Sesampainya kami tiba dihalaman kerajaan dan turun. Para pelayan ataupun penjaga menunduk hormat padaku... ah lalat, kurasa itu untuk sang kapten ini.
" mari, yang mulia dan yang lainnya menunggu anda diruang tahta " ucapnya bernada tegas namun lembut.
aku mengangguk aja sambil tersenyum. Ugh.... sebenarnya aku mau keperpustakaan kota mencari informasi setelah sampai kota, tapi terserahlah.
Lagipula, ini merupakan perintah raja kerajaan ini.
Huft! menjengkelkan!
Aku melihat sekeliling lorong istana menuju ruang tahta.. Pilar-pilar bercat emas dikanan-kiri, lantai mengkilap, kaca besar disamping kiri dan beberapa lampu gantung mewah.
Sungguh, aku sedikit iri dengan semua ini tapi aku sama sekali tak peduli.
Tanpa aku sadari ternyata sang kapten sudah berhenti berjalan sementara aku malah tidak fokus dan menabrak punggungnya.
" aduh... " ringisku mengusap-usap hidungku.
" kau melamun? " tanya sang kapten tersenyum meledek?
wah.. bener², awas saja nanti.
" hehe maaf kapten " ucapku tersenyum kikuk menggaruk belakang leherku.
dia menggeleng² kepalanya dan tersenyum.
" ayo! " aku mengangguk. Pintu setinggi 3 meter itu terbuka memperlihatkan sebuah aula khas ruang tahta dengan karpet merah yang digelar memanjang sampai keatas anak tangga yang dimana tempat para keluarga kerajaan berada.
Para bangsawan juga ada disini berjajar rapih mempersilahkan kami untuk berjalan.
Kamipun berdiri dihadapan sang raja kerajaan ini.
" hormat untuk yang mulia raja Gabriel van Emplizer, raja kerajaan Emplizer " Kapten membungkuk hormat sementara aku bingung harus apa ujung²nya ikut membungkuk hormat.
" berdiri " kamipun kembali berdiri.
" Apa dia adalah anak itu Franz? " tanya sang raja.
" benar yang mulia " jawabnya sopan.
" Senang bertemu denganmu Reilz Kagezane " dia menatapku lembut dan aku blank seketika.
siapa? aku? siapa orang tua ini?
kemudian tak lama mataku berpusat pada bocah seumuranku berambut pirang dan mata merah menyalanya disamping raja dengan senyuman lebarnya sesekali melambai²kan tangannya kearahku senang
Aku melotot.
jadi dia pangeran kerajaan ini?! ugh, harusnya aku pergi aja kekerajaan yang lain.
kemudian aku beralih menatap remaja lelaki disamping kiri sang raja. Rambut hitam dan mata merahnya serta tatapan dingin nan intimidasinya lalu berbalik menatap kearah lain begitu aku menatapnya.
tunggu, apa hanya perasaanku atau dia menatapku tadi? ah, terserahlah...
" kau? " seraya menatap bocah pirang yang aku yakini Adrian.
" kau masih mengingatku rupanya, apa kau merindukanku? " ucapnya dengan nada menggoda.
aku mendelik " jangan sok narsis ya, untuk apa aku merindukan orang yang menangis menyedihkan dihutan itu hm? " balas menggodanya.
dia mendengus " jangan mengejekku! "
" hahaha " dan aku terkekeh mendengarnya sementara yang lain berusaha menahan tawanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
REILZ : The Another World
Fantasy( COMPLETED ; ON REVISION ) Reilz Kagezane, seorang pemuda kantoran yatim piatu yang hidup sebatangkara. Di pisahkan dengan adik satu-satunya karna dituduh sebagai pembunuh kedua orang tuanya yang mati karena kecelakaan. Dia kesepian dan selalu dibu...
