16 - Status

113 12 0
                                        

Rest Area KM 57, jam setengah dua pagi. Yeonjun dan Hyunjin merebahkan dirinya di jok. Mereka mengambil tidur singkat karena ngantuk berat yang tidak mendukung mereka melanjutkan perjalanan malam. Anna tidur dengan kepala di pangkuan Soobin, dengan Soobin sendiri tidur merebahkan joknya. Empat orang itu tidur nyaris tak bergerak di dalam mobil yang menyala.

Soobin yang paling pertama sadar, terbangun tepat setengah dua kurang lima menit.

"Jun. Tuker, Jun. Biar gue yang nyetir."

Yeonjun tak bergerak, tak menjawab, tak bergeming. Dengkuran halus Yeonjun menjadi jawaban atas panggilan Soobin.

Soobin menoleh pada Hyunjin, dan menyandarkan dirinya pasrah.

"Jun!" panggil Soobin lagi.

Anna mengerjap, menoleh pada Soobin yang tengah menabok-nabok pipi Yeonjun.
"Jahat bener orang lagi tidur itu," gumam Anna.

"Mau gantian nyetir," jawab Soobin.

Anna mendecak kesal, menarik kembali jaket Soobin yang ia jadikan selimut.
"Udah, sih. Tidur aja dulu."

"Tanggung tau. KM 57."

Anna mendorong kepala Soobin untuk kembali bersandar di jok.
"TIdur."

"Gak sopan," eja Soobin, sambil menyentil pelan dahi Anna.

Anna mengangkat tubuhnya bangun, bersandar di pundak Soobin.
"Kencengin aja radionya. Pasti bangun."

"Saya mah gak jahat," balas Soobin.
Ia tertawa mengingat itu hal yang Anna lakukan tempo hari.

Anna tertawa balik.
"Udah, sih. Biarin aja. Orang kalo capek dibangunin kayak apa juga gak bakal bangun."

Soobin mengambil ponselnya, memotret cepat Hyunjin dan Yeonjun.

"Jahat banget," tutur Anna jujur sambil menahan tawa.

"Biar gak berani macem-macem," jawab Soobin.

"Lo gak moto gue juga, 'kan?" tanya Anna, menatap dingin Soobin.

Soobin tidak menjawab, justru menutup ponselnya.

"Sini gak?" Anna meraih ponsel Soobin, namun Soobin menahan Anna.
"Sini!"

Soobin mengantongi cepat ponselnya dan menggenggam kedua tangan Anna, menatap Anna lurus-lurus.
"Inget apa aturannya?"

"Apus gak foto gue!?" suruh Anna dengan nada mengancam.

"Apa aturannya?" tanya Soobin.

"Apaan, anjing?"

"Gak boleh kasar."

Soobin mengecup cepat pipi Anna, sebelum gadis itu melawannya.
"Sekarang tidur," suruh Soobin jelas, menatap Anna dengan mata gelapnya.

Anna masih belum bergerak, bahkan ia masih menatap Soobin dengan wajah terkejutnya. Seluruh mukanya memerah, tidak hanya rona pipinya. Gadis itu mengalihkan pandangannya salah tingkah.

Soobin menarik perlahan kepala Anna, berbisik di samping telinganya.
"Tidur, Anna. Cuma hari ini saya bisa nemenin kamu tidur."
Ia menarik kepala Anna kembali pada pangkuannya. Anna memiringkan kepalanya menjauhi Soobin. Dengan wajahnya yang masih bersemu merah dan memanas, mungkin Anna kira ia bisa menyembunyikan kesalahtingkahannya dari Soobin.

Soobin mengusap dahi Anna, hingga pipi, dan dagu.
"Tidur, Anna," bisiknya.

Anna melipat bibirnya ke dalam, membasahinya. Anak itu benar-benar lemah hari ini. Tidak sekuat Anna yang biasanya.

Klandestin | Choi SoobinCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang