"Orang-orang pada kenapa, sih?"
Pertanyaan itu Anna tanyakan saat ia merasa kurang srek saat berjalan di kantin. Seperti semua orang memperhatikannya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Rasanya selama ini Anna hanya dianggap angin lewat.
Bahkan Ryujin pun menggaruk kepalanya, bingung.
"Ini siapa sih yang diliatin?"
Anna, Beomgyu, Chaeryeong, Felix, Ryujin dan Taehyun hari ini makan siang di kantin gedung rumpun kesehatan yang isinya ada Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, Kedokteran Hewan, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Keperawatan, dan Farmasi. Ya, gedung Ryujin menghabiskan hari-hari di kampusnya, karena ia anak kedokteran.
Hari ini mereka mendapat jadwal mata kuliah yang agaknya cukup ringan, sehingga mereka menyempatkan diri untuk berkumpul beberapa saat di jam makan siang.
"Gue rasa lo sih, Jin. 'Kan lo yang ngampus di sini," jawab Chaeryeong sambil menyuap baksonya.
"Aneh tapi," ujar Ryujin.
"Gue gak pernah diginiin."
"Habis bikin skandal kali lo?" tembak Anna asal.
"Bibir-bibirmu skandal," cuit Ryujin.
"Udah copot almet BEM gue kalo kena skandal."
"Posthink aja, sih. Mungkin lo cantik hari ini," simpul Beomgyu.
"ALUS YA ALUS," goda Felix.
"Tapi gue 'kan cantik tiap hari," balas Ryujin polos.
"Gyu, gombalin gue aja, lah. Gak mempan gombal ke Ryujin," sahut Chaeryeong.
Beomgyu menggeleng cepat.
"Gak mau. Nanti gue digebukin T---"
"Mereka liatin Anna," gumam Taehyun tiba-tiba.
"Gue ngikutin arah mata mereka. Bukan kita. Na, lo habis ngapain?"
"Apa?" tanya Anna balik.
"Coba, Na, lo jalan. Ambil minum," suruh Felix.
Anna menoleh singkat. Dia pun berdiri melangkah ke arah penjual minuman. Setelah memesan jus jeruk dan menunggu di depan kios penjualnya, Anna melirik lagi ke arah pengunjung kantin.
Lah, iya. Gue yang diliatin. Anjir, dosa apa gue?
Tiga gadis datang setelah Anna, memesan minumannya, dan mengantre di belakang Anna.
Anak Rumkes serem-serem dah, anjir.
Anna mengambil jusnya dan segera berbalik pergi. Namun semua terjadi begitu cepat saat rambutnya ditarik, hingga ia kehilangan keseimbangan dan jatuh, serta menumpahkan jus jeruknya pada dirinya sendiri.
"Eh, sorry. Tadi ada yang kotor di rambut lo," ujar seorang gadis berambut ombre.
Ia menatap Anna dengan senyum culasnya. Tampaknya ia yang menarik Anna.
Anna memandang kesal gelasnya yang sudah kosong. Ia mencoba menahan amarahnya, berhubung ini gedung fakultas orang, dan berdiri tegap kembali.
"Mending lo keramas, deh," ujar gadis lain.
Kali ini ia meremas rambut Anna, jelas-jelas menempelkan permen karet yang ia kunyah ke rambut Anna.
Emang setan.
Anna menjambak keras rambut dua orang yang tadi mengganggu rambutnya sampai mereka berdua tersungkur ke lantai.
"Lo gila, ya?" ujar gadis ketiga, yang belum sempat melakukan apapun terhadap Anna.
Anna melempar gelas plastiknya kepada gadis ketiga itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Klandestin | Choi Soobin
Fanfictionklan·des·tin adv secara rahasia; secara gelap; secara diam-diam = "Saya Choi Soobin, mulai hari ini jadi tutor kamu---" "Cepet selesaiin les ini dan kita balik ke kesibukan masing-masing." "... Kesibukan saya ya kamu." "Dan gak usah sok formal." sta...
