klan·des·tin adv secara rahasia; secara gelap; secara diam-diam
=
"Saya Choi Soobin, mulai hari ini jadi tutor kamu---"
"Cepet selesaiin les ini dan kita balik ke kesibukan masing-masing."
"... Kesibukan saya ya kamu."
"Dan gak usah sok formal."
sta...
Soobin mendapatkan Anna yang tertidur dengan asal di kasurnya. Ia segera meletakkan tas Anna - yang gadis itu letakkan asal di kasur - di meja, dan meluruskan badan Anna agar dia tidak tidur dalam posisi yang salah. Setelah menutup gadis itu dengan selimut, Soobin segera keluar, dan menutup pintu kamarnya.
Baru saja ia hendak merebahkan diri ke sofa, bel apartemennya tiba-tiba berbunyi.
Soobin mengecek jam dindingnya. Oh, cleaning service, ya.
Namun mendapatkan tiga cowok berdiri di depan pintu, membuat Soobin terkejut sekaligus kecewa.
"Katanya lo bikin Anna Kim pingsan?" kata Changbin tanpa babibu bahkan sebelum ia melangkahkan kaki ke dalam apartemen Soobin.
Yeonjun mengangkat tentengannya. Pizza Keju. Empat Box.
"Banyak banget?" tanya Soobin.
"Lo gak cek grup?" tanya Seungmin.
"Grup yang mana?" tanya Soobin lagi. "Duh, gue belom cek hape. Baru kelar mandi."
"Lo gak ada ngasih kita masuk, Bin?" Yeonjun mengangkat tentengannya sekali lagi.
"Eh, iya. Aduh. Bentar." Soobin linglung bersandar pada kusen pintu. "Gini," ia menatap temannya satu per satu, kemudian berkata, "Ada anak temen Mama di dalem. Lagi tidur. Jadi jangan berisik. Kalo bangun rewel."
"Oh... Bocah?" tanya Yeonjun.
Soobin tidak menjawab, hanya mempersilahkan mereka masuk. "Tutup pintunya, kunci lagi. Lepas sepatunya."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lo panik banget, sih? Kenapa coba? Tinggal diajakkin aja." Changbin mengomel pada Soobin setelah membaca grup.
Soobin menggeleng. "Kalian harus pulang. Secepetnya."
"Pulang, pulang." Yeonjun membuka ikatan pizza dan tutup boxnya. "Dibuka aja belom dah ngusir-ngusir."
Seungmin tertawa setelah membaca grup. "Cuma anak temen nyokap lo, anjir. Paniknya kayak nyembunyiin---"