3 - Anak CEO

121 18 0
                                        

Soobin setengah berlari dari gedung rektorat, menuju markas anak BEM, yang ada di gedung utama kampus. Sebenarnya tidak benar-benar berlari juga. Dia berlari menuju mobilnya. Begitu tiba di parkiran gedung utama, ia segera menyahut tasnya yang tak sempat ia resleating lagi.

Oh. Hari yang menyusahkan.

"Selamat siang, kak."
"Siang, Kak Soobin."
"Siap selamat siang, Kak Soobin."
"Siang, Bang Soobin."
"Siang, Bang."

Soobin menghela napas lelahnya.
"Iya, iya, dek. Lanjut, lanjut."

Hingga akhirnya ia sampai di ruang tujuannya. Tampak di sana forum sudah usai. Rekan-rekannya tengah merapikan podium dan menurunkan kembali meja-kursi yang diangkat ke panggung untuk forum tadi. Soobin langsung duduk di tepi tribun terbawah, melepas almetnya, dan menegak air mineral yang terjejer di sana.

"Kayak habis dikejar setan aja lo?" Changbin menghampiri, duduk di samping Soobin.

Seo ChangbinTeman baik Soobin, tinggal di perumahan daerah Menteng | Mahasiswa Ilmu Hukum semester 5, Sekretaris Umum BEM Kampus

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seo Changbin
Teman baik Soobin, tinggal di perumahan daerah Menteng | Mahasiswa Ilmu Hukum semester 5, Sekretaris Umum BEM Kampus

Soobin tidak menjawab. Masih fokus menegak botol hingga tak bersisa.

"Kabem kok hari pertama forum dipanggil Rektor," canda Changbin.

"Bacot," balas Soobin singkat sambil menyeka mulutnya.
"Sakit kepala gue. Tiap ke sana ada aja bawaan setannya."

"Kenapa?" tanya Changbin bingung.
"Bukannya dapet sertifikat ranking 1 itu?"

"Iya, dapet."

"Terus?"

Soobin menatap Changbin horror.
"Lo tau gak, sih..."

"Bentar," tunda Changbin.
"Bro! Kumpul sini!"

Changbin memanggil orang-orang yang tengah makan-makan sambil mengobrol di atas panggung. Kumpulan bujangan itu mendekat cepat, membawa makanan serta tas mereka. Semua dari mereka sudah melepas almetnya, alias tugas sebagai badan eksekutif mahasiswa hari ini sudah selesai.

Mereka menyeret meja dorong untuk menempatkan makanan-makanan mereka dan kursi dengan roda untuk mereka duduk mengelilingi meja dorong itu.

Hyunjin paling pertama sampai, menabok pelan Soobin.
"Weh, gimana? Ranking satu lagi? Ajib bener Kabem emang. Gak sia-sia deh gue gantiin lo mimpin forum."

Soobin bersandar lelah.
"Duh, jangan bahas itu."

"Lo nerima ranking satu tapi muka lebih butek dari air kobokan. Kenapa dah?" tanya Hyunjin jujur.

 Kenapa dah?" tanya Hyunjin jujur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Klandestin | Choi SoobinCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang