" kumohon bangunlah zion,...uhuk uhuk sial! energiku hampir habis " dumel reilz mengelap darah dimulutnya sambil terengah-engah
disisi lain, tubuh reilz semakin memburuk keadaannya, nafas tak beraturan, terbatuk darah serta garis-garis hitam kutukan itu mulai kembali menjalar lebih cepat hampir seluruh tubuhnya. Rave, Max ataupun Louise panik seketika
" apa yang terjadi?! "-Max
" sibodoh itu, apa yang dia lakukan?! "-Rave
" Rave cepat hentikan dia lewat telepati! " seru Louise setelah melihat jiwa reilz menghilang sedikit lewat tubuhnya
" aku tidak bisa! reilz,..Reilz REILZ!! SIALAN!!! " teriak Rave frustasi
Louise melirik kearah jam didinding sebentar " 1 menit lagi, jika dia belum kembali juga maka aku terpaksa menyeretnya secara paksa! "
mereka berdua mengangguk setuju usulan Louise dan menunggu dengan tenang kecuali Rave yang terus mengalirkan energi miliknya pada reilz, setidaknya itu bisa sedikit menghambat kutukannya
kembali lagi ketempat reilz
" hah hah zion,..aku mohon—BANGUNLAH, ZION!!!!!! "
sring,..
saaaaaa~
cahaya putih dan ungu muncul dari jantung zion membuat semua orang menutupi pandangan mereka, silau.
sedikit demi sedikit cahaya itu redup hingga hilang seluruhnya, nafas zion kembali beraturan dan bercak biru itu mulai menghilang
" akhirnya hah hah aku—hah berhasil hah hah hah " ucap reilz lega menopang tubuhnya agar tidak ambruk dulu
ia menoleh kebelakang mendapati teman-temannya yang lain terkapar tak berdaya " maaf aku terlambat teman-teman, space—time "
lingkaran sihir berwarna putih keunguan muncul dibawah tubuh mereka dan menyembuhkan mereka semua
" waaa apa ini?! "
" lukaku sembuh! "
" bukan cuma kau saja, lukaku juga sembuh tahu! hahaha "
" sihir...waktu? " gumam Artizy kala melihat pola sihir dibawahnya " reilz?! "
.
.
.
tak lama kemudian lingkaran sihir itu menghilang begitu juga dengan reilz yang kembali kedalam tubuhnya
""" ZION!!! """" mereka segera mengerubuni tubuh zion sesekali menepuk-nepuk pipinya supaya sadar
kamar penginapan
" guhok uhuk uhuk uhuk argh sial! " keluh sang pemilik kamar siapa lagi jika bukan reilz?
""" REILZ/REILZ!!! """" kompak ketiga makhluk yang ada disekitarnya itu segera menghampirinya
" apa kau baik-baik saja?! "
" apa yang telah kau lakukan disana bocah?! "
" kenapa lama sekali?! "
pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari mulut mereka secara bersamaan. Reilz hanya memperlihatkan senyuman konyolnya pada mereka
" maafkan aku teman-teman, ada sesuatu yang harus aku lakukan tadi hehe "
" he he he palamu, jika kau mati maka mereka akan membunuhku sialan! "
KAMU SEDANG MEMBACA
REILZ : The Another World
Fantasy( COMPLETED ; ON REVISION ) Reilz Kagezane, seorang pemuda kantoran yatim piatu yang hidup sebatangkara. Di pisahkan dengan adik satu-satunya karna dituduh sebagai pembunuh kedua orang tuanya yang mati karena kecelakaan. Dia kesepian dan selalu dibu...
