"Huft... Gue gak nyangka, kelam bener aslinya kalian."
Beomgyu menggeliatkan tubuhnya sambil menguap lebar.
"Bayangin kalo petinggi kampus tau."
"Gak akan," tegas Changbin.
"Sekolah kita dulu gak diizinkan bawa hape sama sekali, bahkan kita selalu dirazia total. Sampe kalo ketauan ada frekuensi yang mendeteksi ada hape, kalian bakal langsung di-DO."
"Halah... Buktinya Kai punya," cibir Felix dengan tawa dalamnya.
Hyunjin mengetuk keras mejanya.
"Sekarang kalian mau apa? Kenapa kalian bisa punya foto Somi? Dan darimana kalian dapet info soal Somi dan Huening Kai?"
"Identitas narasumber terjamin," jawab Ryujin.
"Kita bukan aliansi, bukan musuh juga, jadi kita gak akan berbagi hal-hal yang gak perlu ke kalian."
Taehyun tertawa miring menatap kertas ringkasannya.
"Tukang bully di SMA harusnya gak bisa kuliah dimana-mana."
Soobin menghela lelah napasnya.
"Denger," Seungmin membuka suara, "Kalo yang kalian incar itu Kai, target kita sama."
"Sok tau," balas Chaeryeong asal.
"Udahlah diem kalo gak mau kena masalah."
"Kalian pernah apain Jeon Somi?" tanya Ryujin.
"Engga. Kita gak pernah nyentuh-nyentuh Somi. Kalo inceran lo adalah orang yang bikin Somi cabut, lo salah orang kalo cari kita," jelas Yeonjun dari ujung tribun.
Ryujin mengangguk. "Oke."
"Somi gimana orangnya?" tanya Taehyun.
"Di antara kita, si Jisung yang paling deket sama Somi," jawab Hyunjin.
"Bajingan," umpat Jisung. "Oper ke Soobin kek, anjing. Dia mantannya."
Seluruh anggota rahasia negara menoleh pada Jisung, kecuali Soobin.
"Iya, iya, ah elah," jawab Jisung pasrah.
"Somi tuh Putri SMA dulu. Kalo di kampus kayak Hyunjin sama Minju, maskot gitu. Gak punya celah, dah. Cakep, baik, pinter, gak kurang apapun. Bisa semua hal."
"Bukan tukang bully?" tanya Taehyun lagi.
"Bukan," jawab Jisung tegas.
"Somi selalu nolongin orang-orang yang diapa-apain sama Lia."
Ryujin mengangguk paham.
"Last contact sama Somi? Kapan?"
"Semua dari kita cut-off sama Somi sejak dia putus sama Soobin. Sejak itu juga kita gak ngurus-ngurus urusan Somi. Makanya kita gak tau dia diapain sama Lia," jelas Changbin.
"Dan kita semua udah gak kayak gitu, sejak kuliah."
"Kenapa putus?" tanya Chaeryeong.
"Privasi," jawab Hyunjin.
"Lagian lo juga putus 'kan sama Taehyun."
"Lo semua apaan, sih?" ujar Seungmin, memutar tubuhnya kepada teman-temannya yang ada di tribun lebih atas.
Seungmin menatap Ryujin, mengatakan dalam senapas.
"Somi gak semalaikat yang Jisung jelasin. Ngerti, gak?"
"Min," panggil Yeonjun.
"Lo doang yang gak suka sama Somi."
"Ya, karena emang dia tuh psikopat, Yeonjun," balas Seungmin kesal.
"Seungmin, udah," tegur Hyunjin.
"Kalo waktu itu Somi gak nyuruh Soobin, mungkin sampe hari ini bokapnya---"
"SEUNGMIN!" seru Jisung dan Changbin dengan suara dalamnya.
Hyunjin menghampiri Seungmin, menepuk pundak pria yang memburu napas atas emosinya.
"Udah, udah. Jangan bahas masa lalu. Gak ada yang bisa berubah."
KAMU SEDANG MEMBACA
Klandestin | Choi Soobin
Fanfictionklan·des·tin adv secara rahasia; secara gelap; secara diam-diam = "Saya Choi Soobin, mulai hari ini jadi tutor kamu---" "Cepet selesaiin les ini dan kita balik ke kesibukan masing-masing." "... Kesibukan saya ya kamu." "Dan gak usah sok formal." sta...
