bruk!
Dubrak!
" AARRGGGGGHHHHHHHHHH!!!!!! " sebuah jeritan menyakitkan terdengar nyaring menggema didalam ruangan gelap temaran itu hanya ada cahaya matahari yang masuk lewat jendela kamar, untungnya ruangan itu kedap suara sehingga tidak mengganggu orang lain.
" guhok! uhuk uhuk GAAAAAHHHHH!!!!! " terlihat seorang pemuda sedang meringkuk kesakitan diatas lantai memegangi jantungnya yang terasa terbakar dan diremas kuat oleh sesuatu tak terlihat, ditambah darah yang terus menerus keluar dari mulutnya.
tak lama kemudian sebuah asap hitam keluar dari tubuhnya dan keluar membentuk bentuk humanoid seorang pria 17 tahunan berpakaian serba hitam kecuali mata ungu ametyshnya.
pakaian yang ia kenakan seperti seorang ninja dan syal hitam melilit lehernya.
" Reilz! reilz! ya, sadar bodoh! REILZ!! " teriak pemuda itu menggoyang-goyangkan tubuh sang empu
" ugh R-Rave? "
" ya ini aku, bertahanlah! " kemudian ia mengumpulkan energi ditangannya dan mengalirkannya kepada reilz guna menetralkan rasa sakit miliknya
" ugh m-makasih Rave " kini nafas dan detak jantungnya sudah mulai kembali stabil
Rave menghela nafas lega " huh kau sangat merepotkan! " keluh Rave mempoutkan bibirnya membuat reilz terkekeh geli
" jijik tahu! " ejek reilz membuat Rave menonyor kepala sang empu
" berhenti mengoceh, sebaiknya kau istirahat! " ujar Rave kemudian mengangkat dan membaringkan tubuh lemah reilz diatas kasur penginapan
ya ia berteleportasi kekamar di penginapan yang sudah dilepasi sihir kedap suara sehingga memudahkannya berteriak keras seperti tadi
" hah hah bagaimana keadaannya? hah " tanya reilz dengan nafas tersengal
" ck bisa gak sih kau sehari saja tidak mengeluarkan sihirmu?! " decak Rave
" hehe maaf "
" bahkan tadi kau memberinya sihir perlindungankan? makanya kau jadi seperti ini, ditambah kau baru saja melawan Leviathan! "
" itu 3 hari yang lalu! " bantah reilz tak mau disalahkan
" hais susah bicara ama orang keras kepala sepertimu! "
" nye nye nye " cibir reilz membuat Rave tersenyum manis sangat manis tapi terlihat perempatan imajinasi dikeningnya
karena tak tahan reilzpun akhirnya tertawa " hahahaha maaf maaf hehe "
" orang sabar disayang tuhan " ucap Rave berusaha sabar menghadapi tingkah laku majikan barunya itu membuat sang empu terkekeh geli mendengarnya tanpa menghiraukan rasa sakit yang ia derita tadi
" sudahlah, lebih baik kau istirahat saja " kenudian mengangkat dan membaringkan tubuh reilz diatas ranjang
" hah hah terima kasih Rave " ucap reilz tulus
" tidak apa-apa "
.
.
.
Disisi lain, zion yang dibawa Yasha keatas bukit menikmati pemandangan kota Yonkai dengan Artizy,dkk sebagai penguntit ( ? )
" hais sebenarnya kenapa kita harus membuntuti mereka seperti ini? " gerutu Keil dibalik semak-semak bersama yang lain
KAMU SEDANG MEMBACA
REILZ : The Another World
Fantasy( COMPLETED ; ON REVISION ) Reilz Kagezane, seorang pemuda kantoran yatim piatu yang hidup sebatangkara. Di pisahkan dengan adik satu-satunya karna dituduh sebagai pembunuh kedua orang tuanya yang mati karena kecelakaan. Dia kesepian dan selalu dibu...
