60 - Gadis Sempurna

119 10 2
                                        

"Anna gak ada di Penthouse, Bin."

Hyunjin tetap diam menghadap layar ponselnya sendiri.

Sedangkan temannya yang mabuk akan perempuan itu - ya, siapa lagi, tentu saja Ketua BEM kalian, Choi Soobin, segera menghentikan gerak terburu-buru memakai jaket sambil menyelipkan ujung sepatunya, lalu menoleh kaku kepada Jisung yang barusan berucap.

Jam setengah dua belas malam. Kurang sedikit...

"Gue gak ke Anna. Mau ambil uang. Tadi lupa," tegas Soobin.

Mencuri dengar percakapan singkat Soobin dan Anna, membuat Hyunjin bersigap meminta Choi Bomin untuk melacak Anna dengan cara yang sama seperti ia melacak Yeji sebelumnya beberapa menit lalu.

Dari pendeteksian tiga dimensi yang Bomin lakukan, Yeji ada teras apartemen. Sebuah tempat serupa jembatan penghubung antar gedung yang dilapisi kaca. Wilayah itu disediakan tempat duduk dan bersinggah, serta teras yang luasnya cukup luas untuk menikmati sejuk angin malam dan berdiam diri.

Kadang-kadang Hyunjin merokok di sana.

"Gak usah bohong, Bin," tegur Seungmin lagi.
"Ini kita ngasih tau lo. Anna gak ada di apartemennya."

"Hah?"
Soobin terperangah bingung.

Sepertinya baterai Soobin untuk hari ini sudah sangat habis.

Baterai untuk kerja otaknya.

Jadi Hyunjin mengangkat dirinya, serta mengajukan ponselnya sambil mendekat pada Soobin.
"Dia turun dari Penthouse. Tapi masih di area atas. Kayaknya dia cari Yeji juga."

"Yeonjun sama Changbin juga belom nemu Yeji," tambah Jisung.

"Gue tau ini setengah dua belas malem, Park Jimin gak mungkin ada di sini. Tapi ada yang lebih penting dari semua itu."
Seungmin juga mendekat pada Hyunjin, menatap Soobin mata ke mata.
"Internship."

Kepala batu itu menggeleng dengan bibir merapat datar.

Hyunjin menarik ponselnya sebelum Soobin merebutnya. Malam ini ia sudah tidak bisa menahan jati dirinya yang selalu menggebu amarah. Menyemprot Soobin adalah apa yang pasti Hyunjin lakukan atas pemberontakan Soobin pada kata-katanya.
"Denger ya, Choi Soobin---"

"Wuiiing~"

Tatapan sinis segitiga bentukan Hyunjin, Soobin, dan Seungmin terpisah begitu onomatope suara pesawat terbang beserta pesawat kertas melayang menyeberangi tegang leher tiga orang tadi.

"Kalo lo mau cari Anna, jangan sendirian, Bin," kata Jisung santai.
Sangat kontras dengan nada bicara Seungmin, Hyunjin, dan Soobin.

Memang Jisung adalah pemenangnya, jika berbicara dengan ketenangan.

"Sama Haje, gih. Tapi hape lo tinggal di mari, Je. Yang buat nge-chat Bomin."

Kenapa harus selalu Hyunjin yang ditumbalkan untuk ini?

Di sampingnya, Soobin bergerak sesuai arahan koordinat yang berkedip di layar ponsel Hyunjin. Tentu ponsel itu sudah ada di bawah kendali Soobin saat ini. Mereka naik ke beberapa tingkat di atas, menyejajarkan posisi dengan apa yang ditunjukkan.

Sepertinya setelah ini, Hyunjin akan mulai memikirkan tentang bagaimana agar dirinya tidak semudah ini terlacak, lewat nomor ponsel.

Yang Bomin lakukan, melacak Yeji dan Anna dengan nomor ponselnya, semudah berkedip.

Anak FIK ngeri, anjir.

Semua pasti jauh lebih aman jika ia tinggal di dalam gua.

"Baju lo item, baju gue putih..."

Klandestin | Choi SoobinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang