Ada orang jahat yang hidupnya tampak indah. Seakan sebelum lahir ia telah mendapatkan vaksin anti-karma yang membuatnya hidup tanpa mengenal airmata. Tak mengenal istilah sakit atau perih, terluka atau remuk, seluruh hidupnya begitu sesuai dengan apa yang diinginkannya.
Dari sudut pandang kita, orang jahat ini hidup sangat bahagia.
Pernah bertanya bagaimana pendapat malaikat dan iblis yang mendampinginya?
Tentang airmata yang tumpah di dalam kegelapan diselimuti kesunyian pekat.
Tentang luka berdarah yang ada di tangannya dan sembuh dalam hitungan hari berkat uang yang ia buang untuk pelayanan medis.
Tentang jeritan pilu dari pita suaranya yang membalas bentak keras suara mememakkan telinga.
Tentang ia yang tampak berbuat tercela, padahal hanya ingin merasakan adilnya hidup untuknya.
Ia bahkan tidak meminta kebahagiaan. Ia hanya ingin rasa sakitnya sedikit berkurang.
Dan langit tidak mendengarkannya.
Entah apa gunanya bergelimang harta jika setiap hari hatinya terus tersayat hingga tak bisa berdarah lagi.
Darahnya mengering.
Tuntas.
Tak perlu diberitahu, orang yang kau anggap keji itu tahu jelas dengan akal sehatnya, bahwa ia sedang berbuat hal yang tak terpuji.
Hanya saja kau tidak tahu alasannya.
Tak ada yang bisa memecahkan isi pikiran manusia dengan rinci. Paranormal sesakti apapun tidak diberkati dengan kemampuan memahami bahasa hantaran sel otak.
Apalagi pada pikiran manusia, hati terlibat cukup signifikan.
Bualan tentang hati yang sudah tak terpakai yang diungkapkan manusia adalah omong kosong paling memuakkan. Karena hati akan selalu mengambil perannya.
Rasa tega adalah penentu. Skala kejahatan yang akan dilakukan tergantung seberat apa rasa tega yang manusia miliki dalam hatinya.
Rasa tak manusiawi yang terbentuk dari sakit yang bertumpuk hingga menyisakan ruang untuk mampu berbuat licik agar orang lain juga merasakan sakit yang sama.
Rasa tega. Penularannya lebih berbahaya dari virus mayat hidup.
Tega yang bisa menimbulkan pertumpahan darah antar nama.
Nikotin memang menenangkan kepalanya dari seluruh jarum perkara yang menusuk-nusuk kepalanya hingga menyentuh otak.
"Kalo Kakak kira Anna bisa jadi orang terlalu baik yang maafin semua hal, Kakak salah."
"Kamu orang baik."
"Anna gak termasuk hitungan orang baik yang Kakak kenal."
"Ini confession dosa, ya?"
"... Iya. You're my sacramental seal."
"Orang yang masuk ke sakramen dosa, biasanya buat minta pengampunan, Na."
"..."
"Buat jadi orang yang lebih baik."
Menghela napas bisa seberat ini, ya. Sejak kapan massa jenis udara bertambah?
Mungkin ia hanya kurang minum.
Anna membatasi dirinya untuk menghisap nikotin cair yang hampir tak pernah dipakainya. Setelah hisapan kesepuluhnya, ia menutup benda yang harusnya terlarang itu dan membulatkan tekad untuk tak menghisapnya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Klandestin | Choi Soobin
Fiksi Penggemarklan·des·tin adv secara rahasia; secara gelap; secara diam-diam = "Saya Choi Soobin, mulai hari ini jadi tutor kamu---" "Cepet selesaiin les ini dan kita balik ke kesibukan masing-masing." "... Kesibukan saya ya kamu." "Dan gak usah sok formal." sta...
