunya sedikit dingin. aku berjalan menyusuri kolidor hingga mataku berpusat pada salah satu pelayan yang hendak pergi kepasar sepertinya melihat mantel dan syal hangat.
" BIBI!! " teriakku memanggilnya seraya berlari. Ia berbalik melotot melihatku berlarian dimansion.
" Tuan, berbahaya!! Jangan berlarian nanti jatuh " tegurnya sementara aku terkekeh.
" eh bi, bibi mau kemana? " tanyaku.
" oh~ bibi akan pergi ke pasar, kebetulan bahan makanan untuk makan siang sudah habis " jawabnya ramah.
" Oooh~ aku boleh ikut gak? "
" tidak tuan, nanti tuan sak— "
" kumohon~~ " ucapku memelasnya.
melihat sifat keras kepalaku akhirnya ia menyerah.
" hah baiklah tuan, tapi saya mohon mintalah izin pada tuan Alfred atau kapten Franz. Saya tidak mau dimarahi oleh mereka nanti " ujarnya lesu.
" haihh baiklah-baiklah. dasar bibi cerewet " aku langsung menghilang berteleport ketempat kapten Franz sebelum bibi itu mulai aksi mengomelnya.
" TUAN MUDA——!!! "
Klotak .... Klotak ....
Kini kami sudah tiba di pusat kota, tepatnya pusat pembelanjaan.
" Tuan muda, kenapa anda bersikeras ingin pergi? padahal ini sudah hampir akhir musim gugur. Bagaimana jika nanti anda sakit? tuan muda .... " omel pelayanku.
aku memutar bola mataku jengah " tenanglah bibi, aku akan baik-baik saja. Lihatlah kapten Franz, dia saja diam dan tenang tapi kenapa bibi cerewet begini sih?! " sewotku menunjuk sang kapten yang duduk didepanku.
ya, dia memaksa ikut kami dengan alasan dia adalah pengawal pribadiku . hais, padahal diakan kapten kerajaan kenapa malah jadi pengawalku?!
" m-maaf tuan muda .... saya hanya khawatir tuan muda sakit " pelayan itu segera membungkuk dan itu membuatku kesal.
Aku bukanlah orang yang gila hormat hingga pelayan yang sudah aku anggap sebagai keluargaku ini menunduk padaku!
" tidak apa-apa bibi, sekarang berdiri dan bersiaplah. Sepertinya kita sudah sampai "
benar saja, kereta kuda itu berhenti dan kami segera turun menuju sebuah toko penjual sayur dan buah, bumbu dapur, dll.
Akhirnya acara belanja sudah berakhir, kini kami sedang dalam perjalanan pulang karena hari sudah semakin dingin. Namun tanpa sengaja aku melihat seorang anak kecil seumuran ku meringkuk disudut dingding kedinginan, bahkan dengan pakaian compang-camping dan kotornya itu.
Tapi yang membuatku tertarik adalah—— DIA BEAST-KIN TIPE KUCING!!!!
" Berhenti! " satu kata kereta langsung berdiri dan aku segera keluar membuat kapten dan bibi pelayan bernama Lilly itu terkejut.
KAMU SEDANG MEMBACA
REILZ : The Another World
Fantasi( COMPLETED ; ON REVISION ) Reilz Kagezane, seorang pemuda kantoran yatim piatu yang hidup sebatangkara. Di pisahkan dengan adik satu-satunya karna dituduh sebagai pembunuh kedua orang tuanya yang mati karena kecelakaan. Dia kesepian dan selalu dibu...
